<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029</id><updated>2011-07-30T22:08:41.559-07:00</updated><title type='text'>SELALUKU INGAT</title><subtitle type='html'>Keluarga tercinta yang selalu mendamping pada setiap kesempatan.


Email:safwankhayat@yahoo.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-1816059255254603932</id><published>2009-04-16T21:41:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T21:44:30.805-07:00</updated><title type='text'>Sungai Deli</title><content type='html'>Kembalikan Sungai Deli Ku !&lt;br /&gt;                                &lt;br /&gt;                          Oleh:Drs SAFWAN KHAYAT M.Hum&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di tengah malam yang hening, sepi, dingin ber-embun, nyaris tanpa suara hingar bingar hilir mudiknya orang-orang dan kenderaan. Tak ada langkah, tak ada kata, yang ada hanyalah dengusan nafas lelapnya tidur warga setelah lalui deru dinamika kehidupan kota Medan . Tetapi di malam itu, si ibu yang tua renta telah sujud kusyuk menghambakan dirinya kepada Ilahi. Masih terlihat butir-butir air wudhuk yang membasahi wajahnya. Dengan harap cemas, si ibu menengadahkan tangannya untuk memohon keampunan dan ridho Ilahi. Satu kalimat si ibu sisipkan dalam doanya ; “Ya Tuhan, beri aku kemudahan membimbing anak-anak ku, dan beri aku kemurahan rezeki agar aku dapat menafkahi anak-anak ku”. &lt;br /&gt;Begitulah bertahun-tahun si ibu bermunajat di tengah malam gelap gulita. Sebab, bertahun-tahun pula ia menjanda, di tinggal suami tercinta yang telah diberpulang ke pangkuan Ilahi. Ia bina keluarga dengan caranya sendiri, dan ia nafkahi keluarga dengan tangannya sendiri. Di depan pusara yang berdiri bisu di atas maqam almarhum suaminya, ibu berjanji akan melanjutkan cita-cita almarhum terhadap ke-tujuh anaknya. &lt;br /&gt;Biarlah si ibu tak makan, asalkan anak-anaknya makan. Biarlah air mata ini kering, demi kebahagiaan anak-anaknya. Si ibu tak ingin anak-anaknya malu hanya karena keterbatasan dirinya. Dorongan itulah yang sering melintas dibenaknya. &lt;br /&gt;Tubuhnya yang renta masih tersimpan sisa-sisa tenaga. Kulitnya yang keriput masih tersingkap cahaya kecantikan wajahnya. Tangannya yang mulai gemetaran, tak mengurangi sentuhan tangan belaian kasih sayangnya. Semua itu bagaikan butiran kaca kristal yang tak pernah pudar walau diterpa panas dan hujan. Syukurlah, jerih payah si ibu mampu menamatkan sekolah anak-anaknya, bahkan hingga keperguruan tinggi. Sungguh mulia hati si ibu. &lt;br /&gt;Suatu ketika si ibu bercerita pada anaknya tentang kenangan dengan almarhum suaminya (ayah dari ke-tujuh anaknya). Betapa ia mencintai dan menghormati suaminya. Dengan penuh tanggungjawab, suami memanjakannya. Bukan saja urusan nafkah lahir bathin, tetapi juga sampai urusan mencuci. &lt;br /&gt;Di belakang rumahnya, aliran sungai Deli terasa sejuk membasahi pori-pori bumi. Di sungai itulah penuh kenangan indah. Warga kota Medan kebanyakan memanfaatkan sungai Deli salah satu sumber kehidupan. Di mulai dari mencuci pakaian, membersihkan perabotan rumah tangga dan mandi. Ada pula memanfaatkan sungai Deli sebagai sumber nafkah lahan pekerjaan seperti menjala ikan dan menggali pasir yang tersimpan di dasar sungai. Di sekitar sungai Deli tumbuh subur rimbunnya tanaman pohon pisang, lalang dan jenis tumbuhan lainnya memberi manfaat bagi warga sekitar. &lt;br /&gt;Fungsi lainnya, sungai deli juga selalu dijadikan lokasi bermain, rekreasi dan hiburan. Berbagai acara hari khusus, selalu memanfaatkan sungai deli dengan beragam perlombaan. Di mulai dari lomba renang, lomba memancing ikan, lomba kayuh sampan, lomba rakit dari batang pisang,bermain bola pasir  dan lainnya.  &lt;br /&gt;Bagi anak-anak dan remaja, sering memanfaatkan sungai Deli sambil mandi beranyut bersama-sama dengan menggunakan sebuah ban dalam mobil atau batang pohon pisang yang dijadikan rakit. Tak heran pula, ada sekumpulan anak-anak dan remaja meloncat dari lokasi yang tinggi, terjun bebas hingga menembus aliran sungai yang bersahabat. Tak terlintas bahaya mengintai, sebab tak sedikit pula menelan korban jiwa, tetapi semuanya larut dalam kegembiraan bersahabat dengan sungai Deli. &lt;br /&gt;Si ibu tak mampu menutupi kesedihan ketika beliau menyinggung kenangan bersama almarhum suaminya. Sesekali tersenyum walau butiran air matanya menetes tanpa disadari. Sungai Deli adalah kenangan terindah baginya. Mereka lalui bersama menjalani hidup tanpa melupakan jasa sungai Deli. Bersama suaminya, si ibu mencuci pakaian sambil melihat anak-anaknya mandi kegirangan. Sesekali pula, si ibu menyapa anaknya dengan lembut ; “mandinya jangan jauh dari ibu, jangan mandi ke tengah ya nak ?” Tapi si anak dasar nakal, terus asyik mandi sambil bermain siram-siraman air. &lt;br /&gt;Tak jauh dari si ibu, beberapa orang pemuda asyik ngobrol sesama mereka. Entah apa yang mereka ceritakan, si ibu dan suaminya tak peduli yang terus asyik dengan cuciannya. Sesekali ibu melirik pemuda itu, mereka sambil ngobrol asyik tertawa. Mungkin mereka bercerita tentang acara lawakan di televisi tadi malam ? Atau bisa jadi mereka menceritakan dirinya dan suami sedang mencuci ? Mereka anggap kami ini aneh atau entah apalah dibenak mereka ? sangka bathin si ibu. &lt;br /&gt;Tak disadarinya, suaminya juga ikut tersenyum tatkala orang-orang itu tertawa.     Si ibu menghampiri suaminya ; “koq mereka tertawa, bapak ikut senyum sendiri ? Ada apa ? tanya ibu. “Enggak ada apa-apa? Jawab suaminya tersipu-sipu. “Lho, enggak ada apa-apa koq senyum sendiri ? paksa ibu. Setelah suaminya menjelaskan, si ibu pun ikut tersenyum. Ternyata pemuda-pemuda itu saling bercerita kisah mereka yang di labrak pacarnya karena ketahuan selingkuh. Akhirnya mereka diputusin pacarnya. Dasar anak muda zaman sekarang, celoteh si ibu. &lt;br /&gt;Sungai Deli, adalah salah satu nama diantara delapan sungai yang mengelilingi kota Medan . Diantara nama-nama sungai yang ada yakni Sungai Deli, Sungai Babura, Sungai Sikambing, Sungai Denai, Sungai Putih, Sungai Badra, Sungai Belawan dan Sungai Sulang-Saling/Sungai Kera. &lt;br /&gt;Kini nasib sungai Deli dan sungai lainnya tinggal kenangan. Debit air kecil dan keruh, sampah menumpuk dan aroma air sudah tak sehat. Di dasar sungai penuh lumpur dan ikan-ikan nyaris tak ada lagi. Tak ada lagi cerita dan tak ada kisah, kini sungai Deli sudah ditinggalkan. &lt;br /&gt;Dulu, di sungai Deli ini pula, suaminya pernah menyatakan cinta. Sungai Deli menjadi saksi bisu menyatunya hati dua insan yang berbeda. Sungai Deli menyatukan silaturahhim bagi kaum hawa. Sambil mencuci, tak terasa obrolan cukup panjang. Walau tak sadar, terkadang gossip juga ada di sungai Deli. &lt;br /&gt;Begitulah si ibu bercerita nostalgia dengan suaminya tentang sungai Deli. Sungai Deli menyimpan berjuta kenangan, bukan saja dirinya, tapi juga orang lain. Si ibu menutup kisahnya dengan ucapan kata; “suami ku tak mungkin kembali bersama kisah cintanya, tetapi kembalikan sungai Deli ku, agar kisah ku terulang bagi yang lain”. Ya, kembalikan sungai Deli ku, harap si ibu. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;*Penulis, &lt;br /&gt;Alumni SMA Negeri 1 Medan, Alumni dan Dosen UMA, Alumni Pasca Sarjana USU Medan. Website; http;//Selalukuingat.blogspot.com.  Email; safwankhayat@yahoo.com.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-1816059255254603932?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/1816059255254603932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=1816059255254603932' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/1816059255254603932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/1816059255254603932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2009/04/sungai-deli.html' title='Sungai Deli'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-717321198766760445</id><published>2009-04-08T01:41:00.001-07:00</published><updated>2009-04-08T01:43:52.158-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CSAFWAN%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Book Antiqua"; 	panose-1:2 4 6 2 5 3 5 3 3 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.1pt 1008.15pt; 	margin:3.0cm 3.0cm 99.25pt 3.0cm; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:14;"&gt;Azil si Semut Yang Menuntut Keadilan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Oleh,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Drs SAFWAN KHAYAT MHum&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Alkisah menceritakan, hiduplah seekor semut sebatang kara yang terpisah dari kelompoknya akibat di terpa kencangnya angin. Sebelumnya semut-semut itu tinggal di balik luar sudut bawah dinding rumah tua yang telah lama ditinggalkan penghuninya. Suatu ketika datanglah gemuruh angin yang berputar dengan kencangnya. Seluruh benda yang ada terpental jauh karena dorongan angin yang dahsyat. Sekecap saja daerah itu rata di sapu sang angin tanpa terkecuali rumah tua tempat bermukim segerombolan semut. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Sang angin dengan egonya meluluh lantakkan lokasi mereka hingga mereka bercerai berai. Ada yang terhempas ke barat, ke timur, ke utara dan ke selatan. Tapi, tak sedikit pula ajal menjemput akibat hantaman derasnya arus angin yang berputar ke kiri, ke kanan, ke depan dan ke belakang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebut saja semut sebatang kara itu bernama Azil. Azil terlempar persis di tepi sungai yang tenang tanpa suara gemericik. Di sekitar itu ditumbuhi pohon pisang dan rumput hijau yang segar dan rimba. Mulanya Azil kebingungan sambil bergumam, “dimana aku berada” ? Sorot matanya tajam sambil melihat kiri-kanan. Aneh, sungguh aneh ..! herannya. Azil pun berteriak sekeras-kerasnya, bapak..! ibu..! dimana kalian..? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tak ada suara jawaban. Malah Azil hanya mendengar balasan suaranya sendiri yang bergema di tengah kosongnya suasana. Azil berlari di atas kaki kecil dan tubuh mungilnya. Ia lewati gundukan tanah, batu besar dan rimbanya rumput hijau. Tak satupun Azil jumpai di tengah penelusurannya. Azil sedih karena terpisah dari keluarganya dan kerabat yang dicintainya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di tempat tinggal Azil yang dulu, masih ada cahaya remang lampu, bias dari cahaya lampu rumah penduduk di sekitar rumah tua itu. Walau cahaya remang, sedikit membantu Azil dan kelompoknya menelusuri setiap dinding rumah tua itu dan lintasan sekitar domisilinya. Di malam hari Azil menghabisi waktu malamnya bersama keluarga dan kerabat sambil bercanda tawa. Begitulah setiap detik, waktu, hari, minggu, bulan dan tahun berjalan penuh keceriaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Azil mulai ketakutan, karena di sekitarnya sunyi, sepi dan senyap. Suasana gelap tanpa cahaya remang lampu yang dulu ada. Tapi syukurlah, Azil sedikit terbantu oleh cahaya rembulan purnama menonjolkan kemolekan tubuhnya. Azil berusaha melawan rasa takut di tengah malam dengan hembusan angin dingin menusuk tubuh mungilnya. Ia lalui rimbanya rerumputan dengan harapan semoga ia bertemu sosok teman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kini, Azil jalani hari-harinya tanpa ibu, bapak, saudara dan karib kerabat. Dulu Azil dengan yang lainnya kerap bahu membahu membopong secuil bahan makanan untuk di santap bersama-sama. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mereka membentuk barisan yang teratur, derap kaki yang beriringan dan tegur sapa ketika berpapasan. Kini tak lagi ada, semua itu berubah, sebab kini Azil lakukan sendiri demi menggapai kelangsungan hidup lebih panjang. Azil harus bekerja keras mencari makanan penyambung hidup di area yang asing baginya. Apa saja Azil upayakan demi menghidupi tubuh kurus kecilnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Suatu ketika Azil ketemu rezeki nomplok. Dihadapannya ada seekor ikan terkapar lunglai persis di tepi sungai itu. Ikan itu terdampar ketepian hingga tak mampu lagi kembali di tengah sungai. Akhirnya ikan itu lunglai tak berdaya hingga datanglah kematiannya. Walau ikan itu tak terlalu besar, tetapi bagi Azil ikan itu cukuplah untuk makannya sebulan. Sebab Azil sadar, perutnya yang kecil tak mungkin menghabisi ikan yang besarnya seribu kali lipat dengan tubuhnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Azil percepat langkah kakinya seakan sudah tak sabar lagi melahap daging ikan segar itu. Ketika Azil tepat berdiri disamping ikan tadi, betapa ia terkejut sambil matanya melotot, “wah besar sekali ikan ini”? “Aku sudah tak sabar memakannya” ? gumam Azil. Perlahan-lahan Azil tarik ikan itu persis di bibir sungai dengan tenaganya yang ala kadarnya. Azil lakukan itu, takut kalau-kalau datang ombak air, maka ikan itu kembali terseret ke tengah. Dengan paluh keringat, akhirnya kerja kerasnya itu Azil berhasil. Tanpa basa basi, Azil melahap daging ikan itu. Mulutnya yang kecil seakan mau menghabisi seluruh tubuh ikan itu. Azil makan bagaikan keserupan. Ia berputar-putar tak tentu arah menikmati santapannya. Maklumlah, menu makan Azil tak pernah selezat ini. Azil bagaikan makan seekor ikan panggang dengan ramuan termahal di hotel berbintang lima. Dengan lahap Azil santap menu spesial hari ini. Tak ia sadari sejak ia mulai menikmati menu &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;hotfish&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;-nya, sudah lama makhluk sang pemangsa berdiri angkuh di sampingnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Azil kaget bagai di sambar petir ketika matanya menoleh ke sebelah tubuhnya. Ada dua kaki kokoh dengan jari yang kuat. Di ujung jari-jari itu tumbuh kuku-kuku tajam yang siap mencabik-cabik mangsanya. Lalu Azil angkat kepalanya ke atas sambil matanya terbelalak, rupanya sudah lama seekor burung Rajawali yang gagah berdiri tegak dengan sombongnya. Burung itu menatap Azil dengan tajam seakan ingin melahap tubuh kurus itu dengan paruhnya. Dengan beringas, Rajawali menghujamkan paruhnya ke tubuh ikan yang Azil makan. Hampir saja Azil tersambar tajamnya paruh Rajawali. Azil seketika terlempar dari tubuh ikan itu. Andai saja sedikit terkena, pastilah Azil patah tulang remuk redam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Rajawali begitu lahap mencabik-cabik tubuh ikan miliknya. Azil marah dan kesal. Azil menggerutu sambil mengepalkan tangan seakan ingin menonjok kepala Rajawali. Tapi apalah daya, Azil hanya bisa bersedih karena tak mungkin Rajawali itu ia kalahkan. Jangankan memukul kepalanya, mendekati saja Azil sudah ketakutan. Andaikan pula ia memiliki keberanian, tak mungkin pula ia tonjok Rajawali itu. Sebab tubuhnya yang mungil, mustahil bisa melakukan senekat itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Seketika ikan itu habis dikunyah Rajawali. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Jangankan dagingnya, tulang pun tak disisakan untuk Azil. Padahal, Azil-lah yang pertama menemukan rezeki itu. Azil pula yang bekerja keras menggiring ikan itu ke tepian. Dengan tangan dan keringatnya Azil upayakan tanpa bantuan siapa pun. Sedikit demi sedikit ia kumpulkan tenaga, akhirnya rezeki itu ia peroleh. Tapi dengan kekuasaan, keangkuhan dan kekuatan sang Rajawali merampas hasil jerih payahnya. Azil kesal karena tak mampu berbuat apapun. Tubuhnya yang mungil kecil tak mampu melawan sang predator yang kuat dan berkuasa. Azil ingin menuntut keadilan dengan menempuh jalur hukum karena haknya dirampas. Tapi nasibnya, tak ada lembaga yang mau mendengar keluhan jiwa seekor semut. Azil ingin meminta perlindungan Komisi Azasi karena hak azasinya dirampas, sayangnya tak ada pula Komisi Azasi untuk semut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Akhirnya Azil hanya bisa mengelus dada sambil hatinya berkata, “beginilah nasib makhluk kecil yang tak berdaya”! Kami selalu kalah oleh kelompok yang berkuasa dan berkekuatan. Kami tak berdaya dan pasrah semoga keadilan berpihak kepada yang kecil”!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Azil pun kembali menelusuri kejamnya kehidupan. Azil yakin, suatu hari nanti pasti ada keadilan itu. Azil juga yakin pasti ada pula makhluk yang kuat dan berkuasa menyisakan makan untukknya walau sisa-sisa dari santapan mereka. Apa boleh buat, Tuhan menciptakan alam beserta isinya memiliki pelajaran yang bisa diambil manfaatnya, bisiknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Azil pun berdoa; “Tuhan, Engkau Maha Adil, bukakanlah ruang hati yang adil bagi makhluk ciptaan-Mu yang berkuasa dan berkekuatan kepada makhluk-Mu yang kecil dan lemah”. &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="ES"&gt;Amiin ya Rabbal Alamin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Penulis, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Alumni SMA Negeri 1 Medan, Alumni dan Dosen UMA, Alumni Pasca Sarjana USU Medan. &lt;/span&gt;Email; safwankhayat@yahoo.com&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="text-transform: uppercase;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-717321198766760445?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/717321198766760445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=717321198766760445' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/717321198766760445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/717321198766760445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2009/04/azil-si-semut.html' title=''/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-3813801237342720680</id><published>2009-03-23T04:44:00.001-07:00</published><updated>2009-03-23T05:03:18.798-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kampanye si Dagangan Politik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oleh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Drs SAFWAN KHAYAT MHum&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lima tahun lalu, rakyat memilih calonnya untuk duduk di kursi legislatif. Sungguh sebuah kursi elitis yang bahan baku terbuat dari  &lt;span class="yshortcuts"&gt;suara rakyat&lt;/span&gt;, alas busa kekuasaan dan sandaran partai. Bungkusannya dilapisi kain politik yang diperindah dengan jahitan bordiran negosiasi. Semua mata “&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;takjub&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;” melihatnya, bukan karena indahnya tapi nilainya yang penuh ditaburi rupiah. Alangkah gemerlapnya bila seseorang menduduki kursi itu yang lengkap dengan fasilitas lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tak sedikit pula rekening kontan mata uang rupiah untuk mendapatkannya. Itu pun tak cukup, harus ditambah pula dengan rekening giro janji-janji. Giro janji itu ada yang berjangka 6 bulan, 12 bulan hingga periodesasi 5 tahun. Giro janji itu digunakan untuk perbaikan jalan, pendidikan, kesehatan hingga rumah ibadah. Walau ada yang giro isi, tetapi tak sedikit giro kosong alias janji kosong.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kursi ini di beli bukan di toko mebel atau gallery perabotan, tetapi dengan perjuangan kekuatan dan kekuasaan. Ruang pemasaran di buka dengan memasang gambar wajah harap, kata pilih, doa dan dukungan. Kursi pun dipasarkan di arena dagang politik secara terbuka. Si penjual mulai membentangkan dagangannya dengan menggenggam alat pengeras suara sambil berkata lantang. Mereka berharap dagangan politiknya laku terjual hingga orang berbondong-bondong menjatuhkan sikap belinya kepada di pedagang politik. Sungguh nyaris sama bagaikan bang Samirin ketika menjajaki dagangannya dengan obralan ekonomi di pasar.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Massa tumpah ruah di pasar politik yang telah di gelar. Kerumunan massa menuju titik kumpul yang telah di tentukan jadwal dan tempatnya. Beragam atribut berseleweran di jalanan persis seperti pawai karnaval yang mengundang perhatian massa . Teriakan, dan yel-yel lebur dalam sorakan ambisius tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya. Jalanan macet karena dirambah padatnya kenderaan. &lt;span class="yshortcuts"&gt;Hukum&lt;/span&gt; &lt;span class="yshortcuts"&gt;lalu lintas&lt;/span&gt; ditabrak bias dari konvoi kenderaan aksi massa partai. Ada yang bergantungan di atas kenderaan mobil angkutan, pengemudi &lt;span class="yshortcuts"&gt;sepeda motor&lt;/span&gt; yang tak pakai helm, terobos lampu merah (traffic light), konvoi sambil berteriak terkesan menimbulkan sikap gaduh di jalanan dan sedikit mengganggu kenyamanan bagi pengguna &lt;span class="yshortcuts"&gt;jalan raya&lt;/span&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kini kampanye telah di gelar dengan olahan kata yang dirangkai bagai puisi salju yang digerai di panggung politik. Tak satu kata yang tersisa, tak sedikit janji yang terucap. Tak ada kata yang berbilang semua lebur dalam dagangan politis yang dikerumuni massa . Orasi menjadi senjata utama guna meyakini produk dagangannya. Strategi, teknik dan taktik (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Stratak&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;) beragam pola &lt;span class="yshortcuts"&gt;yang penting&lt;/span&gt; dagangan laris terjual. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Terkadang  sengaja atau tidak, ucapan pembusukan atas produk lain keluar tanpa pengawasan. Kemampuan berorasi menjadi senjata bagi sang penjual (juru kampanye) menyerang lawan politiknya. Etika, norma dan adab tak lagi bertahta sebagai basis kekuatan moral, tetapi yang muncul kental nuansa kepentingan untuk menang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rangkaian kata tersusun rapi, puisi yang di cipta terucap syahdu dan ayat-ayat Tuhan ikut terbawa dilantunkan hikmad. Semua itu menjadi “&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Stratak&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;” yang direncanakan secara sistematis dan matang.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kampanye bagian dari strategi mendulang suara. Ada yang digelar rapat umum atau kampanye terbuka, ada bentuknya tersembunyi dengan memberikan bantuan dengan pola dan jenis material tertentu. Kampanye metode dagangan politik dengan rekayasa modus yang disesuaikan dengan situasi. Berjuta uang habis terpakai, beribu orang turun ke jalan, beragam pola dilakukan demi mengejar setitik kepuasan. Berjuta janji terucap, berjuta harap pula di benak rakyat. Politisi tebar peduli, rakyat terpikat hati. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Politisi mendapat kursi, rakyat terus menanti janji. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kampanye bukanlah tujuan tetapi metode menuju tujuan. Kampanye hendaknya jangan melukai dan menyakitkan sebab perilaku itu melemahkan persatuan. Sampaikan yang benar walau tajam tapi tak meluai. Ajarkanlah rakyat berpolitik tanpa berniat mencabik-cabik. Politisi butuh suara, rakyat butuh murahnya harga. Politisi butuh kursi, rakyat minta bukti janji. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hindari politik bagaikan membeli buah kuweni. Buah di pilih, di tekan dan di cium. Andai tak harum maka terbuanglah ia, jikalau harum maka dibeli buah itu. Bisa jadi, buah harum manis jika di buka isinya kelihatan busuk dan berulat. Terkadang buah yang di luar tajam kulitnya justru laris terjual yakni bagaikan buah durian dengan kulit yang tajam tetapi diminati banyak orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gambaran buah ini tidak menjamin seseorang menyukainya. Bias jadi ada orang yang doyan kuweni, malah tidak suka bau durian apalagi memakannya. Tetapi cukup banyak pengagum durian walau kulitnya tajam melukai tangan. Jika buah itu matang dan andaikan rusak, tak ada durian busuk, yang ada durian asam. Tak ada kuweni asam, tetapi yang banyak kuweni busuk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agar tidak dapat buah yang asam dan busuk, pilihlah dengan cermat, teliti dan gunakan rasio memilih. Berkampanye tetap menjaga persatuan dengan memperkuat saling menghargai, menghormati dan tidak menyakiti. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Harapan kita kualitas Pemilu tahun 2009 ini menghasilkan kualitas politisi yang beradab. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Semoga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;..!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Medan, &lt;span class="yshortcuts"&gt;21 April 2009&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;P E N U L I S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Drs. SAFWAN KHAYAT M.Hum&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;*Penulis, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Alumni SMA Negeri 1 Medan, Alumni dan Dosen UMA, Alumni &lt;span class="yshortcuts"&gt;Pasca Sarjana&lt;/span&gt; USU Medan, , Email; &lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:safwankhayat@yahoo.com" target="_blank"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;safwankhayat@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;. &lt;/span&gt;Website:http//Selalukuingat.blogspot.com&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="ES"  style="font-size:24;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-3813801237342720680?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/3813801237342720680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=3813801237342720680' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/3813801237342720680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/3813801237342720680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2009/03/kampanye-si-dagangan-politik-oleh-drs.html' title=''/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-5314452409258629249</id><published>2009-02-21T07:55:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T08:04:21.715-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SaAlrcbxu2I/AAAAAAAAATQ/0Qht2s-hCcw/s1600-h/foto+safwan+koko.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305281789339745122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 160px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SaAlrcbxu2I/AAAAAAAAATQ/0Qht2s-hCcw/s200/foto+safwan+koko.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Biarlah Hukum Bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh,&lt;br /&gt;Drs. Safwan Khayat M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada tempat bagi aksi anarkis di tanah air, tak ada maaf bagi mereka yang merencanakan pengrusakan dan pembunuhan. Tak satu ayat pun yang membenarkan anarkis hidup abadi di muka bumi. Sebab, ayat hukum Negara menentang perilaku anarkis, begitu juga ayat-ayat Agama melaknat anarkisme.&lt;br /&gt;Kekerasan, penistaan, pengrusakan, penganiayaan dan pembunuhan adalah perilaku yang bertentangan dengan ayat hukum Negara dan ayat Agama. Hukum Negara mengatur kemaslahatan bermasyarakat, sementara Agama menafasi dimensi kemanusiaan dan keIlahiaan. Orang yang taat hukum Negara dan taat Agama, pastilah menjaga kemaslahatan bermasyarakat, berkemanusiaan dan berTuhan.&lt;br /&gt;Tragedi 3 Februari 2009 bukti dari ketidaktaatan terhadap ayat hukum Negara dan ayat Agama. Gedung di rusak, nyawa melayang. Hukum ditabrak demi kepuasan amarah kepentingan. Kemanusiaan pun tak lagi jadi pedoman, dikalahkan oleh perilaku kekerasan dan kekejaman yang berujung kematian. Syahwat bergaya preman mendominasi syahwat keimanan. Begitulah kalau aliran darah emosional lebih kuat menguasai aliran darah rasional.&lt;br /&gt;Demokrasi berujung menjadi DemoKukerasi. Demokrasi berubah menjadi Demoral Kreasi. Akibat anarkis, Demokrasi jatuh martabatnya menjadi demo crazy. Aspirasi dilapisi dengan rasa marah yang tak terjaga. Sikap marah yang tak terbendung akhirnya berbenturan dengan kasus pelanggaran hukum. Sikap marah itu kini berakhir dengan rasa malu. Begitulah kenyataanya ketika aspirasi demokrasi disalurkan lewat demonstrasi sadis, brutal dan anarkis.&lt;br /&gt;Demonstrasi bagian dari demokrasi, tetapi demonstrasi bukan satu-satunya cara menyalurkan aspirasi dalam berdemokrasi. Demonstrasi bisa disalurkan lewat tulisan, lukisan dan karya seni lainnya. Demonstrasi hendaknya tetap memegang teguh ayat-ayat kemanusiaan dengan cara yang santun, tertib dan bertanggung jawab. Ayat-ayat kemanusiaan adalah aturan tentang sikap saling menghargai sesama makhluk menurut ukuran dan kepentingannya. Sikap menghargai itu dengan tidak melecehkan, menyudutkan hak orang apalagi menganiayanya.&lt;br /&gt;Tragedi itu meninggalkan luka yang panjang bagi ruang kehidupan berpolitik, berdemokrasi dan bermasyarakat. Riskannya lagi, luka itu semakin panjang manakala keluarga, kerabat dan sahabat almarhum Azis Angkat terbawa dalam hayalan, lamunan dan kenangan. Tak mudah di lupa, tapi pasti bisa kita lupakan. Walau terus terkenang, tapi hati tetap tenang.&lt;br /&gt;Hapuslah duka kita walau kenangan sulit terhapus. Tegakkan kenyataan dengan sikap kesabaran dan keteguhan hati untuk tidak bertindak naif. Berikan kesempatan hukum meneliti atas segala pertanggungjawaban perilaku anarkis. Hukum sedang bekerja mengumpulkan bukti dan mengejar tersangka. Sorot mata hukum kini sama tajamnya dengan sorot mata publik. Tak satu kerdipan terlewatkan dalam sorotan mata hukum, sebab aktor anarkis terus menjadi prioritas hukum.&lt;br /&gt;Hindari banyak bicara, biarkan hukum yang berbicara. Janganlah obral bicara karena hukum sedang berbicara. Hukum tidak mencari ”kambinghitam”, tetapi hukum sedang mencari tersangka. Biarkan hukum menginvestigasi keadaan, hindari keadaan menginvestigasi hukum.&lt;br /&gt;Menahan Diri&lt;br /&gt;Kini tersangka demo anarkis 3 Februari 2009 mulai tersangkut dengan jeratan hukum. Terali besi hukum sudah menahan sejumlah tersangka. Jumlah tersangka terus bertambah, karena hukum tak ada kompromi dengan pelaku anarkis. Kita harus menahan diri dengan menjaga ketenangan sosial. Menahan diri adalah bagian dari perilaku santun yang menyadari ayat-ayat kemanusiaan.&lt;br /&gt;Kini hukum sedang mengembangkan pelidikannya. Temuan hukum menjadi bukti bahwa pelaku demo anarkis dan aktornya akan dijerat dengan unsur tuntutan hukum pula. Janganlah masyarakat mendahului menghukum sebelum lembaga hukum menjatuhkan keputusannya. Keputusan hukum harus kita hargai sepanjang kita masih membutuhkan hukum itu sendiri.&lt;br /&gt;Kita dampingi Sumatera Utara dengan program pembangunan yang sedang berjalan. Kita hampiri Sumatera Utara dengan senyuman karena masih panjang lagi agenda pemerintah terhadap warganya. Jauhkan sikap marah yang tak beralasan, dekatkan rangkulan kepada pemerintah untuk meneruskan visi pembangunan. Hukum sedang bekerja menelusuri kasus anarkis, maka biarkanlah proses itu. Pemerintah sedang berbuat agar warga hidup sejahtera, maka dukunglah ia.&lt;br /&gt;Hindari pernyataan yang sifatnya memicu permusuhan, tetapi lontarkan pernyataan yang sifatnya memacu persatuan. Perkataan yang kasar situasi menjadi gusar, berkatalah lembut maka keadaan tidak semrawut. Mari telusuri jalan kehidupan kedepan, sekaligus mempersiapkan bekal pembangunan untuk anak cucu kita, jangan lagi kita sibuk mengkoreksi pekerjaan orang lain, tapi berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan, Februari 2009&lt;br /&gt;P E N U L I S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. SAFWAN KHAYAT M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, Alumni SMA Negri 1, Alumni dan Dosen UMA, Alumni Pasca Sarjana USU Medan. Email; safwankhayat@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-5314452409258629249?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/5314452409258629249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=5314452409258629249' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/5314452409258629249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/5314452409258629249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2009/02/biarlah-hukum-bicara-oleh-drs.html' title=''/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SaAlrcbxu2I/AAAAAAAAATQ/0Qht2s-hCcw/s72-c/foto+safwan+koko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-6379387084608100436</id><published>2009-02-10T18:24:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T02:17:26.577-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SZI3-kIfqPI/AAAAAAAAATA/bfO7jqQD0ws/s1600-h/safwan.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SZqOek-edRI/AAAAAAAAATI/lEIjts_5oS8/s1600-h/foto+safwan+koko.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303708167155119378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 72px; CURSOR: hand; HEIGHT: 104px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SZqOek-edRI/AAAAAAAAATI/lEIjts_5oS8/s200/foto+safwan+koko.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji’un&lt;br /&gt;Selamat Jalan Sahabat Ku !!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pagi itu sang surya menghembuskan kehangatan tubuhnya menyinari bumi dengan terang benderang. Ku lihat dengan jelas tak ada tanda-tanda gumpalan awan hitam dan hembusan angin yang bakal mengundang hujan, dan ku pastikan pula bahwa hari ini adalah hari yang cerah dan menyenangkan.&lt;br /&gt;Hari itu adalah hari pertama ku bertugas resmi menduduki jabatan baru sebagai Kepala Seksi Sarana Angkutan (Kasi Sarang) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Aku kembali ditugaskan di Medan setelah 15 bulan aku “nongkrong” di Pematang Siantar menjabat Wakapolresta. Saat itu kami sedang rapat bersama pimpinan mendiskusikan situasi lalu lintas yang berkaitan dengan harapan, kenyataan dan tantangan. Tak sedetik pun tersisa, kami manfaatkan ruang diskusi dengan uraian analisis dan modus pemecahan masalah agar situasi lalu lintas di Sumatera Utara berjalan tertib, aman, dan lancar.&lt;br /&gt;Diskusi pun terhenti sementara di saat suara azan bergema memanggil nurani kami untuk beranjak duduk menuju Mesjid berdiri megah di kantor ku. Aku basuhi tubuh ini dengan air wudhuk agar fikiran ku basah dengan gagasan, ku takbirkan kebesaran Ilahi dengan shalat agar hati ini dijauhi dari nafsu dengki. Munajat doa tetap ku sampaikan agar sang Khaliq selalu meridhoi aktifitas ku dan cerahnya masa depan Negara ku.&lt;br /&gt;Selepas itu, aku dan teman-teman kembali ke ruang diskusi guna melanjutkan agenda yang tadinya tertunda. Berselang 15 menit kemudian tepatnya pukul 13.45 WIB, telepon seluler ku bergetar dengan menuliskan pesan singkat yang ku nilai hanyalah buwalan, bongak atau iseng belaka. Isi pesan singkat tertulis ; “Innalillahi wa Inna Illaihi Roji’un, Azis Angkat Ketua DPRD SU tewas dikeroyok demonstran massa Protap”.&lt;br /&gt;Awalnya pesan singkat itu tak ku gubris, tapi terhitung 2 menit berikutnya pesan singkat itu datang lagi dari nomor berbeda dengan tulisan : bang Safwan, kawan abang Ketua DPRD SU Azis Angkat tewas dibantai massa Protap”. Aku mulai ragu, goyah dan ingin cari tahu kebenarannya. Tapi ada daya ku, sebab aku masih harus mengikuti seluruh agenda diskusi yang sedang berjalan di kantor ku. Tangan ku pun gatal bermain SMS mengejar informasi tadi guna mencari tahu kepada rekan sejawat dari kalangan wartawan yang bertugas di DPRD SU. Ternyata jawabannya, “betul bang Safwan, sahabat abang telah berpulang kepangkuan-Nya”.&lt;br /&gt;Pesan singkat yang terakhir sontak membuat tubuh ku lemas, keringat dingin mengucur deras, fikiran ku kacau, emosi ku memuncak dan perasaan semakin tak menentu. Ingin ku tinggalkan rapat demi mengejar pembaringan terakhir sahabat terbaik ku itu. Andaikan aku disampingnya, tubuhnya pasti kulindungi dari ganasnya demonstran yang tak berprikemanusiaan itu.&lt;br /&gt;Ku akui, berita itu telah merenyuhkan hati ku. Aku kehilangan sahabat yang santun, teguh pendirian dan loyal berteman. Aku tak percaya kalau nasib sahabat ku begitu tragis melayang ajalnya oleh kesadisan massa demonstran. Aku marah dan benci kepada mereka yang begitu tega menghakiminya dengan kekerasan, penganiayaan dan pembunuhan.&lt;br /&gt;Masih jelas suaranya di saat beliau menanyakan kabar keadaan ku. Sulit ku lupa tatkala nasehatnya yang selalu melingkari fikiran ku. Masih segar dalam ingatan ketika dia mengatakan jadilah seorang polisi yang dekat dengan masyarakat. Semua itu menjadi kenangan yang tak mungkin terlupakan.&lt;br /&gt;Jika ku turuti emosi ini, ingin remukkan orang-orang yang berhati sadis yang telah merenggut nyawa sabahat ku. Aku tak rela sahabat ku tewas mengenaskan. Aku tak ikhlas sahabat ku ternaiaya hanya karena nafsu serakah, syahwat politik dan syahwat kekuasaan yang tidak dilandasi nilai kemanusiaan. Pemaksaan kehendak dengan sikap anarkis apalagi dengan merencanakan menghilangkan nyawa orang merupakan perilaku yang naïf, sadis, brutal dan zalim.&lt;br /&gt;Dalam takziah aku berdoa; Ya Allah, ampunkan kesalahannya, terimalah amal kebajikannya, tempatkanlah ia di sisi Mu dengan keridhaan Mu. Ya Allah, kuatkan hati kami untuk menerima kenyataan ini, lapangkan fikiran kami untuk menebus segala kelemahan ini, dan teguhkan hati kami untuk menjaga keutuhan persaudaraan ini”.&lt;br /&gt;Walau terasa pahit tapi aku harus terima kenyataan ini. Ku pasrahkan semua ini kehadirat Ilahi agar orang yang zalim itu mendapatkan ganjaran yang setimpal. Ku serahkan kepada hukum, agar keadilan ditegakkan dengan menjatuhkan hukuman yang setimpal pula.&lt;br /&gt;Kepada keluarga yang di tinggal pergi, memang berat rasanya mengarungi kehidupan ini tanpa didamping orang yang selalu kita kasihi ,dan selalu mengasihi kita namun Tuhan sudah mengatur jalan kehidupan umat ini dan ia lebih mengetahui segala yang direncannakanNya. Aku yakin sahabatku almarhum pasti sudah membekali keluarganya tentang kesabaran dan menerima keadaan.&lt;br /&gt;Harapanku kepada anak anak dari sahabatku, teruslah berjuang mengejar cita-citamu sesuai harapan dari almarhum. jangan pernah berhenti walaupun perjuangan almarhum sudah terhenti, nafasilah perjuanganmu dengan semangat hidup yang tinggi, semoga apa yang menjadi harapan dari almarhum terwujud.&lt;br /&gt;Aku yakin perasaan ini sama dengan sahabat almarhum yang lain. Tetapi kita adalah menganut azas Negara hukum (praduga tidak bersalah) junjung tinggi hukum demi penegakkan keadilan . Kita percayakan institusi hukum mengusut tuntas kasus ini agar massa anarkis itu dijerat dengan hukum pula.&lt;br /&gt;Aku berpesan kepada sahabat-sahabat semua, sekalipun berat tapi jangan kita turuti emosi diri. Jangan paksakan kehendak dengan curahan luapan emosi yang mengkerdilkan fikiran. Luapilah aspirasi dengan cara budaya bangsa yang santun, tertib, rasional dan manusiawi. Jangan ada lagi kekerasan, penistaan dan pengrusakan. Kau mau aku pun mau, tetapi mau itu lakukan sesuai dengan kemauan kita semua. Semoga kita belajar dari keadaan ini. Amiin yaa rabbal alamin !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan, 11 Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs Safwan Khayat M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, Alumni SMAN Neg I Medan dan Dosen UMA, Alumni Pascasarjana USU. Email; safwankhayat@yahoo.com &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-6379387084608100436?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/6379387084608100436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=6379387084608100436' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/6379387084608100436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/6379387084608100436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2009/02/innalillahi-wa-inna-ilaihi-rojiun.html' title=''/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SZqOek-edRI/AAAAAAAAATI/lEIjts_5oS8/s72-c/foto+safwan+koko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-8035325828787674544</id><published>2009-02-01T22:58:00.002-08:00</published><updated>2009-02-01T23:54:59.751-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SYal19GRCRI/AAAAAAAAASA/Df6-ZMd2N1k/s1600-h/DSC06272.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298104358000462098" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SYal19GRCRI/AAAAAAAAASA/Df6-ZMd2N1k/s200/DSC06272.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Aku Bukan Pejabat,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt; Tapi Seorang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Kado Kenangan Buat Siantar Ku&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Matahari terbit di ufuk timur menyinari bumi yang berputar seiring tanpa melalaikan sedetik pun rotasi jarum waktu. Sebuah kata pujian terucap rasa syukur kepada Sang Pencipta yang telah membentangkan hamparan bumi dengan gunung tinggi sebagai tiangnya, sungai dan laut sebagai penyuburnya dan daratan yang luas dengan segala isi ciptaan-Nya. Semua ini terjadi atas Kuasa-Nya yang setiap hari kita rasakan dan jalani selaras dengan denyut nadi, jantung dan jam kehidupan. Karunia-Nya tak akan bisa kita bayar kecuali wujud penghambaan diri kepada-Nya dengan sadar, tulus, ikhlas dan rendah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini dilalui tanpa terasa 15 bulan sudah aku jejakkan tapak kaki ini di sebuah kota tempat aku mengabdi kepada Negara sebagai penegak hukum, pengayom dan pengabdi masyarakat. Di kota itu, berjuta pengalaman, kenangan dan cita berpadu dalam sebuah memoriam betapa diri ini telah menyatu dalam rajutan persahabatan. Tatkala ku alurkan fikiran ini, mereka merespon ku. Tatkala ku langkahkan kaki ini, mereka menyambut ku. Manakala ku lepaskan seluruh eksistensi ku, mereka menyapa ku dengan sapaan sahabat. Tak ku hitung berapa sudah waktu, fikiran dan tenaga yang teruai, sebab semua itu sangatlah tidak pantas untuk di hitung. Tetapi berjuta kenangan nyaris terhitung bersama warga, karena kenangan inilah yang pantas ku hitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Siantar ku !! Darah yang setitik, rambut setiap helai, jantung yang berdetak dan dengusan nafas kehidupan menemani ku dalam suka, duka, durja dan canda tawa. Walau aku jauh dari keluarga ku, tapi Siantar ku selalu menemani tugas ku. Kau lah sahabat ku, mitra kerja ku, saudara ku, guru ku dan inspirasi ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau aku pernah menyapa mu dalam tugas waktu dulu (saat itu Kaur Regiden Satlantas Polres Simalungun 1999 – 2002) tapi tatkala aku kembali ditugaskan di tahun 2007-2008 (Wakapolresta P Siantar) kau telah menyentuh kalbu ku. Kau ajak aku pada pagi yang menggairahkan dengan dinamika Siantar, tapi kau hembuskan angin malam dengan kesejukan dan keakraban. Kita melebur menjadi satu kekuatan yang memberangus kehampaan dan kepura-puraan karena kita landasi dengan niat keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siantar bagaikan Medan kota kelahiran ku tempat berkumpul keluarga, sahabat, guru dan siapa saja. Sulit aku bedakan walau akhirnya aku harus jujur membedakannya, bahwa Siantar adalah Siantar, Medan ya tetap Medan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku sadari, fikiran ku kacau ketika ku paksakan diri ini berpisah dari mu. Jantung ku lemah dengan denyut nadi yang tak normal, sebab aliran darah persahabatan kini teruji dipisah oleh ruang dan waktu. Kaki ku gemulai meninggalkan kenangan Siantar yang telah kita rajut bersama-sama. Dada ku sesak, bibir bergetar berat seiring dengan geraian air mata yang mulai menumpuk di dua bola kornea mata ku. Tubuh besar ku gemetar bagai kehilangan energi hidup yang mengiris-iris seluruh persendian anatomi ku. Dalam bathin ini aku menangis sembari ku sisipkan doa ;&lt;br /&gt;“Ya Tuhan, aku bersyukur atas anugrah dan karunia Mu, ku tundukkan kepala ku hanya semata menyembah Mu. Ku tengadahkan tangan ku hanya semata bermunajat atas keridhaan Mu. Ku geraikan persaaan ku, karena kepada Mu lah tempat ku mengadu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Tuhan, aku hina karena Engkau Penguasa. Aku bukan penguasa, sebab aku manusia durja di mata Mu. Aku bukan pejabat, tapi aku sahabat mereka. Aku adalah mereka, sebab mereka adalah aku. Jangan kau cabut ridho Mu, sebab aku terus merindukan ridho Mu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ku ingat bekas piring sarapan pagi ku di warung Kok Tung, gelas air minum ku di warung pinggiran yang ditaburi abu jalanan, kolam pancing tempat ku berdialog dengan alam dan tempat mejeng ku bersama teman-teman Bikers Mitra Polri (BMP) dengan sepeda motor butut tua merk Honda C-90 rakitan tahun 1970-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit ku lupa “tamparan” kritis sahabat ku yang mereka tuliskan melalui tinta pena jurnalisme. Mereka “dor” aku dengan senapan jurnalisnya, mereka tampilkan foto ku bagaikan aku seorang bintang Hollywood kelahiran Anak Medan. Mereka tulis prestasi institusi ku dengan jiwa persahabatan dan keikhlasan. Mereka protes aku dengan suaranya yang kritis, sok tahu dan sedikit lantam tapi aku suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renyuh hati bila ingat saat aku nyantri bersama warga dan sahabat ku di sebuah pesantren yang mengajarkan kesederhanaan, kejujuran dan keikhlasan. Sungguh sebuah tampilan hidup yang menggambarkan kehidupan surgawi yang diajarkan guru ku pimpinan pesantren Darussalam KH Muhammad Bakri LC (yang akrab kami sapa Abun). Ulama kharismatik ini memiliki stereotype yang rendah hati, bersahaja, wara’, berani dan cerdas. Dada ku basah karena disirami kalimah zikir yang diajarkannya, otak ku encer dibaluti rentetan pertimbangan yang rasional darinya. Begitulah Abun ku hormati yang selalu menasehati kata hikmah menghujam persis tepat ke sanubari ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih teramat banyak bila ku uraikan jutaan kenangan Siantar ku. Tinta pena ini pastilah tidak cukup bila seluruhnya tumpah dalam gundah ku. Tetapi ku yakini bahwa setiap huruf yang keluar dari bibir pena tersimpan cerita indah yang ku simpul dalam resapan hati ku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, hati berat menerimanya, tetapi aku harus tunduk dan patuh kepada Negara. Sebab Negara adalah milik kita, harapan dan masa depan kita. Kota tidak memisahkan persahabatan kita, sebab kota hanya memisahkan ruang dan waktu saja. Aku harus memenuhi tugas baru yang dipercayakan Negara kepada ku. Aku kembali ke kota kelahiran ku demi memenuhi rasa abdi ku kepada Negara. Bila jembatan hati ini terus terajut maka kita dapat menembus ruang dan waktu yang terpisah ini. Jembatan hati yang kita rajut bagaikan anyaman kain dipintal dengan jutaan helai benang. Semakin dirajut semakin kuat, padat dan indah, apalagi di hiasi dengan sentuhan persahabatan dengan corak warna kelembutan fikir dan zikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siantar ku !! Tetaplah kita berfikir melahirkan inovasi yang berguna bagi peradaban kota , dan selalulah berzikir agar keridhaan Tuhan menyertai inovasi fikir kita. Jika kita selalu menggunakan fikir dan zikir, ruang dan waktu itu pasti akan menyatukan kita kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak boleh larut dalam kesedihan, sebab kesedihan yang larut menjadi penghalang gerak perjuangan. Perjuangan kita masih panjang demi mengabdi pada agama, nusa bangsa dan Negara. Mari kita jaga kota dengan kedamaian, keakraban dan rasa saling menghargai tanpa harus melukai sekalipun tajam terkatakan. Terimakasih Siantar ku, sahabat ku, mitra ku, saudara ku dan salam hormat buat guru ku. Inilah kado terindah yang bisa ku ucapkan sebagai bentuk kenangan bersama Siantar ku. Kini ku yakni diri ku, dan kau pun telah meyakini ku, bahwa Aku Bukan Pejabat, Tetapi Seorang Sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. Safwan Khayat M. Hum&lt;br /&gt;*PENULIS, Alumni SMA Neg.I Medan, UMA dan Dosen UMA, Alumni Pasca Sarjana USU, Mantan Kasatlantas Poltabes MS, Mantan Wakapolresta P Siantar. Email; safwankhayat@yahoo.com.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-8035325828787674544?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/8035325828787674544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=8035325828787674544' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/8035325828787674544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/8035325828787674544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2009/02/aku-bukan-pejabat-tapi-seorang-sahabat.html' title=''/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SYal19GRCRI/AAAAAAAAASA/Df6-ZMd2N1k/s72-c/DSC06272.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-475075798313932162</id><published>2009-02-01T22:46:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T00:15:00.010-08:00</updated><title type='text'>Derita bathin sang pohon.</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;em&gt;                 &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;em&gt;Andai Pohon Bisa Bicara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SYag7F6wowI/AAAAAAAAAR4/UCEfGkH_6Eo/s1600-h/pohon+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298098948709327618" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 99px; CURSOR: hand; HEIGHT: 126px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SYag7F6wowI/AAAAAAAAAR4/UCEfGkH_6Eo/s200/pohon+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Derita Bathin Sang Pohon&lt;/strong&gt; !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami hanyalah makhluk lemah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Kami bersujud kepada Tuhan yang menciptakan seluruh isi alam dengan hutan rimba yang menyejukan, laut yang luas dan dalam serta ruang kehidupan yang tak berujung dalam lingkaran bumi yang bulat. Kami dan engkau (manusia dan hewan) adalah hamba-Nya yang sama-sama menghuni bumi ini dengan batas waktu yang telah ditentukan. Kami dan engkau saling melengkapi agar Sunnatullah berjalan menurut qadar dan iradat-Nya.&lt;br /&gt;Peran kami dan engkau tentulah berbeda, sebab kami memiliki keterbatasan gerak dan kesempatan. Engkau bisa bergerak kemana saja memperturuti hawa nafsu dan akal mu, tetapi kami hanya berdiri, bertahan dan berharap semoga kami dipelihara lalu diperhatikan demi kelangsungan hidup selanjutnya.&lt;br /&gt;Kami bantu kesejukan alam ini dengan hembusan nafas zat HO2 dan O2 serta jutaan elektron ion kehidupan dari tubuh kami. Kami lenggokan kemolekan tubuh ini dengan lambaian dedaunan nan hijau penuh kelembutan manakala angin menyapa dengan hembusan persahabatan. Kami lindungi sekitarnya dengan hawa kesejukan tatkala sang Matahari betapa “sombong” menunjukkan kehebatan panasnya.&lt;br /&gt;Tidak terhitung berapa banyak jenis kami yang dibabat oleh pembalakan liar di kawasan tempat kami hidup. Tubuh kami “dijajah”, dieksploitasi dan diperjualbelikan demi mengejar keuntungan duniawi yang tidak berbias bagi diri kami. Kami dijadikan komoditi yang mampu menembus pasar domestik dan internasional yang ditukar dengan nilai mata uang sesuai dengan ukuran tubuh dan berat badan kami. Kami diperdagangkan demi semata mengumpulkan kekayaan yang tak pernah kami nikmati sedikitpun. Padahal, kami hanya membutuhkan setitik air kehidupan yang menyirami dan membasahi tubuh kami agar ruang kehidupan duniawi tidak kering, panas, tandus dan menjengkelkan. Jikalau kami minta lebih dari itu, semisal pupuk atau sejenisnya, itupun tidaklah berlebihan bila dibandingkan dengan keuntungan materi yang diperoleh dari diri kami.&lt;br /&gt;Kami dijadikan komiditi ekonomi dengan pola ragam bentuk yang dapat menghasilkan karya seni. Dengan kehebatan teknologi, kami bisa di pola menjadi kursi, meja, pintu, lemari, spring bed, kotak obat, perangkat keras rumah, pendopo dan entah apa lagi. Teramat banyak yang bisa dihasilkan dari tubuh kami sehingga kami menjadi bahan rebutan dengan segenap peluang dan tantangan yang ada.&lt;br /&gt;Kami bersyukur kepada Tuhan Yang Menciptakan kami dapat memberikan yang terbaik bagi sesama makhluk di luar tubuh kami. Dedaunan yang memperindah penampilan kami membawa manfaat bagi sebagian hewan yang dijadikan sebagai makanan pokok mereka. Bahkan, beberapa spesies dari jenis kami, daunnya bisa memiliki khasiat yang luar biasa guna menyembuhkan beberapa jenis penyakit manusia.&lt;br /&gt;Tetapi, rasa syukur kami kepada Tuhan adakah berbalas dengan mensyukuri segala kebesaran Sang Ilahi yang menciptakan seluruh hamparan bumi dengan kekayaan yang terkandung didalamnya ? Adakah rasa syukur itu diwujudkan dengan perhatian menjaga lingkungan yang serta merta sama pula menjaga diri kami ? Sesungguhnya, penderitaan kami semakin membekas jikalau kami dieksploitasi terus menerus.&lt;br /&gt;Tak cukup komoditi ekonomi, kami pun dijadikan hiasan politik oleh engkau yang berpesta demokrasi. Tubuh kami kembali dieksploitasi demi memperlihatkan ribuan foto close up dengan senyuman, wajah yang penuh harap, jutaan kata ajakan menempel di seluruh tubuh kami. Tubuh ini terasa berat menangung beban ribuan gambar-gambar itu. Belum lagi tajamnya paku yang menancap di tubuh kurus ini hingga melukai dan berdarah.&lt;br /&gt;Mungkin sudah nasib bagi kami yang berada nun jauh dari mata, dimana kami tumbuh dan subur jauh dari amatan dan sentuhan di rimba sana. Kami yang berada di kota dengan dengan kelopak mata, engkau nyaris sia-siakan kami. Hampir tidak tersisa setiap tubuh kami di sepanjang jalanan kota dan luar kota bergantungan wajah-wajah mu. Selagi masih ada tempat di atas batang tubuh ini, engkau tanjapkan wajah mu di atas wajah ku. Kesalnya lagi, tak jarang sebagian anggota tubuh kami dipotong agar wajah manis mu dilirik orang lain. Padahal jujur saja, kami juga ingin tampil indah agar dilirik orang lain.&lt;br /&gt;Heran..!! Apa sih salah kami? Mengapa kami harus berbaik hati sementara engkau sedikit pun tak pernah menyirami tubuh ini? Pernah engkau perhatikan kami tatkala kerongkongan ini kering dan haus ? Ingatkah kau kepada kami ketika keinginan mu terwujud ? Bisakah engkau kembalikan keindahan tubuh kami setelah semua ini berlalu ? Atau engkau biarkan saja foto diri mu menempel terus menutupi wajah kami ?&lt;br /&gt;Yah !! mungkin sudah nasib kami yang selalu dieksploitasi. Kami hanya pasrah menanti waktu, hari dan musim yang pasti kami jalani. Kami hanya sebatang pohon bisu yang tertindih oleh kerasnya kehidupan manusia sesuai zamannya. Keuntungan ekonomi dan obsesi politik melengkapi penderitaan kami. Semua tak berbalas, sebab kami tidak pernah meminta balasan. Kami hanya menangis dan terus menangis seraya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Penyayang ;&lt;br /&gt;“Tuhan, gerakkan hati dan fikiran mereka agar peduli lingkungan dengan menjaga sesama ciptaan-Mu. Tuhan, Kau Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. Jangan Kau jatuhkan keputusan azab-Mu hanya karena mereka rusak ciptaan-Mu sebenarnya mereka tidak mengetahui apa yang sudah mereka lakukan itu adalah salah . Sebab kami yakin, tidak ada yang lebih tinggi dari Mu”. Kepada Mu kami menyembah, dan kepada-Mu juga kami mohon pertolongan”.&lt;br /&gt;Kami berharap dan terus berharap agar persahabatan kita dapat terjalin. Kami dan engkau saling melengkapi di setiap detik putaran waktu bumi. Persahabatan abadi ini wujud kepedulian kita kepada alam yang dititipkan Sang Ilahi.&lt;br /&gt;Sayangi kami, sebagaimana kami menyayangi mu. Mari kita saling melengkapi dengan menjaga hubungan sesama makhluk hidup. Terimakasih kami ucapkan kepada engkau sahabat kami yang menyapa alam dengan ramah, peduli dan mau mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan, 28 Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. Safwan Khayat M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Penulis, Alumni SMA Negeri 1 Medan, Alumni dan Dosen UMA, Alumni Pascasarjana USU. Email; safwankhayat@yahoo.com &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-475075798313932162?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/475075798313932162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=475075798313932162' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/475075798313932162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/475075798313932162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2009/02/derita-bathin-sang-pohon.html' title='Derita bathin sang pohon.'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SYag7F6wowI/AAAAAAAAAR4/UCEfGkH_6Eo/s72-c/pohon+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-6193626280834237678</id><published>2009-01-07T04:46:00.001-08:00</published><updated>2009-01-07T04:50:06.678-08:00</updated><title type='text'>Menanti Matahari Terbit Kembali</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SWSkySyGfVI/AAAAAAAAARc/huYSTopylHU/s1600-h/safwan+foto.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288533046382198098" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 162px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SWSkySyGfVI/AAAAAAAAARc/huYSTopylHU/s200/safwan+foto.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PSMS Ku, Menanti Matahari Terbit Kembali&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang siang tepatnya sang Matahari berada di ubun-ubun kepala, saya berniat balik di Mapolresta P Siantar setelah mengawasi anggota di lapangan sambil memantau situasi lingkar kota . Entah mengapa tanpa rencana, telepon seluler ku berbunyi muncullah nama di layar handphone seorang nama rekan sejawat yang bertugas di kantor Kejaksaan Simalungun. Telepon diangkat, singkat cerita aku meluncur ke ruang kerjanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya, kami berjabat tangan tersenyum sambil teman ku berucap, apa kabar bang Safwan ? Sehat, jawab ku mantap. Aku pun balik menyapa, abang bagaimana kabarnya ? Sama seperti abang Safwan, balasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menyilakan aku duduk di kursi yang telah tersedia pada ruangan yang sederhana tetapi cukup enak dan sejuk karena ada airconditioner (AC) di ruangan itu. Bang Safwan minum apa ? tanyanya lagi. Saya sukanya air dingin, sambut ku. Koq minum es bang ? Nanti bang Safwan sakit, soalnyakan baru dari lapangan cuacakan cukup panas di luar ?, celotehnya. Gak apa bang, saya ingin minum dingin biar segar, jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, datanglah minuman pesanan kami yang diantar seorang gadis yang berjualan di kantin kantor itu. Satu cangkir air dingin pesanan ku, sedangkan teman ku itu rupanya doyan kopi hitam yang kental. Eh rupanya, ada juga kue di atas piring kecil dengan cita rasanya yang enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami ngobrol santai tawa canda sambil sesekali meneguk minuman dan kue yang tersedia. Entah dari mana pembicaraan di mulai, tetapi kami serius membahas tentang masyarakat, hukum dan sesekali nyeleneh bicara politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak di sangka, teman ku itu bertanya di luar dugaan fikiran ku. Saya sedih lihat nasib PSMS Medan yang prestasinya tidak secemerlang dulu. Padahal, walau saya bukan orang Medan asli, tetapi PSMS sudah menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara, terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kaget dan sangat shock, kenapa temanku menyinggung soal itu. Rupanya, setelah ku ikuti kata demi kata, beliau sangat mencintai tim kebanggaan kota kelahiran ku (PSMS), simpul ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun ngobrol soal PSMS Medan yang nama besarnya semakin pudar. Kekalahan sering dialami, sehingga memudarkan fanatisme dukungan bagi penggemarnya. Ciri khas permainannya pun tidak sekelas Ramli Yatim, Abdul Kadir, Nobon, Taufik Lubis, Suparjo, Sutrisno, Sumardi, Ricky Yakob dan skuad PSMS lainnya. Dulu, mayoritas tim PSSI dibanjiri pemain PSMS, sekarang paling hanya 2 orang saja, sesalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benak ku pun berputar, koq dia tahu nama-nama skuad PSMS zaman dulu, heran ku. Lalu ku simpulkan, betapa harumnya tim kota ku membawa harum provinsi ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa, obrolan kami menghabisi waktu ± 1 jam. Lalu kami berpisah sambil beliau berucap, lain waktu saya mampir ke kantor bang Safwan ? Saya tunggu ya ? sambut ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun balik ke Mapolresta P Siantar dengan mengendarai sepeda motor tua bermerk Honda Kijang C90 rakitan tahun 1970-an. Sepeda motor tua ini sering ku gunakan saat dinas di lapangan agar aku dapat lebih dekat dengan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju Mapolresta, aku sampiri sejenak ada sejumlah warga sedang asyik ngobrol di warung kopi yang letaknya persis di bibir jalan. Ku parkirkan kereta butut ku persis di sebelah warung itu. Warga sontak kaget menyapa dan menghampiri ku.. Pak Safwan ada apa ke mari ? Ah enggak, cuma mau gabung minum teh, bolehkan ? tanya ku sok akrab. Bapak ini ada-ada saja, ya boleh la, kami pun senang pak Safwan mau duduk di warung ini ? sambut mereka. Lalu kami duduk berdekatan, aku pun mulai ambil ajang ku pesan air putih dingin lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang warga bertanya, dari mana pak ? Sepertinya baru ngontrol nich ? ingin tahunya. Oh ya, baru dari lapangan mengawasi situasi Kamtibmas kota ! tandas ku. Kami kaget lho, pak Safwan mau duduk di warung ? Kami kira ada yang mau ditangkap ? canda anak muda dengan lakon Bataknya. Kalian nich ada saja, saya kan juga sama seperti kalian ? jawab ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun larut dalam obrolan sambil menikmati segarnya minum teh manis dingin ku yang sedikit ditaburi abu jalanan. Tak kusangka anak muda yang suka mencandai ku tadi berceloteh. Pak Safwan, PSMS Medan tajinya sudah patah ya ? Mata ku terbelalak bagaikan mau copot. Koq sama ya pertanyaan anak muda ini dengan teman sejawat ku tadi ? heran ku. Aku semakin di cerca dengan tubian pertanyaan yang membuat dada ku panas dan kuping ku risih. PSMS Medan bukan lagi Ayam Kinantan, tapi ayam sayur ? seloronya tanpa memandang perasaan ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin tahu apa motif pertanyaan mereka ini. Setelah ku investigasi, rupanya mereka fans berat dengan kesebelasan kesayangan ku. Mereka bangga dengan PSMS Medan walau mereka bukan anak Medan . Mereka sempat bernostalgia, tatkala PSMS Medan menjamu lawannya di Stadion Teladan datang jauh-jauh dari Siantar. Kami cinta dengan PSMS pak, sekaligus sedih nasibnya kini ? imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dada ku yang panas perlahan-lahan dingin bagaikan tayangan iklan produk minuman yang dilakoni artis muda di televisi. Kuping ku tak risih lagi mendengar celoteh kolot mereka. Aku pun menyikapinya dengan sabar dan sadar bahwa beginilah nasib PSMS ku ? perih ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku lihat jam tangan ku sudah pukul 14.12 siang. Rupanya aku sudah 45 menit duduk bersama mereka. Aku pamit balik ke kantor sambil berjabat tangan akrab. Pak Safwan jangan marah ya dengan seloroh kami tadi ? harap pemuda yang buat dada ku panas tadi. Ah enggak, memang PSMS keadaannya ya begitu ! sambut ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku engkol sepeda motor butut ku dengan kecepatan 60 KM/jam. Maklum kereta tua tapi unik dan antik. Aku pun di lepas mereka dengan senyuman dan lambaian tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di Mapolresta, aku langsung menuju ruang kerja ku dan duduk lesu terdiam. Ada apa dengan ku, mengapa hari ini orang-orang menyinggung tim kebanggaan ku ? sesak ku dalam dada. Apa yang harus ku lakukan, kalau kecintaan mereka semakin pudar di telan memudarnya nama besar PSMS Medan ku ? Lalu ku ambil pena dan secarik kertas putih polos. Ku goreskan pengalaman ini agar teman ku, saudara ku, keluarga ku dan orang-orang yang memiliki kecintaan dengan PSMS membaca keluh kesah ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pena ku pun berbicara, PSMS ku harus bangkit sejaya dengan masa lalu mu. Jangan engkau hilangkan karisma mu yang mengharumkan kota ku, kota dia dan kota mereka. Sebab, PSMS bukan saja kebangkaan kota Medan , tetapi kebanggaan Sumatera Utara. Rupanya, mereka menanti terbitnya Matahari yang pernah menerangi persepakbolaan Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pena ku seakan tak mau berhenti menuliskan satu persatu huruf kekecewaan. Apa salah mu hingga kau begini ? Kenapa kau ditelantarkan padahal jasa mu banyak ? Apa yang kita beri selayaknya PSMS telah memberi kejayaan dahulu ? Bisakah kita bangkitkan kedigjayaan PSMS ketika melumpuhkan lawan-lawannya dulu ? Banyak lagi celoteh sumpah serapah pena ku seakan tak mau berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku lihat jarum jam dinding tepat pukul 16.15 menit. Pena pun berhenti karena aku tersadar hendak shalat Ashar. Lalu pena ku tinggalkan menuju kamir mandi guna mengambil air wudhuk. Dalam ibadah ku berdoa; ya Tuhan, kapan Kau terbitkan lagi Matahari di kota ku ? Bisakah aku bersama teman ku membawa PSMS mengangkat kembali citranya yang menjadi kebanggaan kota ku ? Kepada Mu lah aku menyembah, dan kepada Mu lah aku memohon pertolongan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P Siantar Januari 2009&lt;br /&gt;PE N U L I S&lt;br /&gt;Drs Safwan Khayat M.Hum&lt;br /&gt;*Alumni UMA dan Dosen UMA Medan, Alumni Pasca Sarjana USU, Mantan Kasatlantas Poltabes MS dan saat ini Wakapolresta P Siantar. Email ; safwankhayat@yahoo.com. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-6193626280834237678?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/6193626280834237678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=6193626280834237678' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/6193626280834237678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/6193626280834237678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2009/01/menanti-matahari-terbit-kembali.html' title='Menanti Matahari Terbit Kembali'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SWSkySyGfVI/AAAAAAAAARc/huYSTopylHU/s72-c/safwan+foto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-5983108009817040997</id><published>2009-01-01T03:56:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T03:58:52.575-08:00</updated><title type='text'>Gagasi Hidup Dengan Berfikir Bentengi Dengan Berzikir</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tahun 2009 Gagasi Hidup  Dengan Berfikir,&lt;br /&gt;Bentengi Dengan Berzikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh,&lt;br /&gt;Drs. Safwan Khayat M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini catatan kecil gugahan ruang perilaku kita di tahun 2008 agar lebih berbeda di tahun 2009 ini. Rangkaian perilaku kita dalam bertindak memutuskan sesuatu adakah dinafasi dengan berfikir dan berzikir sebagai kekuatan. Tanpa bermaksud menggurui pembaca, penulis mengajak pembaca bahwa selama ini kita lemah sekali menggandengkan dua kekuatan ini di setiap proses kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik, menit, jam, hari, minggu dan bulan kita lalui dengan hayalan, harapan, kenangan, obsesi, tangisan dan canda tawa. Putaran detak jarum jam diiringi detak jatung kehidupan dalam menafasi seluruh aktifitas kita di tahun lalu. Semuanya telah berlalu di tahun 2008 dengan harapan di tahun 2009 muncul suatu perubahan hidup yang lebih baik, dinamis dan produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kata yang terurai, janji yang terucap, arah kaki melangkah dan sikap yang diperbuat menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Andaikan kehidupan ini dituliskan ke dalam sebuah buku catatan harian, berjuta kata terangkai indah dan beratus anak pena habis terpakai di atas kumpulan lembaran kertas dengan ragam jenisnya. Bisa jadi, cerita indah tertulis lincah di atas jari jemari kegembiraan yang menggoreskan rangkaian obsesi dan prestasi yang di raih di tahun 2008. Tidak dipungkiri pula, sejumlah cerita buruk juga terkumpul dalam catatan itu di atas pena kelukaan yang penuh penyesalan, sumpah serapah, kegagalan dan entah apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini semuanya menjadi cerita kenangan pahit, getir, manis dan bahagia masih belum lepas dari ingatan. Tahun 2009 harus menjadi milik kita, milik keluarga kita, milik sahabat kita dan milik semua orang tatkala awal pergantian tahun dilanjuti dengan putaran detik, menit, jam, hari, minggu dan bulan. Perubahan harus kita raih yakni dengan cara merubah pola berfikir dan orientasi diri merangkul kebersamaan. Di tahun ini pula, titian hidup diperkokoh dengan kekuatan fakultas fikir dan fakultas zikir di dalam diri. Dua fakultas ini harus berjalan beriringan tanpa boleh berjalan sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakultas fikir yakni menata sistem berfikir logika sehat dengan perencanaan matang dengan memanfaatkan peluang dan merangkul seluruh potensi kemanusiaan. Tidak  mungkin seseorang berhasil tanpa dukungan dan doa orang lain. Fakultas zikir adalah meneguhkan hati dengan rohani yang kuat, sejuk dan lembut dengan zikrullah agar kita lebih berjiwa besar serta mampu meredam emosi negatif yang kurang menguntungkan dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua fakultas ini menjadi benteng diri tatkala menapaki rangkain agenda hidup di tahun baru ini. Di tengah situasi yang sulit dengan himpitan krisis ekonomi global, kedua fakultas ini dapat membantu kita dalam menyikapi setiap keadaan yang berhadapan dengan persoalan diri. Artinya, pembentukan fakultas fikir dapat membantu otak kiri dan kanan dalam mengolah data dan fakta guna menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Sementara fakultas zikir menyirami kekeringan rohani manusia yang dijadikan sebagai pilar keteguhan jiwa manakala berhadapan dengan situasi persoalan yang krusial (rumit). Berfikir dan berjiwa besar adalah implementasi dari dua kekuatan fakultas fikir dan zikir. Lakukanlah sesuatu yang berguna, jika kita ingin hidup berguna. Andaikan kita selalu berfikir dan berzikir, maka kita dijauhi dari hidup fakir dan sifat kikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasi hidup dengan berfikir, akan membantu seluruh perencanaan hidup di muka bumi, tetapi bentengi pula dengan berzikir maka sesungguhnya hidup jauh lebih terarah menuju kebahagian hidup dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip pesan pengetahuan dan moral yang diajarkan Rasulullah SAW dalam sabdanya yakni ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau engkau ingin hidup bahagia di dunia, maka gunakanlah fikir mu (ilmu). Jika engkau ingin bahagia di akhirat, maka gunakanlah zikir mu (ilmu). Jika engkau ingin hidup bahagia dunia dan akhirat, maka gandengkanlah fikir dan zikir mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Akhir catatan kelabu di penghujung 2008 isilah dengan awal catatan ceria di awal pergantian waktu di tahun  2009. Hapus hayalan yang menyesakkan otak dan dada, dengan menggantikannya dengan perencanaan dengan fikir dan zikir. Susunlah perencanaan diri dengan urutannya sesuai dengan skala prioritas dan batas kemampuan. Sebab, saat kini kita sedang melalui masa sulit krisis ekonomi global yang melingkari pendapatan ekonomi kita. Jauhi kepanikan, tetapi dekatkan ketenangan yakni dengan menggunakan pola fikir dan potensi zikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008 tidaklah berbeda dengan tahun 2009 jika kita lihat dari sisi ruang, waktu, hari, minggu dan bulan. Tetapi yang perlu kita bedakan yakni perencanaan diri yang terukur dengan pemanfaatan gagasan berfikir dan potensi berzikir. Di tahun 2009 ini pasti berlaku sama jika kita tidak merubah pola hidup dengan tahun lalu. Kesempatan tidak mungkin terulang andaikan kita tidak memeliharanya dan menggunakannya. Kesempatan tidak datang dengan sendiri, tetapi harus kita ciptakan dengan berbuat positif lalu datanglah kesempatan itu. Begitu pula pengalaman bukanlah musibah atau doa yang terkabul, tetapi pengalaman itu datang karena kelalaian atau keseriusan kita memanfaatkan kesempatan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting, kita bersyukur melalui tahapan pergantian waktu ini berjalan dengan mulus tanpa riak dan situasi yang menakutkan. Kedewasaan diri kita mulai tumbuh dengan perilaku yang positif sekalipun belum terwujud perubahan totalitas. Mulai hidup sederhana, karena keserdahaan bukanlah berarti kita miskin. Hiduplah dengan waktu dan rezeki yang tepat guna karena lebih terukur atas setiap hasil yang diperoleh. Adakah kita lebih sederhana melawan emosi hidup dengan bermegah-megah di tahun 2008 ? Bisakah kita bersabar sedikit memanfaatkan waktu dan rezeki secara terukur ? Apakah dominasi tindakan emosional lebih mengental daripada sikap  rasional ?  Mampukah kita menjaga prestasi dibandingkan prestise ? Inilah sekelumit urutan pertanyaan yang muncul dalam menyikapi pergantian tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa kita bakal memasuki sejumlah aktifitas besar khusus pada ruang pentas politik. Disamping agenda krisis ekonomi, agenda politik seperti pemilihan umum (Pemilu) 2009 menjadi pesta politik paling akbar. Ada dua Pemilu yang kita hadapi yakni memilih wakil kita di parlemen dan memilih pimpinan nasional (Presiden dan Wakilnya). Gesekan dan konflik horizontal berpotensi terjadi dari para pendukung andaikan setiap perencanaan politik tidak melekatkan kekuatan fikir dan zikir. Diperhitungkan, tahun 2009 ini berlangsung seru karena adanya dua aktifitas politik yang paling akbar dengan kekuatan kontestan multi partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedewasaan berpolitik dengan kekuatan fikir dan zikir setidaknya menjaga ruang stabilisasi keamanan. Sikap politik yang tidak mengandalkan fikir dan zikir yang timbul hanyalah memaksakan kehendak atau cara-cara yang merusak tatanan hidup berbangsa. Begitu pula sikap menghamburkan uang demi mengejar jabatan dunia, padahal situasi krisis ekonomi saat ini hendaknya harus kita sikapi dengan kesederhaan dengan pemanfaat waktu dan rezeki tepat guna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita merasakan kegagalan, bukanlah membunuh seluruh obsesi kita yang masih panjang, tetapi kegagalan itu adalah obsesi tertunda yang memerlukan teknik hitungan matang.. Andaikan kita telah berhasil, jangan berpuas diri sebab kegagalan selalu mengintip kelalaian kita. Selamat tinggal tahun 2008 yang kini menjadi kenangan, selamat datang tahun 2009 menjadi awal masa perubahan. Kita gagasi setiap perencanaan dengan berfikir dengan dilapisi berzikir sebagai benteng diri. Mudah-mudahan di tahun baru ini ikut memperbaharui seluruh rangkaian pola hidup yang lebih positif dan produktif. Wallahu a’lam bishawwab !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P. Siantar, 1 Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P E N U L I S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. Safwan Khayat M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* PENULIS, Alumni UMA dan Dosen UMA, Alumni Pasca Sarjana USU, . Email; safwankhayat@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-5983108009817040997?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/5983108009817040997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=5983108009817040997' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/5983108009817040997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/5983108009817040997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2009/01/gagasi-hidup-dengan-berfikir-bentengi.html' title='Gagasi Hidup Dengan Berfikir Bentengi Dengan Berzikir'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-1223221259633173428</id><published>2008-12-15T08:27:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T08:32:29.184-08:00</updated><title type='text'>Krisis Global</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SUaGicidDgI/AAAAAAAAARU/aTGg0g33yRA/s1600-h/foto+safwan+koko.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280055539472862722" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 160px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SUaGicidDgI/AAAAAAAAARU/aTGg0g33yRA/s200/foto+safwan+koko.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Krisis Global, Kita Harus Bisa Menahan Diri&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh: Drs Safwan Khayat M.Hum&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan, ribuan dan mungkin jutaan nasib tenaga kerja di belahan dunia hanya bisa pasrah andai saja perusahaan tempat mereka bekerja terkena bias krisis ekonomi global di penghujung tahun 2008 ini. Kinerja dan prestasi para buruh/karyawan mulai terganggu akibat hempasan krisis global yang melanda perekonomian masyarakat dunia. Hayalan, harapan dan kenyataan berkecamuk andaikan nasibnya harus kehilangan pekerjaan yang selama ini sebagai fondasi ekonomi. Pekerjaan hilang, maka hilang pula pendapatan. Pendapatan hilang, pupuslah harapan dan tujuan. Pekerjaan dan pendapatan hilang, terancamlah masa depan yang terbunuh oleh sebuah tekanan krisis global yang menyisakan kekecewaan. Pelaku usaha kewalahan karena tingginya beban pembiayaan yang tidak sebanding dengan penjualan. Untuk menjaga stabilisasi produksi, perusahaan melakukan penghematan dengan mengurangi biaya produksi dan perampingan karyawan.&lt;br /&gt;Sekalipun harga minyak dunia menurun tajam, krisis global terus berlanjut dengan tingginya suku bunga perbankan. Pelaku usaha kesulitan menghitung akses permodalan karena ketidakmampuan untuk mencicil hutang dengan bunga yang membengkak. Untuk bertahan, cara yang biasa dilakukan dengan menata penghematan melalui upaya penekanan pembiayaan dan mengurangi jumlah karyawan.&lt;br /&gt;Di dalam negeri, dampak krisis global mulai menunjukkan pengaruhnya terutama pada kondisi keuangan (moneter) dan daya tahan pembiayaan perusahaan. Nilai kurs mata uang rupiah semakin terancam hampir mendekati Rp. 12.000/dollar. Bahan baku sulit di dapat yang disertai melambungnya harga beli. Situasi mulai bergerak ke arah kepanikan tatkala beberapa perusahaan mulai mengurangi jumlah tenaga kerjanya dengan modus pemutusan hubungan kerja (PHK). Suasana ini terus berlanjut diikuti munculnya aksi demonstrasi buruh/karyawan yang menuntut hak pekerjanya.&lt;br /&gt;Meski belum besar, gelombang aksi demonstrasi akibat dari krisis global mulai bermunculan. Pemerintah kini mulai mengambil langkah-langkah guna mengantisipasi meningkatnya gelombang aksi demonstran yang pernah terjadi di Negara kita di tahun 1997. Ancaman PHK terus menghantui buruh/karyawan yang bisa berakhir dengan tangisan duka, kekecewaan, kerawanan dan keamanan. Kehilangan pekerjaan dapat merusak dimensi kemanusiaan yang dapat bersikap brutal dan kasar.&lt;br /&gt;Tulisan ini ungkapan secercah atas fenomena krisis global yang harus disikapi dengan kelembutan tanpa panik. Kelembutan biasanya berakhir dengan kedamaian yang menjadi modal sosial bagi kita untuk menjaga keamanan. Kepanikan pasti berakhir dengan kemarahan dan kekerasan yang berujung lahirnya tindakan menyimpang merusak tatanan nilai kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menahan Diri&lt;br /&gt;Terasa sulit bagi setiap orang menerima sebuah kenyataan di luar jangkauan keinginan. Apalagi hancurnya usaha dan kehilangan pekerjaan menjadi beban mental yang cukup berat untuk ditanggung. Beratnya beban biaya hidup dan tingginya biaya pendidikan menjadi beban yang harus ditalangi tanpa bisa ditunda. Kepanikan wajar terjadi karena ruang harapan dan kenyataan bersinggungan tanpa saling melengkapi. Jika kita tidak mampu menahan diri, tindakan konyol semakin menambah daftar persoalan diri yang sepatutnya harus dijauhi.&lt;br /&gt;Buat bangsa kita, krisis ekonomi bukanlah suasana yang baru. Beberapa fase krisis pernah kita lalui seperti tahun 1950-1960-an, 1997-1998 dan 2008 ini. Pada tahun 1950-1960-an, negara kita pernah mengalami resesi ekonomi setelah melepaskan diri dari penindasan bangsa kolonialis. Gejolak politik dan ekonomi merubah kondisi negara kita untuk bangkit mengisi kemerdekaan yang terbelenggu oleh penjajahan. Situasi bangsa cukup kacau, ekonomi sulit, instabilisasi terjadi dan ancaman disintegrasi mendesak kesatuan bangsa kita. Belum lagi selesai kasus internal politik akibat gerakan sparatis dengan sejumlah aksi pemberontakan, aksi demonstrasi terus bermunculan hingga meriuhkan situasi sosial bangsa ini.&lt;br /&gt;Di tahun 1997-1998 pasca jatuhnya regim Orde Baru, suasana yang sama juga terjadi. Krisis ekonomi juga melanda bangsa kita yang berujung PHK besar-besaran, demonstrasi massal dan reformasi politik. Instabilisasi juga terjadi dan ancaman disintegrasi kembali terulang yang dipicu kuatnya sentiment politik-ekonomi terhadap regim yang sedang berkuasa. Keutuhan negara kembali dipertaruhkan yang hancur lebur oleh situasi sosial yang panik, brutal dan anarkis. Korban jiwa berjatuhan ditambah lagi hancurnya sejumlah bangunan fasilitas umum yang di rusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Dari dua peristiwa ini (1950-1960-an &amp;amp; 1997-1998) harus menjadi pelajaran bagi kita dalam menyikapi krisis global di tahun 2008 ini. Bangsa kita jangan mengulangi suatu tindakan yang merugikan diri sendiri. Sikap menahan diri menjadi perilaku yang paling bijaksana untuk tetap menjaga hati dan fikiran memahami situasi krisis global ini. Sikap menahan diri ini dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya; menjaga emosi dengan selalu menyandingkan fikiran dan hati, melakukan penghematan pengeluaran ekonomi, membatasi pergaulan bebas yang menyimpang, meneguhkan ibadah yang kuat dengan kegiatan keagamaan dan selalu menoleh pengalaman masa lalu dengan mengambil manfaat.&lt;br /&gt;Menahan diri berarti kita ikut menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang paling penting kita jaga. Tindakan brutalisme yang menjurus perilaku anarkis adalah wujud perilaku sia-sia yang merusak tatanan interaksi dalam ikatan sosial. Pengalaman masa lalu menjadi pelajaran penting bahwa hidup dalam suasana mencekam jauh dari ketenangan dan kedamaian. Bagi kita yang pernah merasakan dampak krisis ekonomi jangan mengulang sejarah kelam yang pernah singgah dalam catatan sejarah bangsa ini.&lt;br /&gt;Krisis global bukanlah akhir dari kehidupan. Krisis global adalah hasil dari persekongkolan yang serakah menumpuk kekayaan dengan mengorbankan nilai fundamental kemanusiaan. Sejumlah kalangan yang mempunyai kekuasaan dan kekuatan kapital (keuangan) dengan menganut azas ekonomi global menindas fondasi ekonomi dunia yang sepatutnya tidak perlu terjadi. Perilaku ekonomi kapital inilah yang menciptakan suasana menjadi buruk terutama terganggunya sistem ekonomi moneter, goncangan bursa saham dan rusaknya lalu lintas perbankan.&lt;br /&gt;Perilaku solidaritas menjadi sikap yang paling santun kita lakukan dengan menjaga harmonisasi komunikasi dengan segenap elemen masyarakat. Kita mulai lebih waspada atas segala aksi yang menjurus makar yang merusak tatanan stabilisasi keamanan bangsa ini. Berfikir positif, berjiwa besar dan bertindak akomodatif adalah perilaku yang paling sesuai dengan selalu bersikap hidup hemat, cermat dan tepat. Mari kita pertahankan keutuhan, persatuan dan kesatuan sekalipun krisis global terus mencekam ekonomi bangsa kita. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-1223221259633173428?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/1223221259633173428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=1223221259633173428' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/1223221259633173428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/1223221259633173428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/12/krisis-global.html' title='Krisis Global'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SUaGicidDgI/AAAAAAAAARU/aTGg0g33yRA/s72-c/foto+safwan+koko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-731759798051865688</id><published>2008-11-26T19:19:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T19:26:11.336-08:00</updated><title type='text'>Duka Mangkubumi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SS4TLBS6qfI/AAAAAAAAARE/kv0qIptH6Mk/s1600-h/safwan+k.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273173293744695794" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 172px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SS4TLBS6qfI/AAAAAAAAARE/kv0qIptH6Mk/s200/safwan+k.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Duka Mangkubumi dan Perubahan Kaum&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di malam yang hening dan sunyi dengan nyilur angin berhembus menusuk sum-sum nan dingin terbesit renyuhnya hati merasakan larutan duka saudara kita pada tragedi Mangkubumi. Di malam itu selepas menghambakan diri kepada sang Khaliq Tuhan Yang Maha Agung, aliran darah yang setitik, rambut yang sehelai menyatu dalam detak jantung dan fikiran tentang nasib masa depan mereka. Tragedi itu berakhir dengan kesedihan, kepedihan dan kepasrahan yang bermuara dengan sebutan Duka Mangkubumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duka Mangkubumi menjadi duka kemanusiaan yang dirampas kejamnya si Jago Merah melahap dengan laparnya dengan membakar harta, cerita, cinta, angan dan masa depan. Gumpalan api yang lapar hanya menyisakan bangkai bangunan dan puing-puing kedukaan yang telah meluluhlantakkan area kawasan. Merahnya api seketika menghitamkan kawasan itu tanpa memperdulikan tatapan sedih dan ratapan pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi ini adalah Duka Mangkubumi yang harus kita sambut dengan sikap kemanusiaan melalui uluran tangan yang ikhlas guna menjemput perhatian, semangat dan kesetiakawanan. Ratusan bahkan miliaran harta benda hilang, tetapi triliunan cita, harapan dan masa depan ikut terbakar. Masa depan suram, pendidikan anak terancam dan kegundahan mulai mencekam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas pusaran sajadah ke dua tangan ikut bertengadah dengan munajat doa agar dapat menyelimuti tidur mereka di malam itu. Cucuran air mata ikut meramaikan munajat doa kepada Tuhan Yang Maha Penyayang atas hamba-hamba-Nya. Ternyata, munajat doa tidak cukup menyelimuti nyenyaknya tidur mereka, sebab masih ada desakan lain yang harus dilakukan guna menghapus Duka Mangkubumi. Lalu kedua tangan ini meraih sebatang pena yang bergulir begitu cepat menetaskan goresan gagasan agar kita harus berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putaran jarum jam berpacu dengan cepatnya goresan pena sambil melemparkan secercah pertanyaan tentang tragedi itu. Apakah Duka Mangkubumi terbakar karena ditentukan manusia atau ketentuan Tuhan ? Bagaimana nasib mereka dan anak-anaknya? Apakah Duka Mangkubumi harus berakhir dengan seperti ini? Ataukah masih menyusul duka-duka berikutnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duka Mangkubumi adalah fenomena nyata bahwa kawasan padat peduduk ini menjadi sorotan bagi siapa saja. Daftar pertanyaan di atas hanya sebatas tajamnya pena mengejar fenomena itu tanpa bermaksud menimbulkan prasangka. Tetapi kita harus berfikir jernih bahwa setiap kesempitan pasti ada kelapangan, setiap kesulitan selalu ada jalan kemudahan, dan di antara itu pula segala sesuatu urusan hanya kembali kepada Tuhan Pencipta Alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal kebajikan harus kita rajut dalam ikatan persaudaraan dengan membangun jembatan hati di atas pilar kesetiakawanan. Jembatan hati menjadi lintasan kehidupan dalam melangkah dengan sebuah keniscayaan bahwa segala sesuatu hanyalah pinjaman yang dititipkan Tuhan kepada umat manusia. Duka Mangkubumi menjadi bagian dari proses sirkulasi kehidupan yang dinyatakan dalam ketentuan Iradat Tuhan bahwa segala sesuatu pasti kembali kepada-Nya. Sesuatu itu adalah apa saja yang kita miliki, rasakan dan nyatakan akan dituntut pertanggungjawaban dalam sebuah sidang akbar kemanusiaan pada akhirnya nanti. Perbuatan baik dan buruk akan di balas menurut kadarnya, begitu pula kezhaliman pasti dijawab Tuhan dengan kemurkaan. Na udzubillahi min dzalik!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagi orang yang melakukan suatu perbuatan baik, maka Tuhan membalas dengan yang baik, bagi mereka melakukan perbuatan buruk sekalipun mereka memiliki harta dan kekuasaan, maka mereka pasti menebus dirinya. Orang seperti ini Tuhan siapkan perhitungan yang buruk dan tempat kediaman mereka neraka Jahanam. Seburuk-buruk tempat adalah neraka Jahanam. (QS. Ar Radu; 18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Suatu Kaum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu perubahan ke arah yang lebih baik guna mengurangi sifat ego diri yang terkadang membuat kita gagal dalam hidup. Perubahan itu yakni perubahan atas pola tindak, landasan berfikir, teknik pengambilan keputusan dan pola kepemimpinan. Perubahan itu harus syarat dengan sisi kemanusiaan sebagai wujud perilaku hukum berkeTuhanan dengan menjaga kemaslahatan alam. Jika kita gunakan Firman Tuhan dalam kitab suci yang Agung, perubahan itu sendiri sangat bergantung diri manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu yang melakukan perubahan. Apabila Tuhan menghendaki situasi buruk (kacau) kepada kaum itu, maka tidak ada yang dapat menolaknya, tidak ada yang bisa berlindung dari Dia”.(QS Ar Radu; 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak merubah suatu nikmat yang telah dianugrahkanNya kepada suatu kaum, tetapi kaum itu yang merubah nikmat yang ada pada dirinya sendiri”. (QS Al Anfal 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan suatu proses meninggalkan atau melepaskan suatu keadaan menuju target-target kehidupan/perjuangan. Target kehidupan itu lebih menitikberatkan pada suatu ruang kehidupan yang lebih akomodatif, adaptif dan produktif. Namun tetap saja dalam prosesnya, perubahan tidak bisa lepas dari pengorbanan dan dikorbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duka Mangkubumi memberi inspirasi atas rangkaian peristiwa yang ada bahwa nafas perubahan selalu menyita waktu untuk mengkaji haruskah ada pengrbanan atau dikorbankan. Duka kemanusiaan itu adalah sample dari nafas perubahan yang berujung pada ruang kenyataan tatkala tujuan, harapan dan kenyataan bersinggungan. Apakah Duka Mangkubumi menjadi awal dari perubahan kaum yang ditentukan manusia atau ketentuan Tuhan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar dari perubahan adalah nilai kesadaran yang bersikukuh melepaskan pola lama menuju arah yang positif. Kesadaran ini begitu perlu sebab menjadi pilar diri menjemput perubahan. Kesadaran melahirkan perilaku positif paling ampuh menggagalkan perbuatan sia-sia. Agama juga mengajarkan kita bahwa tanpa kesadaran maka perbuatan merugi lagi sia-sia bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duka Mangkubumi merupakan tragedi yang berujung dengan luka kepedihan. Luka kepedihan yang larut dapat menghambat perubahan kaum. Caranya kita harus mengobati dengan membalut motivasi, sabar, ikhlas dan nilai taqwa bahwa cobaan ini juga bagian dari gerakan perubahan kaum. Cukupkah itu, tentu tidak !! Kebijakan juga mempercepat perubahan dengan landasan kemanusiaan pula. Rehabilitasi, renovasi dan rekondisi lokasi kejadian harus syarat pula dengan nilai kemanusiaan yang tidak bisa ditawar. Jika tidak, Duka Mangkubumi pasti terus tanpa memperhatikan tujuan perubahan yang diharapkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita ganti duka dengan suka, luka dengan bahagia, durja dengan candatawa. Mangkubumi harus kembali tersenyum melalui nafas perubahan dengan meninggalkan masa tekanan dengan masa pengembangan. Perubahan yang beradab menjadi cita-cita, sebab perubahanlah yang mampu menjemput kehidupan yang lebih beradab pula. Tetapi yang terpenting, perubahan kaum yang berkemanusiaan tidak akan bisa berdiri tegak tanpa dilandasi sikap berkeTuhanan. Wallahu a’lam bi shawab..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P. Siantar, 24 Nov 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. Safwan Khayat M. Hum&lt;br /&gt;Penulis, Alumni dan Dosen UMA, Alumni Pascasarja USU Email; safwankhayat@yahoo.com dan http://selalukuingat.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-731759798051865688?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/731759798051865688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=731759798051865688' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/731759798051865688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/731759798051865688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/11/duka-mangkubumi.html' title='Duka Mangkubumi'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SS4TLBS6qfI/AAAAAAAAARE/kv0qIptH6Mk/s72-c/safwan+k.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-1893127839705840489</id><published>2008-10-22T07:59:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T08:11:21.926-07:00</updated><title type='text'>MEDAN DAN HUJAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SP9CHxRUnnI/AAAAAAAAAQk/tMM6ZRZVp-I/s1600-h/safwan+jas+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259995591044537970" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SP9CHxRUnnI/AAAAAAAAAQk/tMM6ZRZVp-I/s320/safwan+jas+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Renungan&lt;br /&gt;Medan dan Hujan.&lt;br /&gt;Oleh : Drs. Safwan Khayat, M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gumpalan awan hitam terus bergerak yang telah mencurahkan hujan membasahi tanah Medan hingga ke ubun-ubun bumi yang paling dalam. Medan basah oleh hujan yang deras sebagai pertanda cucuran karunia Tuhan Yang Maha Esa seakan tiada pernah putus melingkari Rahmat-Nya.. Curahan karunia Tuhan menjadi i’tibar bagi kita bahwa hujan bukanlah bencana tetapi limpahan karunia-Nya di atas kekuasaan-Nya yang menjadikan seluruh hamparan bumi menjadi subur oleh siraman hujan. Setiap titik air dari jutaan titik air hujan membawa harapan kehidupan bahwa air menjadi sumber penghidupan manusia di muka bumi. Setitik air menjadi penyambung kehidupan makhluk di muka bumi dengan kesegaran dan kekuatannya telah menambah daftar panjang kehidupan seluruh ciptaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan bukanlah bencana, tetapi hujan adalah rahmat dan karunia Tuhan yang patut kita syukuri. Hujan menjanjikan sebuah kehidupan yang hidup dengan sifat kelembutan, kesejukan dan terapi pertumbuhan. Begitulah jika hujan turun maka bumi dan seluruh penghuninya mensorak ceria menyambut datangnya air keberkahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya kita tidak bersyukur atas limpahan karunia Tuhan dengan menjaga, merawat dan memperbaiki nikmat yang pernah dirasakan, maka hujan menjadi serangan yang menakutkan oleh orang-orang yang tidak menyadari rahmat dan karunia Tuhan. Gumpalan jutaan air hujan dapat menjadi suasana menjadi mencekam tatkala fasilitas alam yang kita nikmati tidak terawat. Bumi akan terendam oleh derasnya serangan hujan yang menikam tajam sampai ke sumsum perut bumi. Derasnya hujan, bumi tidak mampu menampung dikarenakan fasilitas alam terbengkalai dan dirusak. Hutan di babat tajam hingga tidak menyisakan akar kehidupan, sistem drainase yang terbengkalai hingga tidak mampu menyambut curahan hujan, sampah yang menumpuk seakan tidak enggan keluar dari lingkaran kebersihan dan sungai pun enggan menyambut datangnya hujan karena penuh dengan tumpukan kotoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hujan tiba, kota Medan seakan cemas bagaikan di serang balatentara dari Tuhan. Gumpalan awan hitam dengan ledekan bom halilintar mengeluarkan jutaan peluru air hujan memberangus seluruh sisi kota Medan. Medan tergenang, Medan banjir dan Medan tenggelam. Sungai-sungai menolak kedatangan hujan yang akhirnya memuntahkannya kedaratan. Parit atau selokan juga tidak mampu berbuat banyak hanya bisa pasrah dan berdoa semoga sistem pembangunan lebih mengutamakan perawatan daripada keuntungan. Badan jalan penuh genangan air dan menjadi rusak di makan ketamakan. Pohon bertumbangan sambil mengintip siapa sasaran yang menjadi korban. Lalu lintas semakin amburadul karena tidak mampu menangkis serangan hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai kawan, aku, kamu, kami, kita, mereka dan siapun dia yang menjadi Medan sebagai kota pengharapan mari kita rawat dan jaga. Jangan sampai terjadi rahmat dan karunia Tuhan berujung kepada bencana. Hujan bukan lawan tetapi dambaan bagi makhluk hidup yang ada di muka bumi. Ketajaman hujan menjanjikan jutaan harapan dari setiap butir air yang tercurah membahasi kota Medan. Tetapi ketajaman hujan menjadi menakutkan ketika ruang kemanusiaan tidak lagi menjadi modal dalam merawat kota Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus menyakini dan tetap meyakini bahwa Hujan adalah janji Tuhan yang mampu menghasilkan jutaan pengharapan. Hujan menyuburkan tanaman, menggemburkan lahan, menyejukan alam, membasahi sisi kekeringan dan melenturkan ketegangan. Hujan menjadi siksaan manakala manusia tidak pernah menghargai hasil cipta, karya dan karsa yang sepatutnya untuk kemaslahatan pula. Mudah-mudahan, Medan tetap bersyukur atas kedatangan hujan tanpa rasa cemas dan ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, Alumni dan dosen UMA, Alumni Pascasarjana USU, Email; safwankhayat@yahoo.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-1893127839705840489?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/1893127839705840489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=1893127839705840489' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/1893127839705840489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/1893127839705840489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/10/medan-dan-hujan.html' title='MEDAN DAN HUJAN'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SP9CHxRUnnI/AAAAAAAAAQk/tMM6ZRZVp-I/s72-c/safwan+jas+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-9200590993272092764</id><published>2008-10-06T02:54:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T19:49:40.220-07:00</updated><title type='text'>Sadar Lingkungan Selamatkan Medan 10 Tahun Kedepan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Suasana lingkungan kota Medan semakin tidak menentu tanpa arah yang pasti. Beberapa indikasi tidak menentunya wajah pembangunan lingkungan kota dapat dilihat dari situasi sampah yang berserakkan, jalanan berlobang, terbengkalainya penataan pertamanan, semakin parahnya kemacetan lalu lintas, sistem drainase yang asalan dan modus pembangunan fisik yang kurang memperhitungkan analisis dampak lingkungan sekitarnya. Indikasi lain yang menjadi persoalan lingkungan kota juga ditemukan seperti median jalan yang hancur, gangguan pada trafic light di beberapa persimpangan, lampu taman yang mulai rusak, penataan perparkiran yang kurang memperhatikan ruang jalan, pekerjaan proyek fisik yang kurang memperhatikan situasi lingkungan, ketidak tegasan penertiban pedagang dan limbah yang ditumbulkannya dan penindaktegasan terhadap pabrik atau perusahaan tertentu yang membuang limbahnya sembarangan.&lt;br /&gt;Semua indikasi ini berkaitan erat dengan penataan lingkungan kota Medan yang dampaknya dapat merubah wajah dan situasi pembangunan kota menjadi kumuh dan pemborosan. Perlu suatu perencanaan yang terukur, terarah dan matang dalam menata kota Medan mendatang dengan membentuk suatu sistem sinergisitas kerja dengan melibatkan seluruh potensi, elemen, instansi/lembaga dan kedinasan di atas tekad bahwa kota Medan milik dan kepentingan bersama. Rasa memiliki dan sikap kepentingan bersama yakni bahwa kota ini bukan sekedar sebuah kota persinggahan sementara, tempat bekerja dan atau kota rekreasi, tetapi kota Medan adalah tempat kita menetap tinggal dengan relatifitas waktu tertentu.&lt;br /&gt;Apapun tolak ukur kita menjadikan kota Medan sebagaimana yang kita mau, bagi warga yang memanfaatkan kota ini sesuai dengan jenis penggunaannya, kota Medan telah memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Tidaklah etis jika penataan kota ini diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah kota (Pemko) Medan sementara kita memanfaatkan fasilitas dan sarana yang dibangun Pemko Medan dijadikan untuk keuntungan pribadi. Tidak pula bijaksana kita berbuat semaunya di kota ini sementara orang lain juga punya hak yang sama tetapi menyadari tidak mungkin melakukan semaunya tanpa memperhatikan lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;Sepatutnya, rasa malu harus kita tanggung bersama bagi siapa saja yang mengambil manfaat atas kota Medan. Tanpa terkecuali, kalangan birokrat, pengusaha/pedagang, guru/dosen, PNS, TNI, Polri, pelajar/mahasiswa, buruh/karyawan, elitis partai politik, LSM, praktisi dan siapapun yang memanfaatkan fasilitas kota ini untuk kepentingannya wajib menghargai, melestarikan dan menjaga segala wujud pembangunan kota Medan. Disinilah dibutuhkan mentalitas kesadaran, kejujuran dan tanggungjawab kita bersama. Memang tidaklah mudah menuntut kesadaran, kejujuran dan tanggungjawab bagi penghuni kota Medan yang heterogen (ragam populasi budaya), tetapi bagi kita tetap optimis dan meyakini bahwa hidup harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan Manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menata kota ini dibutuhkan suatu mentalitas sikap sadar lingkungan guna menyelamatkan kota Medan sepuluh tahun mendatang. Setidaknya yang perlu dilakukan tiga pendekatan yakni ; 1) pendekatan kultural, 2) pendekatan spritual dan 3) pendekatan struktural.&lt;br /&gt;Pertama, pendekatan kultural adalah pola menggungkap dan menggugah sistem tata aturan perilaku etos kerja yang dianut pada masing-masing budaya. Setiap budaya memiliki nilai luhur yang tinggi mengajarkan mentalitas sadar, jujur dan tanggungjawab. Nilai luhur ini harus ditonjolkan pada masing-masing budaya sehingga ruang kompetisi pada masing warga penganut budaya ikut mendorong menonjolkan budayanya. Peran serta pemuka adat sangat strategis membangkitkan nilai luhur masing-masing budaya ini sehingga kemajemukan budaya di kota ini menjadi lebih positif dan produktif.&lt;br /&gt;Kedua, pendekatan spritual merupakan pola ibadah jiwa keagamaan dengan mengajarkan sikap sadar, jujur dan tanggungjawab. Setiap agama mengajarkan penganutnya untuk berlaku amar ma’ruf nahi munkar (berbuat baik dan menjauhi kekejian). Perbuatan baik adalah tujuan dari seluruh perbuatan agar bermanfaat bagi diri, orang lain dan lingkungan sekitarnya. Perbuatan baik ini menjadi ibadah yang bernilai pahala. Bagi pelaku tindakan keji adalah suatu perilaku yang dilarang dalam agama yang bernilai dosa. Peran pemuka agama sangat strategis memperbaiki moral warga di kota ini.&lt;br /&gt;Ketiga, pendekatan struktural yakni pola tindak dan kebijakan yang terukur, terarah, terencana dan menyentuh dengan memanfaatkan seluruh potensi Pemko Medan melalui job networking system (sistem jaringan tugas) kedinasan/instansi unsur Muspida dan Muspika kota Medan. Pola tindak dan kebijakan Pemko Medan menjadi wujud konkrit program pemerintah dalam menata pembangunan kota yang berwawasan kulturalis dan spritualis.&lt;br /&gt;Penataan kota yang tidak kalah pentingnya adalah penataan fisik kota terutama pada sarana transportasi angkutan umum dan lalu lintas. Sarana transportasi dan lalu lintas juga tidak bisa dipisahkan dari kepentingan pembangunan lingkungan. Transportasi yang tertib dapat mengurangi angka kecelakaan dan kemacetan lalu lintas.&lt;br /&gt;Bagi masyarakat kota, dalam hal penggunaan transportasi angkutan umum dan lalu lintas membutuhkan tiga hal yakni 1) rasa aman; 2) rasa nyaman dan 3) adanya kepastian. Transportasi angkutan umum yang mampu menciptakan ketiga hal diatas menjadi rebutan bagi setiap penumpang yang menggunakannya. Rasa aman yang dijaga yakni aman dari bahaya pelaku kriminal atas diri dan barang bawaan. Rasa nyaman yang ciptakan yakni dengan cara membuat penumpang betah dan tenang di dalam kendaraan menuju tujuan dengan tidak berdesak desakan . Sementara adanya kepastian yakni adanya ketepatan dan hitungan waktu yang menjadi pedoman penumpang menuju tujuannya. Adanya tiga hal ini kebutuhan warga menggunakan jasa angkutan umum meningkat dan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penumpang lebih banyak menggunakan jasa angkutan umum daripada menggunakan kenderaan pribadi sebab rasa aman, nyaman dan adanya kepastian dapat dipenuhi. Penggunaan kenderaan pribadi dapat ditekan jumlahnya sebab jasa angkutan umum mampu memenuhi kebutuhan penumpang selama dalam perjalanan menuju tujuan. Berkurangnya kepadatan lalu lintas ikut mempengaruhi rendahnya efek kontaminasi lingkungan yang ditimbulkan dari limbah bahan bakar kendaraan.&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan tiga hal tersebut, dibutuhkan sebuah penataan sistem transportasi dengan menyediakan jenis transportasi angkutan umum massal yang sesuai dengan jenis kebutuhannya. Ketersediaan jenis transportasi seperti ini tentu harus didukung oleh fasilitas sarana jalan yang relevan dengan ketiga konsep di atas. Guna mewujudkan ini sangatlah tidak mudah sebab membutuhkan biaya besar dan perencanaan yang matang. Tetapi kita yakini jika kebersamaan ini dilakukan dengan tiga pola pendekatan di atas (kultural, spritual dan struktural) kota ini dapat kita tata demi menyelematkan masa depan wajah pembangunan kota sepuluh tahun mendatang. Kesimpulannya, penataan kota sangat berkaitan dengan penataan lingkungn kota itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;Drs. Safwan Khayat M.Hum&lt;br /&gt;Penulis alumni dan dosen UMA serta alumni Pascasarjana USU,&lt;br /&gt;. Email ; safwankhayat@yahoo.com &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-9200590993272092764?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/9200590993272092764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=9200590993272092764' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/9200590993272092764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/9200590993272092764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/10/sadar-lingkungan-selamatkan-medan-10.html' title='Sadar Lingkungan Selamatkan Medan 10 Tahun Kedepan'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-8330225602243221995</id><published>2008-09-17T06:43:00.000-07:00</published><updated>2008-09-17T06:46:10.397-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan Bulan Keberkahan Rezeki Manusia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Puasa suatu proses kaderisasi diri dengan kebulatan tekad dan kesungguhan hati menerapkan pola tindak yang rendah hati, kesadaran sosial, berfikir positif, menjauhi prasangka buruk dan kesetiakawanan. Kekuatan puasa mampu menciptakan keseimbangan diri untuk hidup dalam berkeadilan, kematangan jiwa, merajut silaturrahmi dan persatuan yang abadi.&lt;br /&gt;Islam mengajarkan bahwa kewajiban ibadah puasa hanya berlaku setiap datangnya bulan Ramadhan. Bagi umat penganut agama Islam di seluruh dunia menegakkan ibadah puasa secara bersama-sama menjadi ibadah wajib tatkala bulan suci Ramadhan tiba. Walaupun Islam mengajarkan adanya beberapa ibadah puasa di luar bulan Ramadhan, tetapi keutamaan (fadhillah) puas Ramadhan jauh lebih tinggi dengan ribuan manfaat dan pahala yang dijanjikan Allah SWT. Ibadah puasa Ramadhan dijadikan Allah SWT sebagai bulan pengampunan (maghfirah) dengan jutaan keberkahan. Salah satu keberkahan bulan Ramadhan, sekecil apapun perbuatan amal kebajikan dijanjikan Allah SWT dengan balasan pahala yang berlipat ganda.&lt;br /&gt;Dasar menjadi kewajiban umat Islam menegakkan ibadah puasa di bulan Ramadhan dituliskan dalam Al Qur’an surat Al Baqarah 183 dan185 yaitu ;&lt;br /&gt;Bagi orang yang beriman, diwajibkan kamu berpuasa seperti orang sebelum kamu juga telah diwajibkan agar kamu bertaqwa. &lt;br /&gt;Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditentukan untuk berpuasa merupakan bulan yang diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai pentujuk manusia dan memberikan penjelasan mengenai petunjuk itu dan menjadi pembeda atas segala yang haq dan bathil. Bagi siapa saja yang menetap tinggal dalam suatu negeri di bulan itu, maka wajiblah ia berpuasa, tetapi bagi siapa saja yang sedang sakit atau dalam perjalanan (berbukalah), tetapi ia wajib mengganti puasa yang ditinggalkannya pada waktu yang lain.&lt;br /&gt; Bila kita amati secara sosial, keberkahan bulan Ramadhan juga dapat dirasakan seluruh kalangan. Bukan saja bagi umat Islam sendiri, tetapi juga dirasakan umat beragama lainnya. Bagi para pedagang dalam menyambut dan berakhirnya bulan Ramadhan selalu meraih keuntungan yang lebih di luar bulan ini. Begitu pula pihak lain seperti petani, peternak, karyawan, pekerja bangunan, dosen/guru dan pelaku wiraswasta lainnya ikut merasakan keberkahan bulan Ramadhan. Untuk karyawan yang bekerja di instansi pemerintahan dan swasta turut pula memperoleh rezeki yang berlebih yang biasanya diperoleh menjelang berakhirnya bulan Ramadhan. Biasanya mereka memperoleh rezeki tambahan tersebut dalam bentuk tunjangan hari raya (THR) dengan penyesuaian gaji/honor yang mereka peroleh masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezeki yang diperoleh yang dibelanjakan untuk keperluan sandang dan pangan hendaknya rezeki yang dinyatakan sebagai bentuk hasil perbuatan yang halal. Keberkahan Ramadhan dengan rezeki yang halal lagi baik membuktikan bahwa keutaman bulan suci ini bukan saja milik umat Islam tetapi ikut memberi manfaat bagi umat lainnya. Rezeki yang halal lagi baik adalah rezeki berkah yang tatkala memperolehnya jangan memperturuti nafsu syaitan yang dapat merusak keberkahan rezeki tersebut.&lt;br /&gt;Dalam memperoleh rezeki yang halal lagi baik, Allah SWT telah memerintahkan seluruh umat manusia di jagat raya ini (tanpa pengecualian) dengan cara yang halal lagi baik. Perintah Allah SWT termaktub dalam surah Al Baqarah ayat 168-169 yaitu ;&lt;br /&gt;Hai sekalian manusia di jagad raya, makanlah yang halal lagi baik atas apa saja yang kamu peroleh di muka bumi, janganlah kamu ikut cara-cara syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.&lt;br /&gt;Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji.&lt;br /&gt; Ukuran keberkahan rezeki dapat dilihat dari sisi penggunaan atau manfaatnya. Rezeki yang dibelanjakan dengan manfaat yang positif menjadi tolak ukur bahwa rezeki yang diperoleh berkah. Rezeki yang dibelanjakan tanpa memberikan manfaat yang berarti serta berdampak mudharat bagi diri sendiri juga dapat dijadikan tolak ukur bahwa rezeki yang diperoleh tidak berkah.&lt;br /&gt;Kata lain dari sebuah ukuran keberkahan rezeki yaitu penggunaan belanja sesuai dengan peruntukkan yang baik, tepat dan benar. Dalam bahasa Al Qur’an keberkahan rezeki bila digunakan dengan membelanjakannya di jalan Allah agar rezeki yang diperoleh dari-Nya dapat mensucikan diri.&lt;br /&gt;Firman Allah dalam Surah Al Baqarah 254 menjelaskan tentang keberkahan rezeki dengan menggunakan pada jalan Allah berbunyi ;&lt;br /&gt;Wahai orang yang beriman, gunakanlah sebahagian rezeki mu dengan membelanjakannya di jalan Allah  dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, sebelum datang suatu hari yang tidak ada lagi jual beli (perniagaan) dan tidak ada lagi persahabatan serta tidak ada lagi hukum. Orang kafir adalah golongan yang zalim.&lt;br /&gt; Dalam penjelasan berikutnya Al Qur’an menggambarkan bahwa rezeki yang digunakan di jalan Allah dengan manfaat yang dirasakan diri sendiri dan orang lain bagaikan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir yang berisikan ratusan biji.&lt;br /&gt;Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah bagaikan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir dan tiap-tiap butir berisikan seratus biji. Allah akan terus melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia Kehendaki. Allah Maha Luas kurnia-Nya lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah 261)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam surah yang sama di ayat lain, Al Qur’an juga mendeskripsikan betapa Allah melipat gandakan atas penggunaan rezeki yang diridhai-Nya.&lt;br /&gt;Dan perumpamaan orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi disirami hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, hujan gerimis pun juga memadai hasil kebun tadi. Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat. (Al Baqarah 265).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membelanjakan rezeki untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, keberkahan rezeki akan terasa manfaatnya dengan berinfaq, bersedekah, berzakat dan menggunakannya untuk kemaslahatan umat dan negara. Bentuk penggunaan rezeki yang menyimpang dari peruntukkan apalagi sama sekali tanpa memperdulikan nafkah di jalan Allah (infaq, sedekah dan zakat) justru membuat rezeki yang diperolehnya menjadi bencana bagi diri sendiri.&lt;br /&gt;Betapa bulan suci Ramadhan ini menjadi bulan intropeksi diri atas segala bentuk perbuatan dan penggunaan rezeki yang kita peroleh selama ini. Peluang Ramadhan dengan meraih keuntungan rezeki dan penggunaanya saling merasakan dan memahami lingkungan sekitar sebagai bulan Ramadhan menjadi bulan keberkahan rezeki bagi manusia di jagad raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis; , Alumni UMA dan USU, Dosen UMA. Email; safwankhayat@yahoo.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-8330225602243221995?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/8330225602243221995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=8330225602243221995' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/8330225602243221995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/8330225602243221995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/09/ramadhan-bulan-keberkahan-rezeki.html' title='Ramadhan Bulan Keberkahan Rezeki Manusia'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-6297942410831953777</id><published>2008-09-11T23:22:00.000-07:00</published><updated>2008-09-12T00:08:19.249-07:00</updated><title type='text'>Mengugat Akar Kemiskinan</title><content type='html'>Kompol Drs Safwan Khayat M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi kemiskinan menjadi masalah issu mendunia yang bukan saja ditemukan pada masyarakat pedesaan, juga tidak sedikit dijumpai pada pola interaksi kehidupan masyarakat perkotaan. Disadari atau tidak, banyak pihak melirik persoalan kemiskinan berputar pada tataran gejala sosial yang terlihat (tampilan) pada permukaan saja. Misalnya, ditemukan salah satu ciri umum kondisi fisik kemiskinan yang tidak memiliki akses prasarana dasar lingkungan yang kurang memadai, kualitas perumahan dan permukiman yang jauh dibawah standar kelayakan, mata pencaharian yang tidak menentu dengan rendahnya pendapatan ekonomi keluarga. Gejala sosial ini biasanya selalu menjadi tolak ukur dalam menelaah tataran kondisi fisik kemiskinan dengan meneropong pola kehidupan masyarakat pinggiran yang berada di perkotaan.&lt;br /&gt;Pada dimensi kehidupan sehari-hari, gejala kemiskinan yang muncul dalam social setting diantaranya ;&lt;br /&gt;Pertama, Dimensi politik, biasanya terjadi dalam bentuk tidak ditemukannya wadah/organisasi yang mampu memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat miskin, sehingga mereka terus semakin terpinggir bahkan menjurus tersingkir dari suatu pola pengambilan keputusan yang teramat penting berkaitan masa depan hidup mereka. Mereka juga tidak memiliki kemampuan menguasai akses yang menunjang menuju sumber daya penting yang dibutuhkan guna menyelaraskan pola hidup mereka yang layak.&lt;br /&gt;Kedua, Dimensi sosial, muncul ke dalam bentuk tidak terkoordinir warga miskin khususnya ke dalam institusi sosial yang ada, bahkan budaya kemiskinan terinternalisasi ke dalam etos kerja mereka yang berakibat buruk bagi kualitas sumber daya diri dan memudarnya nilai-nilai kapital sosial.&lt;br /&gt;Ketiga, Dimensi lingkungan, tampilan yang kelihatan dalam bentuk sikap, perilaku dan cara pandang yang lemah dan kaku, kurang berorientasi masa depan sehingga cendrung melahirkan keputusan dan melaksanakan aktifitas yang kurang selaras dengan kelestarian lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;Keempat, Dimensi ekonomi, kelihatan jelas dalam bentuk penghasilan yang rendah sehingga kurang mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sampai batas layak.&lt;br /&gt;Kelima, Dimensi asset, rendahnya tingkat kepemilikan dalam bentuk asset yang menjadi bagian dari modal hidup mereka dan lemah pula asset kualitas sumber daya manusia (human capital), modal usaha dan peralatan kerja.&lt;br /&gt;Disamping kelima dimensi yang menjelaskan tentang gejala kemiskinan, beberapa pendekatan yang dijadikan karakteristik kemiskinan diantaranya ; a) ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar seperti pangan, sandang dan papan, b) ketiadaan akses terhadap kebutuhan hidup dasar lainnya misalnya kesehatan, pendidikan, sanitasi, air bersih dan transportasi, c) ketiadaan jaminan masa depan karena tiadanya investasi untuk pendidikan dan keluarga, d) kerentanan terhadap goncangan yang bersifat individual maupun massal, e) rendahnya kualitas sumber daya manusia dan keterbatasan sumber daya alam, f) ketidakterlibatan dalam kegiatan sosial masyarakat, g) ketiadaan akses terhadap lapangan kerja dan mata pencaharian yang berkesinambungan, dan h) ketidakmampuan dan ketidakberuntungan sosial seperti anak terlantar, wanita korban tindak kekerasan rumah tangga, janda miskin, kelompok marjinal dan terpencil.&lt;br /&gt;Dalam konteks politik, Friedman mendefenisikan kemiskinan dalam kaitannya dengan ketidaksamaan kesempatan dalam mengakumulasikan basis kekuasaan sosial yang meliputi; 1) modal produktif atau asset seperti tanah, perumahan, alat produksi dan kesehatan, 2) sumber keuangan seperti pekerjaan dan kredit, 3) organisasi sosial dan politik yang dapat digunakan untuk mencapai kepentingan bersama misalnya koperasi, partai politik dan organisasi sosial, 4) jaringan sosial untuk memperoleh pekerjaan, barang dan jasa, 5) pengetahuan dan keterampilan, dan 6) informasi yang berguna untuk kemajuan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar Kemiskinan&lt;br /&gt;Dimensi kemiskinan juga dapat diartikan sebagai bentuk pola perilaku yang disebabkan adanya faktor-faktor penghambat yang mencegah atau merintangi seseorang dalam memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang ada di tengah masyarakat. Faktor penghambat tersebut yang menjadi akar kemiskinan yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.&lt;br /&gt;Sebab faktor internal adalah diawali datangnya dari dalam diri si miskin itu sendiri seperti rendahnya pendidikan atau adanya hambatan budaya. Teori “kemiskinan budaya” (culture poverty) yang dikemukakan Oscar Lewis menyatakan bahwa kemiskinan dapat muncul sebagai akibat adanya nilai-nilai atau kebudayaan yang dianut oleh orang miskin seperti malas, mudah menyerah pada nasib, kurang memiliki etos kerja dan sebagainya.&lt;br /&gt;Disisi lain, faktor eksternal dalam prosesnya datang dari luar kemampuan orang yang bersangkutan seperti birokrasi atau peraturan-peraturan resmi yang dapat menghambat seseorang dalam memanfaatkan sumber daya. Kemiskinan model ini seringkali diistilahkan dengan kemiskinan struktural yakni terjadi bukan karena “ketidakmampuan” si miskin untuk bekerja (malas) melainkan karena “ketidakmampuan” sistem dan struktur sosial dalam menyediakan kesempatan-kesempatan yang memungkinkan si miskin dapat bekerja.&lt;br /&gt;Dari kedua faktor ini, paradigma kemiskinan dapat diukur melalui telaah konsep yang menjadi indikator kemiskinan itu sendiri misalnya adanya pembedaan kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Dalam konteksnya, kemiskinan absolut dan relatif keduanya muncul memiliki masing-masing sebab dan meluasnya masyarakat miskin diperkotaan. Tentu saja, setiap bentuk kemiskinan yang tampil dalam realitas sosial perlu digagasi strategi penanggulangannya agar bentuk kemiskinan itu tidak meluas.&lt;br /&gt;Berbagai program penanggulangan kemiskinan dalam kenyataannya sering menghadapi suatu kondisi yang kurang proporsional dan menguntungkan, misalnya salah sasaran, terciptanya benih fragmentasi sosial dan mengkrucutnya nilai-nilai kekuatan kapital sosial seperti sikap gotong royong dan kemandirian. Proses pengkrucutan ini membawa bias terhadap munculnya pergeseran perubahan perilaku masyarakat yang semakin jauh dari sikap dan semangat kemandirian, kebersamaan dan kepedulian untuk mengatasi persoalannya secara kolektif. Ditengah masyarakat muncul sikap “pengemisme” sebagai kelompok peminta yang menunggu belas kasihan dan uluran tangan dari pihak tertentu.&lt;br /&gt;Kondisi ini terus berlanjut bila disertai adanya perilaku masyarakat yang memudar etos kerja dan daya juang untuk keluar dari lingkaran pola perilaku kemiskinan. Salah satunya yang ikut sebagai faktor penyebab adanya ketidak adilan keputusan, kebijakan dan tindakan pengelolaan pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemimpin masyarakat (pemerintah) terhadap masyarakatnya. Sikap pemimpin seperti ini justru memperlebar ruang penyekat dan kecurigaan, stereotype dan skeptisme di mata warga miskin.&lt;br /&gt;Akar kemiskinan yang ditengarai oleh kedua faktor di atas membuat kondisi kemiskinan akan tetap terus bertahan. Kemiskinan yang disebabkan faktor internal melahirkan bentuk kemiskinan kultural (culture poverty) seperti etos kerja dan daya juang yang lemah, bersandar pada nasib dan belas kasihan, sikap masa bodoh dan tidak percaya diri, meraih pendapatan berdasarkan kebutuhan singkat, tidak memiliki modal kapital sosial, lemahnya orientasi obsesi hidup, sikap kecurigaan yang berlebihan, membatasi bentuk pergaulan sosial, dasar pendidikan yang tidak menunjang dan tidak menerima perubahan sosial.&lt;br /&gt;Faktor eksternal juga ikut “memicu” pertumbuhan angka kemiskinan bagi masyarakat perkotaan. Faktor eksternal membawa dampak pada bentuk kehidupan kemiskinan struktural (structure poverty) seperti hasil keputusan, kebijakan dan tindakan pemerintah yang tidak adil, sempit dan berbelitnya dukungan permodalan bagi pelaku usaha UKM, keberpihakan kepada pengusaha elitis, lemahnya sistem ekonomi guna menurunkan angka kemiskinan dan kuatnya orientasi kepentingan politik yang berlebihan.&lt;br /&gt;Keadaan ini harus kita rubah dengan menggugat akar kemiskinan yang selama ini terus berlanjut di sekitar kita. Gugatan yang harus segera dilakukan khususnya dalam bentuk mengurangi angka kemiskinan adalah dengan memperbaiki sikap dan pandangan masyarakat yang senantiasa berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan (moral), prinsip-prinsip sosial dan prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Perubahan sikap dan pandangan yang positif merupakan perubahan perilaku guna memperkokoh terbangunnya lembaga masyarakat yang mandiri, menyadari tujuan hidup guna mengangkat harkat dan martabat diri dan meyakini bahwa hidup bukan hanya untuk makan, tetapi punya tanggungjawab sosial yang tinggi. Perubahan ini sekaligus sebagai bentuk gugatan kita terhadap diri sendiri bahwa kita harus melawan kemiskinan kultural yang bersumber dari diri sendiri yang sekaligus sebagai tergugat pertama.&lt;br /&gt;Kebijakan penting yang berpihak pada penyelamatan nasib kelompok miskin juga menjadi sasaran gugatan kita. Peran pemerintah dalam melahirkan program peningkatan perekonomian warga harus terus kita kritisi. Dukungan dan dorongan pemerintah yang lemah menambah daftar kemiskinan masyarakat. Sikap kita adalah dengan menyusun langkah yang strategis, fungsional dan tepat sasaran agar kelompok miskin dapat keluar dari keterhimpitan ekonomi. Pemerintah harus pula melawan kemiskinan struktural yang ditimbulkan dari lemahnya manajerial organisasi. Guna melawan kemiskinan struktural dibutuhkan sikap dan moral pejabat yang jujur, bersih, berorientasi kerakyatan dan selalu berfikir agar rakyat tidak bodoh dan lapar. Kemiskinan yang bersumber dari keputusan yang tidak adil sekaligus dijadikan sebagai bentuk tergugat kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Jika saja akar kemiskinan telah menjalar di tengah kehidupan ini yang telah merasuki ke dalam pola sikap, pandang dan kebijakan, maka kita pulalah yang paling tepat menggugatnya. Dengan menggugat akar kemiskinan sama pula kekuatannya dengan melawan diri, masyarakat, bangsa dan negara memerangi kelaparan dan kebodohan. Masyarakat lapar dan bodoh sangat identik dekat dengan kemiskinan, tetapi masyarakat yang melaparkan diri dan membodohi diri sama pula kekuatannya dengan kemiskinan. Ilustrasi inilah yang penulis katakan sebagai bentuk kemiskinan kultural dan kemiskinan struktural. Dengan menggugat akar kemiskinan maka kita telah menggungat diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Mudah-mudahan kota Medan ini dengan segenap penghuni meyakini bahwa menggugat akar kemiskinan telah menjauhkan kita dari rasa lapar dan masa bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siantar, Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompol Drs. Safwan Khayat. M.Hum&lt;br /&gt;Penulis Mantan Kasatlantas Poltabes MS &amp;amp; Dosen Universitas Medan Area&lt;br /&gt;Sekarang Wakapolresta P. Siantar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-6297942410831953777?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/6297942410831953777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=6297942410831953777' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/6297942410831953777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/6297942410831953777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/09/mengugat-akar-kemiskinan_11.html' title='Mengugat Akar Kemiskinan'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-3831007809073803247</id><published>2008-08-25T19:42:00.000-07:00</published><updated>2008-08-25T19:47:31.203-07:00</updated><title type='text'>Kemerdekaan Dengan Nilai Kepentingan Kolektif</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;                                      &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;                                                       Oleh, Drs. Safwan Khayat M.Hum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Merdeka..!!! Indonesia Merdeka...!! Hidup atau Mati..!! Kata-kata ini akumulasi keinginan yang kuat bangsa Indonesia untuk lepas dari penindasan, perampasan, penistaan, pemerkosaan dan penjajahan kultural, politik, hukum, pendidikan dan ekonomi yang dilakukan bangsa kolonialis. Ratusan tahun seluruh sendi kehidupan bangsa Indonesia berada dalam tekanan dan penjajahan politik hingga merusak seluruh jaringan sel-sel syaraf persatuan, kesatuan dan nasionalisme kebangsaan. Bangsa kita hidup terkotak-kotak lewat polarisasi politik devide et imvera. Hembusan permusuhan saling curiga dan nafas perpecahan telah menjadi senjata ampuh bagi bangsa penjajah merusak anatomi nasionalisme kebangsaan kita. Perjuangan meraih hidup bebas (freedom life) dari penjajahan di beberapa daerah yang digerakkan tokoh-tokoh penting, tidak menjadi gerakan perlawanan yang berarti bangsa kolonialis. Gencarnya perlawanan di Aceh yang di pimpin Cut Nyak Dien, gerakan gerilya di Sumatera Utara yang dikomandoi Sisingamangaraja XI, pengusiran penjajahan di daerah Ranah Minang oleh Tuanku Imam Bonjol, laskar perjuangan di Jawa yang dimotori Pangeran Diponegoro, pergerakan mengusir penjajajh di Makassar oleh Sultan Hasanuddin, serangan pemuda Maluku atas bangsa penjajah oleh Pattimura dan sejumlah deretan nama besar pahlawan kebangsaan yang berjuang menegakkan kemerdekaan Republik Indonesia. Sesama kita sebangsa, serumpun, sedarah bahkan se-ibu dan se-ayah hidup saling bermusuhan dengan mempertahankan masing-masing pendapat dan kehendak. Tidak sedikit bangsa kita sendiri telah menjadi budak kepentingan bangsa kolonialis demi mengejar target pribadi dan nafsu jabatan duniawi. Kita tidak saja berhadapan dengan fisik bangsa penjajah, tetapi kita telah berbenturan fisik secara langsung dengan saudara sendiri. Begitulah kondisi perpolitikan adu domba dan politik belah bambu yang dilakukan pada masa itu.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;     Walau kondisi semakin parah, tokoh yang berupaya menyatukan bangsa agar meraih cita-cita kemerdekaannya terus bermunculan. Sejumlah nama berkaliber pengalaman pendidikan nasional dan internasional terus menyakinkan seluruh elemen bangsa bahwa kondisi nusantara harus kita satukan dengan cita-cita bebas penjajahan dan merdeka secara universal. Munculnya nama-nama seperti Dr. Wahidin dengan gerakan pendidikan, Muhammad Natsir dengan gerakan Agama, Dr.H. Agussalim dengan gerakan budaya, pendidikan dan agama, Dr. Mohammad Hatta dengan gerakan ekonomi koperasi dan Ir. Soekarno dengan gerakan politik dan sejumlah nama tokoh besar lainnya telah berhasil menjemput semangat persatuan untuk mengusir penjajah di tanah air. Gerakan gerilya politik secara nasional yang dipimpin Panglima Jenderal Sudirman dalam melakukan penyerangan dan pertempuran secara serentak di beberapa daerah telah menumbuhkan jiwa kobaran api kemarahan dengan pekikan Merdeka atau Mati. Ternyata upaya ini berhasil telah menyamakan persepsi bangsa kita bahwa hanya dengan bersatu merapatkan barisan dengan visi kemerdekaan bebas dari belenggu penjajah telah merubuhkan benteng politik kolonialis yang begitu kokoh. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;     Jiwa persatuan jauh lebih ampuh dan canggih dalam mengusir bangsa penjajah di tanah air. Hanya bermodalkan senjata yang ala kadar melawan kecanggihan senjata lawan seluruh pos-pos yang diduduki penjajah telah di bumi hanguskan oleh pejuang bangsa yang tidak kenal menyerah dan rela mengorbankan segalanya demi mempertaruhkan marwah bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Kini hasil persatuan itu telah membuah hasil tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaanya. Catatan kelukaan dan cerita kesedihan mendalam terganti oleh sebuah ruang hidup yang lebih segar dengan dengusan nafas kebebasan. Air mata kesedihan yang biasanya mengalir telah berganti dengan air mata kegembiraan yang bercucuran berkat perjuangan dan anugrah Tuhan Yang Maha Kuasa. Kemerdekaan ini telah memasuki usia ke 63 tahun pada saat tanggal 17 Agustus 2008 diperingati secara nasional seluruh komunitas bangsa Indonesia dalam negeri maupun yang di luar negeri. Peringatan hari kemerdekaan setidaknya dijadikan sebuah peringatan atas jiwa pengorbanan dan persatuan pejuang bangsa tanpa kenal lelah dan pamrih demi bangsanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Kepentingan Kolektif&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p&gt;     Sejarah telah mencatat bahwa persatuan menjadi senjata ampuh meluluhlantakkan seluruh kekuatan bangsa penjajah di tanah air. Sikap bersatu dengan nilai kepentingan kolektif telah meletakkan dasar-dasar kemerdekaan. Nilai kepentingan kolektif ini pulalah yang peru kita teladani dalam mengisi kemerdekaan di usia 63 tahun ini. Nilai kepentingan kolektif bukan berarti tidak menghargai kepentingan individu, tetapi jiwa dan semangat kebersamaan dalam nilai kepentingan kolektif adalah prasayarat dalam menegakkan azas kebangsaan dengan makna bertindak sendiri-sendiri dan bersama di atas kepentingan negara.&lt;br /&gt;Di dalam nilai kepentingan kolektif mampu merajut sikap saling menghargai dengan bentuk penyadaran diri bahwa segala produk berfikir dan tindakan perilaku sosial tanpa mengorbankan kepentingan bangsa. Sikap ini menjadi pola tindak yang dapat memelihara persatuan yang kian dipertaruhkan akhir-akhir ini. Seperti yang telah disinggung di awal tulisan bahwa persatuan senjata ampuh mengusir penjajahan, di era mengisi kemerdekaan persatuan juga senjata ampuh mengusir kebodohan, kemiskinan dan penegakkan keadilan.&lt;br /&gt;     Nilai kepentingan kolektif merupakan implementasi nilai kejuangan yang lahir dari suatu tindakan memperjuangkan hak kemanusiaan. Kemerdekaan yang diperjuangkan para pejuang bangsa juga menuntut perjuangan penegakkan hak kemanusiaan yang ditindas oleh kolonialis. Kemerdekaan menjadi tekad untuk sukses dengan mempertebal semangat juang dalam meraih masa depan bangsa. Tekad untuk suskes itu hanya ada bila kemerdekaan di isi dengan persatuan sebagai alat pembangunan. Kepentingan individual sangat jauh dari nilai kejuangan yang mengutamakan azas kepentingan kolektif. Dengan sikap bersama tidak akan mampu menggoyahkan tujuan kita untuk saling membahu menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan pendidikan, peningkatan ekonomi, politik berkeadilan, penegakkan kepastian hukum dan moralitas yang teruji.&lt;br /&gt;     Di usia 63 tahun kemerdekaan RI, sikap dengan nilai kepentingan kolektif menjadi modal pembangunan nasional. Kepentingan individu dan kelompok hendaknya diselaraskan dengan kepentingan kolektif secara nasional sehingga upaya pihak tertentu dalam melemahkan persatuan dan nasionalisme kebangsaan tidak berjalan. Persatuan di tengah pergumulan identitas kebangsaan pasca kemerdekaan terus di uji dengan berbagai desakan dan tekanan kekuatan tertentu dalam dan luar negeri.&lt;br /&gt;Mengisi kemerdekaan dengan nilai kepentingan kolektif yakni dengan menyatukan persepsi kebangsaan tanpa apriori dan sentimen kelompok. HUT Kemerdekaan RI menjadi simbol hari bahwa berkibarnya bendera Merah Putih tidak cukup dengan keberanian dan suka cita tetapi didasari dengan ketulusan, kebanggaan, keikhlasan dan harapan bahwa dengan berkibarnya sang Merah Putih di langit biru menjadi simbol pula berkibarnya Indonesia Raya di jagat dunia.&lt;br /&gt;Refleksi kemerdekaan harus pula dijabarkan ke dalam nilai hidup kesehariaan yakni dengan merasakan bahwa tujuan pasti sulit diraih tanpa perjuangan dan perngorbanan. Kemerdekaan menjadi nyata dan abadi bila bangsa ini merdeka mengekspresikan potensi diri secara ril, produktif dan bertanggungjawab. Mengekspresikan diri bukan saja sekedar mengeksplorasi minat, bakat dan daya fikir tetapi dapat dengan bebas memberikan konstribusi terhadap apa saja pola tindak yang menguntungkan bangsa dan negara. Yang paling terpenting, substansi refleksi kemerdekaan yakni tidak ada lagi penistaan, penindasan, pemaksaan kehendak dengan kekerasan dan perampasan hak-hak kemanusiaan. Kita boleh saja merdeka menyampaikan pendapat tetapi kemerdekaan itu harus pula jujur dan bertanggungjawab. Kita silahkan saja merdeka menentukan sikap politik yang terpenting politik berkeadilan menjadi makna penting dari substansi kemerdekaan. Pihak tertentu dibenarkan mengembangkan ekonomi usaha seluas-luasnya, asalkan tidak memonopoli praktek ekonomi yang dapat meruntuhkan usaha ekonomi kecil menengah. Disinilah substansi kemerdekaan sepanjang nilai kepentingan kolektif menjadi patron bangsa ini mengisi kemerdekaan itu tadi.&lt;br /&gt;     Melalui momentum hari kemerdekaan ini saatnya bangsa kita harus serius menyatukan persepsi bahwa sikap kepentingan individu dan kelompok dapat melemahkan nilai kejuangan dan substansi kemerdekaan. Dengan bersatu mengasah jiwa nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang cerdas bangsa kita tidak mudah rapuh dari rongrongan gaya kolonialisme baru yang terus mengancam integrasi nasional. Hanya dengan persatuan bangsa kita menjadi lebih kuat bersama meraih cita dan menata masa depan. Dirgahayu Indonesia Ku..!! Majulah Negeri Ku..!! MERDEKA..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penulis&lt;br /&gt; Drs. Safwan Khayat M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis ; Alumni UMA dan USU, Dosen UMA dan saat ini Email; safwankhayat@yahoo.com&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-3831007809073803247?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/3831007809073803247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=3831007809073803247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/3831007809073803247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/3831007809073803247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/08/kemerdekaan-dengan-nilai-kepentingan.html' title='Kemerdekaan Dengan Nilai Kepentingan Kolektif'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-2882615625723599708</id><published>2008-06-29T07:24:00.000-07:00</published><updated>2008-06-29T07:25:57.064-07:00</updated><title type='text'>HUT BHAYANGKARA KE 62</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Refleksi Dirgahayu Polri 1Juli 2008&lt;br /&gt;Kiprah Polri ; Antara Pujian dan Cacian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompol Drs Safwan Khayat M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun kiprah Polri dalam gerakan reformasi (1998 – 2008), upaya tuntutan agenda reformasi,  penegakkan hukum dan HAM,  pengawalan proses hak demokratisasi dan pemberantasan pidana korupsi masih membutuhkan proses perbaikan. Perlahan tapi pasti, upaya Polri bersama elemen bangsa dalam mempercepat tujuan reformasi terus bergulir seiring dengan perubahan paradigma dan kinerja Polri dalam sorotan masyarakat. Berbagai peristiwa yang terjadi di wilayah tanah air menuntut kinerja Polri yang profesional dalam menangani setiap kasus pelanggaran hukum. Tidak jarang pula ditemukan, kasus pelanggaran hukum dalam setiap penanganan Polri berbuntut berbagai penafsiran (multi interpretasi) dalam menilai hasil kinerja Polri.&lt;br /&gt;Perubahan paradigma Polri sebagai bagian dari batang tubuh masyarakat dan bersama masyarakat mewujudkan agenda reformasi yang tertib, terukur dan beradab selalu beragam tanggapan. Di satu sisi kinerja Polri dibenci dan dicaci, tetapi Polri juga dirindukan dan dipuji. Polri harus mengantisipasi setiap tindakan yang mengarah anarkis, tetapi dibalik antisipasi tersebut sorotan tajam atas sikap Polri mengundang kritikan. Dilematis posisi Polri dalam menjalankan tugas pengamanan dan penegakkan hukum serta HAM mendesak kinerja Polri yang profesional.&lt;br /&gt;Berbagai kasus pelanggaran hukum yang berhasil diungkap dan ditangani Polri tidak luput dari pujian. Terungkapnya jaringan teroris, sindikat peredaran narkoba, korupsi, cyber crime networking, illegal logging, illegal fishing, human traffiking, pembunuhan, pencurian dan perampokan telah menyertakan beragam sambutan positif.  Bahkan keseriusan Polri memberangus habis praktek perjudian, prostitusi dan premanisme di setiap daerah yang getarannya dirasakan langsung masyarakat, disambut gembira seluruh masyarakat. Ungkapan suka cita, senyuman, tepuk tangan dan uluran tangan dalam membantu  tugas Polri terus mengalir bagaikan hujan deras membasahi bumi menyuburkan setiap butiran tanah dan sehelai daun tanaman. Aliran air di setiap tetesan hujan dirasakan langsung manfaatnya hingga menghidupkan kembali pori-pori bumi yang lama kering kerontang diterpa panasnya bumi dan kejamnya kehidupan alam.&lt;br /&gt;Dibalik semua ini, manakala Polri harus bersikap tegas atas segala bentuk tindakan yang mengarah munculnya gangguan keamanan dan ketertiban ─ bahkan anarkis ─ sikap cacian jauh melebihi kata pujian yang pernah dilantunkan. Tuduhan cacian mengalir bagaikan serangan wabah penyakit kolera hingga menusuk jantung profesionalisme Polri sendiri. Polri dituduh dalang kerusuhan, melanggar hukum dan HAM, menghalangi proses demokratisasi dan membantai aktifis demonstrasi. Polri dinilai arogan, memanfaatkan situasi mempertahankan kekuasaan dan melakukan kekerasan terhadap pihak tertentu dengan sikap keberpihakan kepada kelompok tertentu pula. Bahkan yang lebih ekstrem lagi, Polri dalam pandangan segelintir orang adalah musuh yang menghambat tegaknya proses reformasi demokrasi.&lt;br /&gt;Fenomena sosial inilah yang sering tampil dalam setiap pertanyaan dan pernyataan publik sosial bahwa kedudukan Polri selalu menjadi perhatian. Eksistensi Polri selalu berada antara pujian dan cacian ditengah pergumulan identitas dan kinerja Polri sebagai bagian batang tubuh masyarakat. Semakin Polri mendapat pujian dan cacian, semakin menunjukkan bahwa Polri nyata-nyata milik masyarakat. Jika kata pujian dan cacian tidak pernah lahir dalam tampilan peristiwa sosial ( social setting), maka analisis sosial terhadap Polri cukup rendah. Jika penilai plus dan negatif berjalan berimbang, maka analisis sosial memiliki siginikansi yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polri Ditengah Perubahan Moral Masyarakat&lt;br /&gt;Dari dahulu hingga sekarang, posisi Polri sebagai moral safeguard masyarakat suatu keniscayaan yang tidak bisa dipungkiri. Moral safeguard (penegak moral) yakni dengan memberikan penyuluhan dan motivasi kesadaran perilaku masyarakat agar menjauhi bentuk tindakan yang menyalahi norma hukum. Penegak moral berarti Polri juga sebagai penegak hukum yang senantiasa mengamati, mengawasi, mengarahkan dan mengambil tindakan atas segala bentuk penyimpangan perilaku yang dapat mengganggu, merusak dan menghancurkan tatanan stabilisasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).&lt;br /&gt;Pada posisi ini pula, Polri juga dihadapi adanya perubahan moral masyarakat. Berbagai modus operandi penyimpangan hukum senantiasi melingkari perubahan moral masyarakat ─  baik secara sengaja atau tidak. Kondisi ini merupakan tantangan Polri dalam menjalankan tugas sebagai penegak moral. Kiprah dan profesionalisme Polri dipertaruhkan secara terus menerus yakni dengan memperkuat basis sumber daya diri yang sadar, terampil, teruji dan dedikasi. Sumber daya diri yang sadar adalah sumber daya personil Polri yang senantiasa menyadari kelemahan dengan cara giat belajar memperbaiki diri dan mencari informasi guna menambah prestasi kerja. Sumber daya terampil yakni memanfaatkan dan menguasai fasilitas komunikasi dan teknologi guna mendukung tugas dan prestasi kerja sehingga menambah gairah dan hasil kerja yang terukur. Sumber daya teruji merupakan cita-cita Polri mampu menyelesaikan seluruh unit bidang kerjanya dengan membawa manfaat yang positif dirasakan langsung masyarakat. Sumber daya dedikasi adalah tanggungjawab, jujur pada diri dan menghormati pimpinan serta menghargai senioritas dalam setiap menjalankan tugas penegakan hukum.&lt;br /&gt; Penegakkan moral tentu harus berawal dari dalam tubuh Polri sendiri. Kekuatan moral adalah jantung tegaknya hukum yang berkeadilan. Kekuatan moral menjadi pilar ampuh memberantas penyakit rakus, arogan, benci atas kritikan dan membebaskan diri dari polusi suap. Polri di mata masyarakat bagaikan ”Tuhan” yang tidak boleh salah dengan segenap tampilan moral panutan. Padahal Polri juga manusia biasa yang tidak luput dari kelemahan, kelalaian dan dosa-dosa sosial.&lt;br /&gt;Pertumbuhan populasi penduduk yang padat, menyempitnya lahan tanah untuk pemukiman dan garapan, rendahnya angka keterampilan kerja dan mengkrucutnya peluang lapangan pekerjaan dengan daftar pertumbuhan populasi pengangguran ikut membawa dampak bagi perubahan moral masyarakat. Tingginya biaya hidup, sulitnya didapati kebutuhan pangan, mahalnya biaya pendidikan, rendahnya akses bantuan kesehatan dan kecilnya biaya penghasilan menjadi catatan sosial persoalan masyarakat. Keadaan ini juga dirasakan personil Polri atas beban hidup yang dirasakan bersama masyarakat. Tugas dan tanggungjawab yang berat dengan senantiasa menjaga nama kelembagaan (korps Polri) di setiap tempat menjadi beban psikologis yang perlu menjadi perhatian semua pihak.&lt;br /&gt;Di akui karena latar belakang tertentu, personil Polri ada ditemukan melakukan pelanggaran etika profesi dan hukum. Sikap yang arogan dengan mengawal dari belakang (back up) kegiatan bisnis illegal turut mempengaruhi citra Polri. Sedikit saja sikap personil menyalahi etika profesi dan hukum membawa dampak bagi nama kelembagaan. Kondisi ini sangat disadari Polri sendiri atas perilaku personil Polri di beberapa kesempatan tertentu.&lt;br /&gt;Untuk memperbaiki citra Polri atas stigma masyarakat juga tidak mudah. Stigma masyarakat juga tidak bisa sepenuhnya dibenarkan apalagi disalahkan. Tetapi peran Polri sebagai penegak moral (moral safeguard) sudah menjadi tanggungjawab yang tidak bisa dilalaikan. Guna mendukung tugas ini Polri harus memperhatikan personilnya dengan melengkapi fasilitas kerja, pendidikan dan pelatihan profesi yang berkala, pembinaan mentalitas personil, gaji/honorarium yang menunjang, bantuan perumahan biaya murah dan bea siswa pendidikan bagi personil yang berprestasi. Semua ini sangat bermanfaat guna meningkatkan kinerja Polri yang profesional dan mengangkat citra Polri di hati masyarakat.&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Kini sudah 62 tahun Polri (1 Juli 1946 – 1 Juli 2008) berkiprah melakukan pelayanan dan penegakkan hukum di tanah air. Pengabdian Polri kepada negara dalam menegakkan keadilan di tengah masyarakat harus lebih baik lagi. Profesionalisme Polri adalah melindungi masyarakat dalam memerangi kejahatan tanpa refresif dan kekerasan. Dalam bertugas, personil Polri harus lebih banyak menggunakan pendekatan dialektik daripada otoktarik. Mudah-mudahan pendekatan dialektik dapat merajut kesatuan langkah dan tujuan Polri bersama masyarakat meningkatkan kesadaran hukum dan menegakkan kehidupan bangsa yang bermartabat.&lt;br /&gt;Dirgahayu Polri, mari kita tingkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai pengabdian kita kepada Ibu Pertiwi. Semoga Tuhan meridhai cita-cita masa depan bangsa kita dan menumbuhkan sikap bersatu yang utuh serta kesehatan bagi kita semua khususnya masyarakat dan Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siantar,      24 Juni 2008&lt;br /&gt;P E N U L I S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompol Drs Safwan Khayat M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Penulis Mantan Kasatlantas Poltabes MS dan saat ini Wakapolresta P. Siantar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-2882615625723599708?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/2882615625723599708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=2882615625723599708' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/2882615625723599708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/2882615625723599708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/06/hut-bhayangkara-ke-62.html' title='HUT BHAYANGKARA KE 62'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-3613797887535733102</id><published>2008-06-25T20:03:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T09:41:47.086-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SGMM0xhVRtI/AAAAAAAAAKQ/c-4tdIvcVTM/s1600-h/lala++1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216026894211040978" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 190px; CURSOR: hand; HEIGHT: 161px; TEXT-ALIGN: center" height="247" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SGMM0xhVRtI/AAAAAAAAAKQ/c-4tdIvcVTM/s320/lala++1.jpg" width="271" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SGMLrEfUbHI/AAAAAAAAAKI/P5rO2SYwYtE/s1600-h/lala++1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;DOA ABAH&lt;br /&gt;UNTUK SAHLA KHAYAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah anaku&lt;br /&gt;Seorang yang cukup kuat mengetahui kelemahan dirinya&lt;br /&gt;Berani menghadapi dikala ia takut&lt;br /&gt;Yang bangga dan tidak tunduk dalam kekalahan yang tulus&lt;br /&gt;Serta rendah hati dan penyantun dalam kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…..&lt;br /&gt;Jadikanlah anaku&lt;br /&gt;Seorang yang tahu akan adanya Engkau&lt;br /&gt;Dan mengenal dirinya sebagai dasar segala pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…..&lt;br /&gt;Bimbinglah anaku&lt;br /&gt;Bukan dijalan yang gampang dan mudah&lt;br /&gt;Tetapi dijalan penuh desakan, tantangan dan kesukaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…..&lt;br /&gt;Berikanlah kekuatan dan ajarilah anaku&lt;br /&gt;Agar ia sanggup berdiri teguh di tengah badai&lt;br /&gt;Dan belajar mengasihi mereka yang tak berhasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…..&lt;br /&gt;Jadikanlah anaku, seorang yang baerhati suci, bercita cita luhur&lt;br /&gt;Sanggup memerintah dirinya sebelum memimpin orang lain&lt;br /&gt;Mengejar masa depan tanpa melupakan masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…..&lt;br /&gt;Aku mohon kepadamu jauhkan dari dirinya sifat sombong, takabur,iri dan dengki&lt;br /&gt;Sesudah semuanya membentuk dirinya&lt;br /&gt;Berikanlah ia kerendahan hati, kesederhanaan dan kesabaran&lt;br /&gt;Dan rahmatilah dia. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-3613797887535733102?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/3613797887535733102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=3613797887535733102' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/3613797887535733102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/3613797887535733102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/06/doa-abah-untuk-sahla-khayat-ya-allah.html' title=''/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SGMM0xhVRtI/AAAAAAAAAKQ/c-4tdIvcVTM/s72-c/lala++1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-7906849608365755695</id><published>2008-06-22T05:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T08:09:50.593-07:00</updated><title type='text'>SAMPAH ; Masalah dan Manfaat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Kompol Drs Safwan Khayat M.Hum&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bila kita telusuri di wilayah kota Medan, tumpukan sampah terbengkalai berhari-hari dengan mengeluarkan aroma bau yang menyengat. Tumpukan sampah yang berserakkan telah merubah image kota Medan menjadi kota kumuh yang jauh dari nilai Kemodrenan, Religius dan Madani. Penanganan tumpukan sampah yang lamban menimbulkan kegerahan lingkungan sekitarnya. Ironisnya, timbunan sampah itu tidak luput pula menjadi perhatian bagi yang melintasi lokasi itu. Timbunan sampah itu mempertontonkan wajah kota yang kusam, jorok dan bau bagaikan rumah yang tidak berpenghuni lama ditinggalkan tuannya.&lt;br /&gt;Pengelolaan sampah semakin tidak jelas arahnya. Terbengkalainya tumpukan sampah dengan aroma bau busuk adalah bukti lemahnya manajerial instansi terkait atas limbah ringan ini. Tumpukan sampah tidak akan dijemput oleh petugas kebersihan bila masih sedikit. Sampah itu terus mengendap berhari-hari sampai petugas memungutnya dengan menggunakan kenderaan yang telah disiapkan pemerintah kota.&lt;br /&gt;Endapan sampah yang berhari-hari dengan aroma yang tidak sedap sangat mengganggu kesehatan lingkungan sekitarnya. Gangguan kesehatan dapat terjadi berupa gangguan pernafasan, penyakit kulit, batuk dan lainnya. Gangguan psikologis kepada warga dapat terjadi seperti rendahnya partisipasi kesadaran masyarakat dengan sikap masa bodoh dan egoisme. Endapan sampah juga menimbulkan bahaya banjir tatkala hujan deras mengguyur kota. Curah hujan yang tinggi dengan genangan air dan tumpukan sampah yang berserak menambah daftar panjang persoalan kota. Kota bagaikan anak sungai yang merambah jalanan yang telah merusak infrastruktur dan fasilitas lainnya.&lt;br /&gt;Bagi wilayah perkotaan, sampah merupakan persoalan krusial yang membutuhkan pengelolaan profesional. Pengelolaan sampah bukan sekedar dipungut, lalu dibawa melalui kenderaan khusus ke tempat pembuangan sampah, tetapi sampah juga memiliki peluang ekonomi yang dapat dijadikan sumber pendapatan kota. Daur ulang sampah sesuai dengan jenisnya juga memberikan konstribusi ekonomi bagi pemerintah kota sendiri. Tentu saja pemutakhiran daur ulang sampah dibutuhkan pengelolaan serius yang terukur dengan melengkapi fasilitas pendukung yang berkaitan dengan manafactur daur ulang.&lt;br /&gt;Bagi segelintir orang, tumpukan sampah dapat menjadi sumber pendapatan ekonomi mereka. Dengan memilih dan memilah jenis sampah tertentu, mereka bisa memperoleh rezeki guna menafkahi kebutuhan hariannya. Mereka menjualnya kepada pihak tertentu yang sengaja menampung sampah pilihan itu dengan nilai harga uang. Si pemulung (orang yang menggantungkan hidupnya dengan memilih dan memilah sampah) memperoleh rezeki yang cukup untuk makan perharinya. Esoknya seperti biasa si pumulung berkelana mencari tempat-tempat tumpukan sampah untuk dipilih dan dipilah jenis sampah yang bisa dinilai dengan uang.&lt;br /&gt;Tidak saja si pemulung, pengusaha penampungan sampah pilihan (biasa disebut pengusaha botot) juga ikut menikmati keuntungan ekonomi dari tumpukan sampah pilihan yang dibelinya dari si pemulung. Sampah pilihan tadi dijual ke pabrik guna di daur ulang sesuai dengan jenisnya. Daur ulang pengolahan pabrik menghasilkan berbagai jenis produk bahan baku yang siap dipasarkan kepada masyarakat yang berikutnya kembali menjadi sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. MASYARAKAT ---&gt; 2.SAMPAH---&gt;3.PEMULUNG---&gt;4.PENGUSAHA---&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5.PABRIK---&gt; DAN AKHIRNYA ----&gt; 6.KEMBALI KEMASYARAKAT&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rotasi lingkaran simbiosis mutualistis menunjukkan arah perputaran saling mengisi atas analisis ekonomi dari pengelolaan sampah. Gambar di atas merupakan siklus lingkaran yang terjadi di dalam dinamika ekonomi tatkala masyarakat membuang sampah dipungut pemulung lalu bermanfaat menjadi peluang ekonomi. Setelah dipilih dan dipilah, si pemulung menjualnya kepada pengusaha penampungan sampah pilihan (botot) lalu dikirim ke pabrik pengolahan untuk dijadikan bahan tertentu guna memenuhi kebutuhan dan dibeli kembali oleh masyarakat. Setelah bahan tersebut digunakan masyarakat, sewaktu-waktu bahan hasil pengolahan pabrik (daur ulang) menjadi sampah kembali. Demikian rotasi lingkaran ini berputar terus menerus sehingga sampah membawa keuntungan materi bagi pihak tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah Produktif&lt;br /&gt;Penanganan sampah yang tepat memiliki manfaat positif bagi pendapatan ekonomi warga dan pemerintah (PAD). Sampah yang terbengkalai bukan saja menimbulkan masalah bagi penataan kebersihan kota, tetapi juga membawa dampak buruk bagi masa depan penataan kota Medan yang bersih, tertib dan rapi (Bestari). Pengelolaan yang terukur membuat sampah jadi lebih produktif dengan nilai keuntungan (profit) ekonomi alternatif.&lt;br /&gt;Sampah produktif dapat dilakukan melalui proses daur ulang menurut jenis sampah (limbah) yang ditentukan. Ada sampah yang dikeluarkan hasil limbah rumah tangga yang jenis dan bentuknya dapat berupa padat dan cair. Sampah yang terdiri dari bahan plastik, kertas, karet, logam, timah, tembaga, alumunium, besi, botol, kaca, fiber dan lainnya dapat di daur ulang pengolahannya sesuai dengan jenis dan bentuknya. Sampah yang dinilai tidak dapat dilakukan daur ulang bisa pula diolah menjadi pupuk kompos yang peruntukkannya dapat menyuburkan sejumlah jenis tanaman budi daya.&lt;br /&gt;Keunggulan sampah produktif dalam proses dan setelah di daur ulang antara lain ; (1) jenis sampah tertentu dapat dijadikan bahan komoditi baku dengan modal yang ringan dan nilai jual yang bersaing, (2) membuka lahan pekerjaan baru dengan modal keterampilan yang terbatas, (3) menambah pendapatan perkapita bahkan dapat menjadi sumber utama ekonomi keluarga, dan (4) menyuburkan iklim usaha baru khususnya bidang usaha benda bekas dan atau barang yang dianggap tidak dipergunakan (sampah) untuk diolah menjadi komiditi bernilai.&lt;br /&gt;Nilai ekonomi atas pengelolaan sampah produktif sekaligus menjawab permasalahan sampah pada setiap problem kota Medan. Sampah yang selalu menjadi masalah, juga memiliki nilai keuntungan bagi orang perorang, pengusaha dan pemerintah sendiri.&lt;br /&gt;Retribusi sampah dan anggaran yang dialokasikan guna menunjang kelancaran tugas dinas terkait diharapkan dapat menata kebersihan dan keindahan kota. Alokasi anggaran yang tidak sedikit dan ditambah lagi hasil retribusi sampah yang dikutip kepada masyarakat cukup memadai mengelola permasalahan sampah di kota Medan. Sudah tentu pula dukungan partisipasi masyarakat dalam menciptakan kota yang Bestari ikut mempercepat proses penataan kebersihan kota. Keswadayaan masyarakat diharapkan dapat mengontrol anggaran kebersihan agar penggunaannya benar-benar bisa dipertanggungjawabkan sesuai peruntukkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan Harus Diselamatkan&lt;br /&gt;Kota Medan yang pernah mendapat penghargaan Piala Adipura sebagai simbolistik kota yang bersih, saat ini kondisinya cukup memprihatinkan. Urutan keenam sebagai kota terjorok di Indonesia cukup menyesakkan nafas pembangunan kota yang seharusnya penghargaan kota bersih yang pernah diterima kota ini dipertahankan.&lt;br /&gt;Kebersihan kota Medan kian memprihatinkan dengan ditemukannya tumpukan sampah di beberapa lokasi inti kota. Tempat sampah yang disediakan tidak mampu lagi menampung banyaknya sampah di lokasi itu. Akhirnya sampah berceceran dijalanan dalam waktu yang relatif lama dan mengeluarkan bau yang menyesakkan pernafasan.&lt;br /&gt;Pelayanan kebersihan Pemko Medan semakin tidak jelas target dan sasarannya. Tempat-tempat penampungan sampah (tong sampah) yang selama ini ditemukan di beberapa lokasi keramaian, kini kondisinya semakin tidak terurus. Kalau kondisi ini terus berlarut maka kehidupan warga semakin tidak sehat akibat polusi udara yang dicemari oleh bau yang ditimbulkan sampah.&lt;br /&gt;Kota Medan harus diselamatkan dari sebuah penataan yang lebih terarah dan bertanggung jawab. Menyelamatkan kota Medan berarti mengangkat kembali marwah citra Pemko Medan dan seluruh elemen warga kota dari suatu nafas kehidupan yang sehat, dinamis dan beradab. Kota yang bersih adalah cermin pemerintahan dan warganya yang menjunjung tinggi nilai religius dan humanis. Nilai religius merupakan bentuk aplikasi ajaran agama tentang hidup bersih itu sehat dan kebersihan menjadi modal pangkal keimanan. Nilai humanis yakni tercermin dari prilaku hidup yang mencintai kebersihan, keindahan dan keteraturan. Prilaku adalah produk dari tampilan diri manusia tentang perasaan, fikiran dan nurani.&lt;br /&gt;Pengelolaan sampah yang terarah dan terukur salah satu bentuk konkrit menyelamatkan kota Medan menjadi bersih kembali. Sampah yang dianggap sebagai salah satu masalah perkotaan dengan upaya produktif merekonstruksi daur ulang memiliki nilai keuntungan yang tidak sedikit. Kita berkeyakinan, dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa dan dukungan semua pihak guna, kota Medan dapat ditata menjadi lebih tertib, religius dan beradab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan, 17 Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompol Drs Safwan Khayat M.Hum&lt;br /&gt;Penulis Alumni dan dosen UMA, alumni Pascasarjana USU &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;dan mantan Kasatlantas Poltabes MS.&lt;br /&gt;Email ; safwan khayat@yahoo.com. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-7906849608365755695?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/7906849608365755695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=7906849608365755695' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/7906849608365755695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/7906849608365755695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/06/sampah-masalah-dan-manfaat.html' title='SAMPAH ; Masalah dan Manfaat'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-2843879933973670931</id><published>2008-06-04T22:25:00.000-07:00</published><updated>2008-06-26T22:10:15.217-07:00</updated><title type='text'>Mematuhi Pemimpin Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh, Kompol Drs. Safwan Khayat. M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Allah SWT hendak menjadikan sosok pemimpin (khalifah) di muka bumi spontan saja makhluk yang sudah berabad tahun bertasbih memuji kebesaran Allah SWT yakni para Malaikat bertanya tentang eksistensi sosok pemimpin yang akan dijadikanNya. Bisa jadi situasi waktu itu (penulis sedikit berillustrasi) para Malaikat memberanikan diri bertanya kepada Sang Khaliq bahwa kehadiran makhluk baru selain komunitas mereka sendiri (para malaikat &amp;amp; jin) akan berbuat lain selain rutinitas yang mereka lakukan bertasbih memuji keagungan Allah SWT dan bekerja sesuai dengan tata aturan Sunnatullah tanpa sedikitpun mengingkarinya. Lebih dari itu, sosok makhluk baru nantinya dijadikan Allah SWT sebagai khalifah di muka bumi yang kedudukannya jauh lebih terhormat di atas makhluk-makhluk ciptaan Allah SWT yang telah diciptakanNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Situasional ini termaktub dalam kalam Ilahi kitab suci Al Qur’an yang diyakini sebagai kitab rahmatan lil alamin dalam surat Al Baqarah 30 yakni ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah tatkala Allah berfirman kepada para Malaikat ; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan sosok makhluk sebagai khalifah di muka bumi”. Malaikat bertanya ; “Mengapa Engkau hendak menjadikan makhluk itu di bumi padahal nantinya makhluk itu gemar berbuat kerusakan dan tindakan kriminal yang melanggar aturan hukum dari Mu, padahal kami Kau jadikan senantiasa menjalankan perintah Mu tanpa berani mengingkari hukum Mu dengan selalu memuji Engkau dan mensucikan Engkau ?” Allah menjawab: “Aku Maha Mengatahui apa saja yang tidak kamu ketahui”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Substansi dari pemaknaan firman tersebut jika dikaji lebih lanjut bahwa seluruh makhluk yang telah diciptakanNya belumlah makhluk yang paripurna. Makhluk yang diberi julukan Manusia dengan pemberian sebutan nama Adam dalam surat Al Baqarah ayat 31-34 memiliki kesempurnaan lahiriah dan bathiniah dari makhluk lainnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengajarkan kepada Adam (panggilan makhluk baru itu) tentang sejumlah jenis ciptaanNya, lalu Allah (ajarkan pula kepada Malaikat tentang hal yang sama) dengan berfirman kepada Malaikat : “coba kamu sebutkan atas apa yang telah Aku ajarkan kepadamu jika kamu memang lebih baik darinya”. (QS..2.31) Lalu Malaikat menjawab ; “Maha Suci Engkau, kami tidak tahu selain yang kami ketahui, hanya Engkau Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS.2.32) Allah Berfirman : “Adam, ajarkan mereka atas seluruh nama ciptaan Ku agar mereka menyadari kelebihanmu. Lalu Adam menjelaskan kepada mereka hingga mereka tertegun. Allah kembali berfirman : “Sekarang kalian sudah tahu atas kelebihan Adam sebagaimana yang Aku katakan kepadamu, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi serta apa saja yang kamu lakukan dan sembunyikan.(QS.2.33) Tatkala pula Allah perintahkan para Malaikat bersujud kepada Adam, para Malaikat pun bersujud kecuali makhluk Iblis dengan sikap enggan dan sombong bahwa ia golongan orang yang kafir.(QS.2.34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks ini penulis batasi ada substansi lain dari rasionalisasi tafsir sosial mendeskripsikan bahwa memuliakan pemimpin dengan mematuhinya dan mengakui keunggulannya adalah perintah Allah. Tulisan ini tidak mendiskusikan tentang asal muasal makhluk Manusia melalui Adam sebagai simbolistik makhluk di muka bumi, tetapi menilik aspek kepemimpinan bahwa Allah mengajarkan kepada makhluk ciptaanNya (tanpa terkecuali) mematuhi pimpinan (khalifah).&lt;br /&gt;Perintah Allah SWT kepada makhluk selain manusia Adam cukup jelas bahwa kelebihan manusia dengan segala bentuk jasmaniah dan rohaniah dapat mengungguli makhluk lain terhadap apa saja bentuk fenomena ciptaan Allah yang telah diajarkan kepada seluruh makhlukNya. Sebagai makhluk unggulan, Adam dengan kelebihannya mampu mengajarkan nama-nama benda ciptaan Allah kepada makhluk yang ada pada waktu itu. Atas keunggulannya pula, Adam yang didaulat Allah sebagai pemimpin di muka bumi (khalifah fil alrd) turut pula dimuliakan Allah dengan memerintahkan para Malaikat untuk bersujud sebagai wujud penghormatan atas ketinggian derajat Adam.&lt;br /&gt;Ayat tersebut juga menjadi illustrasi sosial bahwa di muka bumi juga terjadi adanya sekumpulan manusia yang tidak mengakui keunggulan orang lain. Bentuk ketidak akuan atas kelebihan orang lain menjadi pemimpinnya yakni tidak menghormati segala bentuk perintah atau keputusan pimpinan dengan sikap perlawanan dan kesombongan. Hal ini bila dikaitkan dengan firman Allah di atas merupakan peristiwa ulang yang pernah terjadi tatkala Iblis tidak mengakui segala kelebihan manusia Adam atas dirinya. Iblis dengan enggan dan kesombongannya tetap bersikukuh bahwa dirinya jauh lebih unggul daripada Adam. Islam mengajarkan tata cara mematuhi pemimpin atas segala keunggulan yang dimilikinya. Seorang yang dinobatkan sebagai pimpinan tentu mereka yang dinilai memiliki keunggulan sekalipun relatifitas tetap ada sebagai wujud keterbatasan manusia itu sendiri. Tetapi ajaran Islam tetap mengajarkan etika menghormati kelebihan orang lain sebagai pemimpin kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duhai kaum yang beriman, ta’atilah Allah, Rasul(Nya) dan pemimpin di antara golongan kamu. Jika kamu berselisih paham dalam memandang suatu persoalan, maka coba rujuk firman Allah (Al Qur’an) dan sabda Rasul (Sunnahnya). (QS.4.58).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas himbauan ayat tersebut cukup jelas bahwa kita diperintahkan agar mentaati pemimpin. Ayat ini pula memberikan solusi jika dalam proses kepemimpinan terjadi perbedaan persepsi, maka kita harus merujuk ketentuan yang digariskan Allah dalam Al Qur’an dan Sunnah Rasul (ajaran Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duhai kaum beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara utuh (paripurna), dan janganlah perturuti perilaku Syaitan. Sebab Syaitan itu musuh yang nyata.(QS.2.208)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang menjadikan pertanyaan adalah, bagaimana jika perselisihan itu mengalami jalan buntu (deadlock) padahal Al Qur’an telah memberikan solusinya dengan mengembalikannya kepada Allah dan Rasul(Nya) ? Kepada siapa figur alternatif yang harus dijumpai untuk mencairkan perselisihan itu ? Islam sebagai agama rahmatan lil alamin berisikan kesempurnaan ajaran tentang seluruh pranata sosial. Islam juga mengajarkan bahwa peranan ulama sebagai penerus Nabi dalam menjabarkan ajaran Islam dalam utuh (kaffah) cukup strategis. Figur ulama tidak boleh kita tinggalkan tatkala ditemukan jalan buntu dalam mencairkan perselisihan. Sebab Islam telah mengajarkan dalam Al Qur’an adanya sekelompok manusia pilihan (selain Rasul) yang bisa menjadi mediator memecahkan perselisihan di antara manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di antara manusia, ada orang yang selalu menyerahkan dirinya mencari keridhaan Allah (ulama), dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hambaNya.(QS.2.207)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam juga mengajarkan bahwa segala sesuatu jika kita terbentur mencari solusi harus menanyakan kepada ahlinya (fas ahlul dzikri in kuntum la ta’lamuun). Para ahli itu adalah pemimpin di antara golongannya yang menguasai akar persoalan yang lebih unggul di antara golongannya. Keahlian seseorang dinilai dari kemampuan atau keunggulannya melakukan olah fikir yang konstruktif serta ketepatan dan kecermatan dalam bertindak. Bagi yang berselisih harus pula berjiwa besar ketika menerima petunjuk yang diberikan tanpa mencampur adukkan antara yang hak (substansial) dengan yang bathil (insubstansial).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu mencampur adukkan yang Hak dengan yang Bathil, dan jangan pula kamu sembunyikan yang Hak itu, padahal kamu sendiri mengetahuinya. (QS.2.42).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kamu menyimpang sesudah ditunjukkan solusi bukti kebenaran kepadamu, maka sadarlah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS.2.209).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Mediasi lain juga bisa dijadikan tempat mencairkan perselisihan. Kita juga mengenal lembaga-lembaga tertentu sebagai mediasi membantu setiap persoalan di dalam proses kepemimpinan. Tetapi dalam Islam sesungguhnya telah jelas bahwa aturan kita mentaati dan menghormati pemimpin adalah perintah tegas oleh Allah yang ditujukan kepada makhluknya. Sekalipun dalam prakteknya telah ditemukan adanya bentuk sikap tidak menghormati pemimpin sebagaimana halnya deskripsi Al Qur’an atas sikap Iblis terhadap Adam, tetapi Islam telah pula memberikan jawaban tentang solusinya (problem solved).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Penulis adalah Mantan Kasatlantas Poltabes MS, Alumni UMA dan USU serta dosen Universitas Medan Area.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-2843879933973670931?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/2843879933973670931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=2843879933973670931' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/2843879933973670931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/2843879933973670931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/06/mematuhi-pemimpin-dalam-islam.html' title='Mematuhi Pemimpin Dalam Islam'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-8998091333012029722</id><published>2008-05-15T01:16:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T09:41:47.489-08:00</updated><title type='text'>AL QALAM KEPEMIMPINAN MENURUT  ISLAM</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SCv0bhSP8PI/AAAAAAAAAFc/f2BeelWXI1Y/s1600-h/foto+safwan+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200518948357927154" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SCv0bhSP8PI/AAAAAAAAAFc/f2BeelWXI1Y/s320/foto+safwan+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a name="4317048383740301105"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apabila berbicara mengenai kepimpinan, Islam menentukan bahawa bidangnya amat luas. Lebih tinggi bidang kepimpinannya lebih besar pula tanggungjawabnya. Pemimpin tidak hanya memimpin di dalam sebuah negara, malah pemimpin dalam islam ialah setiap orang yang diberikan tanggungjawab mengendalikan sesuatu urusan. Oleh kerana setiap orang mempunyai tanggungjawab ini maka setiap orang itu mempunyai peranan memimpin. Contohnya seorang bapa diberi tugas memimpin keluarganya, maka ia adalah pemimpin keluarganya. Begitu juga seorang ketua negara yang diberi tugas memimpin rakyat di negaranya, maka ia adalah pemimpin rakyat di negaranya.Kepimpinan Menurut Istilah Al-Quran&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran terdapat beberapa istilah yang diertikan sebagai pemimpin atau yang secara langsung yang menyentuh hal ehwal kepimpinan, antaranya :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Imam/Imamah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Merupakan satu jawatan yang berperanan sebagai penunjuk jalan kepada sesuatu arah atau tempat atau memimpin dengan contoh teladan di mana imam itu sendiri mesti melaksanakannya lebih awal dari orang yang dipimpin. Contohnya dalam konteks kewajipan memimpin sembahyang, imam mengangkat takbir dan makmum turut mengangkat takbir sebagaimana imam bertakbir. Begitulah seterusnya dalam segala perbuatan mengerjakan sembahyang itu, apa-apa perlakuan imam mestilah dituruti oleh makmum, oleh itu imam sebagai pemimpin ( leader ) dan makmum sebagai pengikut ( follower ).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Khalifah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Merupakan suatu jawatan bagi mengantikan seseorang atau mengambil tempat mengikut atau meneruskan. Dalam sejarah kepimpinan Islam, khalifah merupakan penganti Rasulullah S.A.W dalam menerus, mengurus dan mentadbir negara islam.Khalifah ialah sebagai pentadbir, penguasa, pengatur dan pemakmur yang bertanggugnjawab mengatur kehidupan manusia di bumi dengan berdasarkan kepada wahyu dan syariat Allah supaya kehidupan manusia itu teratur dan mempunyai tujuan-tujuan hidup yang suci murni lagi mulia untuk mencapai keredhaan allah. Manusia sebagai khalifah ( vicegerent ) yang merupakan wakil Allah di bumi adalah berkewajipan mendirikan institusi kepimpinan yang diredhai oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Amir Al-Mukminin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Merupakan suatu jawatan atau kedudukan dalam kepimpinan yang bermaksud sebagai memberi arahan, pemberi tugas, pemerintah atau mengamanahkan seseorang dengan tugas. Dalam sejarah pemerintahan islam, Amir Al Mukminin merupakan pemerintah masyarakat atau ketua negara islam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Uli Al-Amri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Merupakan suatu jawatan atau kedudukan dalam kepimpinan yang menjalankan tugas dan amanah untuk mentadbir dan mengendalikan urusan dunia sesuai dengan syariat Allah. Oleh sebab itu adalah menjadi kewajipan kepada rakyat mematuhi apa yang diperintahkan oleh Uli Al Amri sebagaimana firman Allah dalam surah An-Nisa’ ayat 59 yang bermaksud :&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasulullah S.A.W dan kepada Uli Al-Amri ( orang-orang yang berkuasa) dari kalangan kamu. Kemudian jika kamu berbantah-bantah ( berselisihan ) dalam sesuatu perkara, maka hendaklah kamu mengembalikannya kepada (Kitab) Allah (Al-Quran) dan (Sunnah) Rasul-Nya jika kamu benar beriman kepada Allah dan hari akhirat. Yang demikian adalah lebih baik (bagi kamu), dan lebih elok pula kesudahannya.”Selain daripada itu ada juga istilah yang dipakai bagi maksud yang berkaitan dengan kepimpinan dalam sesuatu kumpulan kerohanian seperti istilah: Mursyid ( penunjuk ), Syeikh ( Ketua ), dan Murabbi ( Pendidik ).&lt;br /&gt;Objektif/Matlamat Kepimpinan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada asasnya matlamat kepimpinan adalah :&lt;br /&gt;Untuk pengabdian/perhambaan diri kepada Allah. Firman Allah dalam Surah Az-Zariyat ayat 56 yang bermaksud:&lt;br /&gt;“Dan tidak Aku ( Allah ) ciptakan manusia melainkan untuk mengabdikan diri kepada aku ( Allah ). ntuk mencapai keredhaan, keberkatan dan rahmat dari Allah serta RasulNya. Firman Allah dalam Surah At-Taubat ayat 62 yang bermaksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“….Yang sepatutnya mereka cari ialah keredhaan dari Allah dan RasulNya, sekirannya mereka adalah dari orang yang beriman”&lt;br /&gt;- Untuk mencapai kesempurnaan akhlak yang mulia. Firman Allah dalam surah Al-Qalam ayat 4 yang bermaksud:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;- “Sesungguhnya engkau ( Muhammad ) mempunyai budi pekerti ( akhlak ) yang mulia"-Untuk menyeru berbuat baik dan mencegah kejahatan-Untuk mencapai kebahagian, kesenangan, kesejahteraan dan keselamatan manusia sejagat dunia dan akhirat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kepimpinan Sejagat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kepimpinan ( leadership ) nabi Muhammad S.A.W adalah contoh ideal dan praktikal yang semestinya diikuti oleh seluruh umat. Baginda diutuskan untuk membimbing seluruh umat, wilayah kepimpinan baginda meliputi alam sejagat dan tidak dibatasi oleh sempada geografi serta tidak pula dikhususkan oleh sesuatu bangsa, kebangsaan dan negara. Dengan demikian kepimpinan baginda adalah bersifat sejagat. Firman Allah dalam Surah Saba’ ayat 28 yang bermaksud:&lt;br /&gt;“dan tiadalah kami mengutusmu (wahai Muhammad) melainkan untuk umat manusia seluruhnya sebagai Rasul pembawa berita gembira (kepada orang-orang yang beriman) dan pemberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar), akan tetapi kebanyakkan manusia tidak mengetahui hakikat itu”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kepimpinan Sebagai Tanggungjawab Dan Dugaan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menjadi seorang pemimpin, maka bertambah kewajipan seseortang dan makin banyak soalannya dihadapan Allah. Oleh itu, pemimpin di dalam Islam, bukanlah menjadi rebutan. Rasulullah S.A.W telah meletakkan asas-asas supaya pemimpin itu tidak difahami sebagai keistimewaan tetapi tanggungjawab. Meskipun semakin besar tanggungjawab,semakin besar pula ganjaran baik yang disediakan Allah di hari akhirat kepada sesiapa yang melaksanakan tanggungjawab itu. Namun jika tanggungjawab itu diabaikan,maka besarlah risiko dan akibatnya di hari akhirat.Oleh itu Rasulullah S.A.W sangat berhati-hati supaya pemimpin itu berada di tangan orang yang kuat dari segi ketaatan kepada Allah, kekuatan peribadi dan jasmani, kepintaran akal dan dihormati oleh rakyat. Baginda berhati-hati supaya jangan pemimpin itu jatuh ke tangan orang yang lemah syakhsiahnya sehingga ia lemah melawan nafsunya. Jika ia seorang yang lemah melawan nafsunya sendiri, maka ia tidak dapat mematuhi allah dan tidak terselamat dari factor-faktor kehancurtan seperti rasuah, maksiat dan lain-lain.&lt;br /&gt;Abu Zar Al-Ghaffari meriwayatkan, saya berkata kepada Rasulullah S.A.W Tidakkah Tuan hendak melantik saya untuk mengetuai sesuatu urusan? Rasulullah S.A.W menepuk bahu saya dan berkata,” wahai Abu Zar, engkau adalah lemah, sedangkan pemimpin itu suatu amanah. Di hari kiamat ia adalah kehinaan dan penyesalan melainkan mereka yang mengambilnya dengan hak dan menunaikan kewajipan yang ditentukan di dalamnya”.&lt;br /&gt;Abu Zar bukanlah seorang yang tidak taat kepada Allah dan dikuasai nafsu tetapi dia adalah seorang manusia yang lemah dalam mengambil tindakan, dia adalah seorang yang lurus hati dan mempunyai kelemahan yang menghalangnya bersikap tegas kepada kawan dan lawan. Itu pun dianggap oleh Rasulullah S.A.W apatah lagi orang yang kalah di hadapan nafsu, jahil dan tidak beramal.&lt;br /&gt;Rasulullah S.A.W juga menetapkan dasar bahawa pemimpin itu tidak diberikan kepada orang tidak berkelayakan yang meminta atau berusaha dengan tipu daya supaya dia dijadikan pemimpin, kerana sikap seperti itu akan menjadikan pemimpin itu satu rebutan dan lahir kegiatan serta pengaruh-mempengaruhi yang menyebabkan pertimbangan yang betul untuk lantikan menjadi kacau bilau dan menyeleweng. Oleh itu lantikan itu hendaklah dijalankan dengan pertimbangan yang objektif dan dengan hasrat yang bersih dan suci.&lt;br /&gt;Justeru dalam kepimpinan sesebuah negara, tegak atau robohnya sesebuah negara, maju atau mundurnya peradaban manusia, timbul atau tenggelamnya sesuatu bangsa adalah bergantung kepada baik atau buruk pentadbiran dan kepimpinan yang dimiliki, Para pemimpin atau ketua yang telah dilantik hendaklah melantik pembantu-pembantu yang jujur dan berkebolehan. Tanda-tanda kejujurannya ialah sentiasa bersikap beriman dan tidak mengampu sehingga membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. Rasulullah S.A.W bersabda yang bermaksud:&lt;br /&gt;“Apabila Allah S.W.T menghendaki seseorang ketua itu menjadi ketua yang baik, ia akan jadikan pembantunya itu bersikap benar. Jika ia lupa ( lupa kepada Allah dan menyeleweng dari kebenaran ) ia mengingatkannya. Jika ia tidak lupa, ia memberi pertolongan dan bantuan kepada ketuanya itu. Jika Allah menghendaki ketua itu menjadi ketua yang lain daripada itu, dijadikan pembantunya seorang yang jahat, jika ia lupa tidak diingatkanya dan jika ia ingat tidak dibantunya” ( diriwayatkan oleh Abu Daud ).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerana tugas pemimpin itu berat dan luas, maka ganjaran baik yang disediakan untuk pemimpin di akhirat yang menjalankan kewajipannya adalah besar. Dianatara tujuh orang yang disebut oleh Rasulullah S.A.W yang akan mendapat perlindungan Allah ialah pemerintah yang adil yang diletakkan di senarai yang pertama. Sebaliknya mereka yang menjadi pemimpin sedangkan dia tidak memiliki ciri-ciri kepimpinan yang selayaknya dan tidak menjalankan kewajipannya maka ia akan menerima balasan yang pedih.Seksaan Allah bertambah berat lagi bagi sesiapa yang menjadikan kedudukannya sebagai pemimpin sebagai jalan untuk kepentingan dirinya dan menipu orang-orang yang dipimpinnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerana tugas pemimpin adalah besar dan tugas itu tidak dapat dijalankan melainkan dari kerjasama orang yang dipimpinnya maka Allah menentukan supaya orang yang dipimpin itu hendaklah mematuhi ketuanya di dalam semua suruhan yang disukai atau tidak kecuali suruhan untuk melakukan maksiat dan melanggar hukum-hukum Allah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya setiap orang itu mempunyai tugas-tugas kepimpinan. Sebaik-baik kepimpinan ialah kepimpinan Rasulullah S.A.W kerana kepimpinan baginda sentiasa berpandu kepada wahyu, syariat dan petunjuk Allah dalam kepimpinan sejagat. Sebagai pemimpin sewajarnya bertanggungjawab menyambung risalah baginda ke arah memakmur, memperbaiki, menegakkan keadilan, mententeramkan serta berkesanggupan untuk meningkatkan ketinggian nilai dan martabat seluruh umat manusia. Rasulullah S.A.W bersabda yang bermaksud:&lt;br /&gt;“setiap orang daripada kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin itu bertanggungjawab mengenai apa yang dipimpinnya”(Riwayat Bukhari dan Muslim) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Email: &lt;a href="mailto:safwankhayat@yahoo.com"&gt;safwankhayat@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-8998091333012029722?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/8998091333012029722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=8998091333012029722' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/8998091333012029722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/8998091333012029722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/05/al-qalam-kepemimpinan-menurut-islam.html' title='AL QALAM KEPEMIMPINAN MENURUT  ISLAM'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SCv0bhSP8PI/AAAAAAAAAFc/f2BeelWXI1Y/s72-c/foto+safwan+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-8829123422884406976</id><published>2008-05-11T20:23:00.000-07:00</published><updated>2008-05-11T21:47:36.170-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:180%;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Hadirnya Calon Independen&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kehadiran calon perseorangan untuk berlaga dalam pilkada diakui sudah. DPR dan pemerintah menyepakati kehadiran calon independen melalui revisi UU No. 32 tahun 2004 mengenai pemerintahan daerah. Telat tetapi itulah fakta dan fenomena politik di Indonesia. Tidak mudah menghadirkan pembaruan yang baik, sekalipun karena terlalu banyaknya kepentingan yang berada di dalam suatu masalah. Ambil contoh mengenai penetapan calon perseorangan ini. Keputusan MK atas hal ini sebenarnya sudah lama disampaikan. Namun untuk memulai pembahasan kala itu, kelihatan sekali ada keengganan di kalangan politisi kita. Kehadiran calon independen dianggap sebagai gangguan bagi mereka yang terlebih dahulu memiliki kemapanan melalui parpol untuk diusung sebagai Kepala Daerah dan Wakilnya. Sebelumnya memang untuk bisa dicalonkan sebagai Kepala Daerah dan Wakilnya, seseorang tidak dapat melakukannya tanpa kendaraan. Hal ini dilatarbelakangi oleh semangat untuk meningkatkan peran parpol pasca pemberangusan di masa Orde Baru.&lt;br /&gt;Pada praktiknya, semangat untuk menghadirkan peran parpol tersebut dengan lebih baik diterjemahkan berbeda. Setiap calon yang hadir melalui parpol ternyata lebih sering menjadi sapi perah parpol. Selain harus membayar sejumlah biaya (ongkos politik), mereka juga tidak kerap membawa misi kepentingan parpol. Padahal ketika sudah menjadi Kepala Daerah, mereka seharusnya adalah milik masyarakatnya. Itu sebabnya ketika calon independen diputuskan oleh MK ada semacam ”teguran” halus kepada parpol di dalamnya. Parpol dianggap sudah tidak kapable lagi untuk membawa misi kepemimpinan di masyarakat, selain dari pencalonan kadernya sendiri. Kelak Kepala Daerah dan Wakilnya yang diusung oleh parpol adalah kader parpolnya sendiri, yang harus dibesarkan dan dibentuk supaya berkualitas pemimpin, bukan kader karbitan bermodalkan uang.&lt;br /&gt;Selain itu, kehadiran calon independen adalah pengakuan atas keadilan dalam berpolitik dan berdemokrasi. Calon independen adalah saluran bagi masyarakat yang kebanyakan tidak punya peluang untuk menjadi Kepala Daerah atau Wakilnya. Bagi mereka, keadilan dalam berpartisipasi jelas sangat terbuka asalkan memperoleh dukungan minimal 3 sampai 6,5 persen pada awalnya.&lt;br /&gt;Memang, proses pembahasan mengenai calon independen ini tidak mudah diselesaikan oleh DPR. Tarik menarik kepentingan termasuk kompensasi atas diterimanya pasal ini adalah sebuah rahasia umum. Ada isu yang berkembang bahwa diterimanya pasal mengenai calon independen oleh DPR berakibat pada berbagai pasal lain di dalam UU yang sama, termasuk penundaan keluarnya aturan pelaksana oleh KPU.Namun sebagai sebuah produk politik, keberadaan calon independen juga bukan berarti bebas dari kepentingan. Untuk menjadi calon independen jelas dibutuhkan penggalangan dana yang sangat besar. Mengingat dukungan yang sangat besar diperlukan, maka calon independen harus memiliki modal yang sangat tidak sedikit.&lt;br /&gt;Ada risiko bahwa calon independen adalah mereka yang menjadi alat bagi mereka yang ingin mencuci uang(money Laundring) atau kejahatan hitam lainnya, atau mereka yang juga punya kepentingan terhadap sosok tertentu. Hal ini jelas juga bisa menjadi masalah kelak. Karena itu, sosok calon independen tetap harus dikritisi dan dijadikan sebagai eksperimentasi demokrasi yang lebih baik, bukan justru untuk memperburuk hasilnya.Bagaimanapun, meski di Sumut sudah telat, kita berharap bahwa kehadiran calon independen akan membawa semangat baru dan etika baru dalam berpolitik di negeri ini. Semuanya demi kepentingan masyarakat yang terkadang mulai jenuh dengan praktik politik yang sangat parpol sentris. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-8829123422884406976?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/8829123422884406976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=8829123422884406976' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/8829123422884406976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/8829123422884406976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/05/hadirnya-calon-independen.html' title=''/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-578370311084090818</id><published>2008-04-17T02:02:00.000-07:00</published><updated>2008-05-13T22:47:25.633-07:00</updated><title type='text'>Menata Medan Kota Peradaban</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;                                                          Menata Medan Kota Peradaban&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;                                                                                                                              Kompol Drs Safwan Khayat M.Hum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ada 2 (dua) segmentasi yang menjadi titik fokus dalam tulisan ini yaitu; pertama, mendeskripsikan kota Medan yang pertumbuhannya cukup pesat khususnya pada sektor perekonomian sektor sekunder (industri) dan tersier (jasa). Tidak sampai disini saja, kota Medan juga produktif merias wajahnya dengan tatanan kehidupan penduduknya yang dinamis, toleran dan religius. Maka tidak heran bila dalam peristiwa tertentu, kota ini tampil bagaikan kota biru yang selalu mengkumandangkan alunan irama “zikir” yang bernafas budaya, agama dan kebangsaan. Walau didiami oleh kemajemukan penduduknya, kota Medan yang tumbuh sebagai kota Metropolis tetap menjaga nuansa keberTuhanan dari masing-masing pemeluknya. Sungguh sebuah tampilan kota yang representatif di masa kepemimpinan Walikota Medan Drs.H.Abdillah Ak.MBA dan Wakilnya Drs.H. Ramli Lubis. MM.&lt;br /&gt;Kedua, menggagas pertumbuhan kota dengan menata kota Medan yang tertib, religius dan beradab. Untuk pembahasan ini memfokuskan tentang konsep dan arah pembangunan kota Medan yang lebih santun dengan memperhatikan aspek kepentingan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas Tentang Kota&lt;br /&gt;Pada umumnya kota diartikan sebagai suatu permukaan wilayah pemusatan (konsentrasi) penduduk dengan berbagai jenis kegiatan ekonomi, sosial budaya dan administrasi pemerintahan. Secara lebih rinci deskripsi tentang kota meliputi lahan geografis utamanya untuk permukiman; berpenduduk dalam jumlah relatif banyak (besar); diatas lahan yang relatif terbatas luasnya; mata pencaharian penduduk di dominasi oleh kegiatan non-pertanian; sebagian besar merupakan kegiatan bergerak pada sektor jasa atau tersier (perdagangan, transportasi, keuangan, perbankan, pendidikan, kesehatan dan jasa lainnya), serta pola hubungannya antar individu dalam masyarakat dapat dikatakan lebih bersifat rasional, ekonomis dan individualistis.&lt;br /&gt;Berbagai pakar sosiologi cukup banyak menguraikan analisis teoritik tentang defenisi kota. Grunfeld seorang pakar sosiolog berkebangsaan Belanda menggambarkan bahwa kota adalah suatu permukiman dengan jumlah kepadatan penduduk yang lebih besar, memiliki struktur mata pencaharian non-agraris dan tata guna tanah yang beraneka ragam serta ditemukan lokasi gedung yang berdiri tinggi dengan letak yang berdekatan.&lt;br /&gt;JH.De Goode seorang ahli sosiolog perkotaan juga tidak jauh beda mendeskripsikan tentang kota. Analisis yang paling dominan ia uraikan mendeskripsikan ciri khas kota yaitu ; a) sektor sekunder (industri) dan tersier (jasa) dalam praktek ekonomi lebih dominan dan berperan besar, b) jumlah kepadatan penduduk relatif lebih besar, dan c) susunan populasi penduduk lebih heterogen.&lt;br /&gt;Banyak sekali defenisi tentang kota yang dituliskan para pakar, tetapi konsep umum yang menjadi “kesepakatan” bahwa kota memiliki indikator tentang wilayah permukiman, tata ruang tanah, kepadatan populasi penduduk, perdagangan, lalu lintas dan transportasi, jasa keuangan dan perbankan, pendidikan, kesehatan, ekonomi industri, ekonomi non-agraris, telekomunikasi dan pola hubungan warga yang bersifat rasionalis, ekonomis dan individualistis.&lt;br /&gt;Temuan Louis Wirth dalam penelitian catatan lapangannya (field notes) menjelaskan tentang kota ditemukan ;&lt;br /&gt;Pertama, banyaknya relasi kota menyebabkan tidak memungkinkan terjadinya kontak-kontak yang lengkap di antara individu-individu. Di dalam masyarakat yang besar terjadi segmentasi hubungan-hubungan di antara manusia. Kalau jumlah relasi terlalu besar, maka orang hanya saling mengenal dalam satu peranannya saja; misalnya di antara pelayan toko dan pembeli, atau supir taksi dan penumpangnya, mereka tanpa perlu mengetahui sesuatu tentang keadaan keluarga masing-masing, atau pandangan hidup masing-masing pihak yang berhubungan itu.&lt;br /&gt;Kedua, orang kota harus melindungi dirinya sendiri agar tidak terlalu banyak berhubungan yang bersifat pribadi dengan mempertimbangkan konsekuensi-konsekuensi terhadap waktu dan tenaga yang ada padanya. Ia juga harus menjaga diri terhadap potensi-potensi yang merugikan atau membahayakan dirinya pribadi dan keluarga, maupun kebudayaanya.&lt;br /&gt;Ketiga, kebanyakan hubungan orang-orang kota digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu saja.&lt;br /&gt;Keempat, orang kota memiliki sikap emansipasi atau kebebasan untuk menghindari dari pengawasan oleh kelompok kecil atas keinginan dan emosinya. Keadaan ini mengandung bahaya timbulnya semacam situasi anomi (keadaan yang kurang harmonis atau renggang dengan norma-norma yang dianut masyarakat).&lt;br /&gt;Uraian ini bagi kota Medan cukup melekat dengan deskripsi tentang wajah perkotaan. Secara geografis kota Medan yang berada pada posisi 30 30’ – 30 43’ lintang utara dan 980 35’ – 980 44’ bujur timur berdasarkan sensus terakhir tahun 2005 mencapai ± 2.036.018 jiwa dengan kemajemukan budaya penduduknya seperti suku Melayu, Jawa, Batak, Mandailing, Tionghoa, Minang dan suku/etnis lainnya. Kondisi permukaan tanah cendrung miring ke utara yang tepatnya berada ketinggian 2,5 – 37,5 M di atas permukaan laut. Jumlah luas kota ini ± 265,10 km2 terdiri dari 151 kelurahan yang seluruhnya berada di wilayah 21 kecamatan yakni Tuntungan, Johor, Amplas, Denai, Area, Kota, Maimun, Polonia, Baru, Selayang, Sunggal, Helvetia, Petisah, Barat, Timur, Perjuangan, Tembung, Deli, Labuhan, Marelan dan Belawan. Menariknya lagi, kota ini juga dikelilingi 8 sungai yang melintasi kota yaitu Sungai Belawan, Sungai Badra, Sungai Sikambing, Sungai Pulih, Sungai Babura, Sungai Deli, Sungai Sulang-Saling dan Sungai Kera.&lt;br /&gt;Pertumbuhan ekonomi kota Medan terbilang pesat, cukup banyak ditemukan berbagai gedung kokoh sebagai pusat bisnis, perkantoran, pendidikan, hiburan dan perhotelan (lihat Safwan Khayat, Tembakau Citra Popularitas Kota Medan di Mata Dunia, Harian Analisa, Medan, Rabu 26 Maret 2008, hal 28 &amp;amp; 32). Kebijakan pemerintah kota dalam mendorong tumbuhnya sektor kegiatan usaha mikro dan makro menstimulasi sejumlah kalangan investor untuk menanamkan permodalannya. Hal ini membuka peluang dunia usaha disamping tetap mempertahankan karakteristik kota Medan sebagai kota sejarah dan kebudayaan.&lt;br /&gt;Pemerataan pembangunan tidak saja di seputar inti kota, tetapi juga telah merambah ke area lingkar luar inti kota yang dalam proses dinamika masyarakatnya telah bersentuhan langsung dengan masyarakat tetangga di luar kota Medan. Kondisi ini turut mendorong pemerintah kota memperbaiki infrastruktur yang ada dengan membuka seluruh jaringan akses yang dimiliki guna memudahkan penyebaran visi pembangunan khususnya dalam menambah dan meningkatkan taraf hidup warga. Berbagai bentuk kemudahan fasilitas, pelayanan administrasi pemerintahan dan bentuk-bentuk bantuan pemeerintah kota kepada warga dinilai positif sekalipun masih membutuhkan perbaikan kinerja yang lebih proporsional dan profesional.&lt;br /&gt;Dengan jumlah kepadatan penduduk lebih dari 2 juta jiwa, pemerintah kota bersama unsur Muspida dan seluruh elemen warga kota mampu bekerjasama dan sama-sama bekerja menjaga dan mempertahankan kehidupan kota yang visionis, produktif dan agamais. Pemerintah kota Medan mampu merajut image terhadap warga kota dengan memberikan dorongan dan suggesti bahwa kota tidak akan mampu bergerak maju bila tidak dibangun kerangka bangunan yang silang dan saling bekerjasama. Kondisi menciptakan kepedulian yang seimbang sehingga memudahkan bagi pemerintah kota untuk menggerakkan potensi kota guna mewujudkan kehidupan perkotaan yang lebih sejahtera.&lt;br /&gt;Disadari pula, gebrakan pembangunan pemerintah kota juga diperlukan beragam solusi pemikiran dan kinerja yang harus diperbaiki. Keadaan ini wajar untuk dicetuskan mengingat detik perdetik pertumbuhan kota yang kini telah menjadi kota Metropolis memerlukan perbaikan penataan yang lebih signifikan. Penataan kota tidak saja menata gerakan pembangunan fisik saja, tetapi jauh lebih terpenting dengan melakukan perbaikan sudut pandang dengan membuka cakrawala dialog melalui pendekatan perspektif kemanusiaan, budaya, politik, sosial-ekonomi, sejarah, idiologi pembangunan dan cita-cita kolektif warga. Ruang dialog ini harus lebih subur dan produktif antara pemerintah kota dengan warga kota khususnya hal-hal yang berkaitan dengan dinamika masalah perkotaan. Intensitas dialog juga dapat merajut keakraban, keserasian, jiwa besar, pemikiran holistik dan jernih dan sikap tanggungjawab. Lebih dari itu, intensitas dialog mempersempit gerak provokasi pihak ketiga dalam memecah belah keharmonisan pemerintah kota dengan warga sehingga menjauhi ruang konflik sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah Kota&lt;br /&gt;Bila diindentifikasi permasalahan perkotaan yang krusial antara lain ; lahan pekerjaan dan kemiskinan, tata ruang tanah dan permukiman, jumlah kepadatan penduduk, kesehatan dan pendidikan. Tetapi yang tidak kalah pentingnya lagi, kota juga memiliki masalah yang teramat sulit dipecahkan yakni persoalan transportasi dan lalu lintas yang setiap hitungan detik pula terus berubah-ubah. Bertambahnya volume kendaraan tidak diimbangi dengan kondisi badan jalan yang terus menyempit sehingga tetap saja memiliki dampak sosial bagi kelancaran arus lalu lintas. Penyempitan badan jalan juga terasa tatkala tata aturan perpakiran yang kurang memperhatikan keadaan lapangan; parkir sembarangan; menurunkan dan menaikkan penumpang bukan tempatnya serta pemanfaatan badan jalan dan lahan trotoar yang terpakai untuk berdagang semakin melengkapi kesemrawutan lalu lintas kota. Akumulasi masalah kota inilah yang paling sering muncul bagi wajah perkotaan khususnya kota Medan.&lt;br /&gt;Ada beberapa yang menjadi gagasan dalam tulisan ini sebagai bahan diskusi dalam menata kota ini menuju kota yang lebih manusiawi sehingga bernilai kekuatan peradaban yakni ;&lt;br /&gt;Pertama, mengembangkan ruang akademik yang membawa warga secara psikososial membuka diri untuk berdialog dan bersosialisasi terbuka tanpa prasangka negatif. Ruang ini mewujudkan budaya tradisional bangsa kita yang penuh ramah tamah dengan sandaran etika demokrasi, budaya santun, saling menghargai dan merajut ketulusan guna membentuk kualitas fisik arsitektur kota yang menarik, tertib, religius dan beradab.&lt;br /&gt;Kedua, memanfaatkan lahan tidur (kosong) inti kota dengan melakukan revitalisasi menjadi ruang terbuka (open space) sehingga berfungsi sebagai paru-paru kota, objek wisata inti kota dan sekaligus tempat aktifitas warga. Ruang kota menjadi lebih hidup, segar dan alami dengan kombinasi pembangunan fisik yang selaras dengan pembentukan karakteristik kegiatan warga yang manusiawi dan bermartabat. Tata ruang kota jangan terlalu mementingkan aspek pembangunan fisik kota saja, tetapi juga pula memperhatikan aspek pembangunan mentalitas kemanusiaan.&lt;br /&gt;Ketiga, memanfaatkan trotoar hanya untuk pejalan kaki. Trotoar selama ini hanya dianggap sebagai acesories pelengkap jalan raya bagi kenderaan bermotor. Fokus pembangunan kota masih kurang memperhatikan kepentingan manusiawi bagi kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki. Hampir tidak ada perencanaan dan perhitungan yang matang tentang pemanfaatan ruang trotoar ini. Semakin padatnya jumlah kenderaan bermotor tidak lagi menyisakan kepentingan jalur pejalan kaki dan jalur hijau. Pembangunan sarana jalan lebih banyak berpihak pada kepentingan kenderaan bermotor, padahal kota dapat menjadi hidup bila pembangunan harus berlandasan tolak ukur kemanusiaan. Perlu kita pertimbangkan secara serius bahwa sarana jalan untuk pejalan kaki adalah juga memperhatikan dan menghormati sisi kemanusiaan bagi pejalan kaki (yang tidak menggunakan atau memiliki kendaraan bermotor). Bila perlu, pemerintah kota membuat perdanya dengan membuat sanksi hukum yang tegas bagi siapa saja yang menggunakan trotoar yang tidak sesuai peruntukkannya. Atas dasar ini pula, pihak terkait dapat mengambil sikap agar pejalan kaki yang menggunakan trotoar tercipta rasa aman secara fisik yakni dapat berjalan dengan tenang tanpa merasa terganggu, dan rasa aman secara psikologis yakni tidak merasa khawatir atau takut karena telah difasilitasi oleh sarana penerang lampu (bila berjalan di malam hari) dan teduh bila di siang hari. Hal ini perlu diperhatikan kondisi trotoar bebas dari pedagang kaki lima dan sarana fisik umum yang dibangun diatas trotoar.&lt;br /&gt;Keempat, menertibkan pedagang musiman dan pedagang kaki lima dengan membuka fasilitas infrastruktur yang mendukung dan layak buat mereka menjalankan usahanya. Biasanya pula para pedagang kecil ini sering memfungsikan fasilitas umum untuk kepentingan usahanya. Perilaku pedagang ini bukan saja mengganggu kenyamana pejalan kaki dan kenderaan bermotor, tetapi juga berdampak luas terjadinya kerawanan dan kemacetan lalu lintas jalan raya. Ruang sirkulasi pejalan kaki dan kenderaan bermotor menjadi menyempit bahkan bagi pedagang tertentu justru meninggalkan ruang kota menjadi tidak indah, kumuh dan berbau. Penertiban ini juga harus tegas dengan dasar keputusan tindakan yang lebih melihat aspek kepentingan manusiawi secara komprehensif.&lt;br /&gt;Kelima, membuka jalan lingkar kota Medan guna mengantisipasi kesemrawutan jalan akibat pertumbuhan volume kendaraan yang tidak sebanding dengan panjang jalan. Jalan lingkar kota dapat mengurangi jumlah kenderaan yang bertonase besar seperti bus, truck yang hanya melintasi kota sekedar numpang lewat saja. Melintasnya kendaraan bertonase besar di dalam kota sangat mengganggu kelancaran aktifitas warga dalam berkendaraan dan membuat pengemudi menjadi stress, sesak nafas, memerihkan mata dan mengeluarkan suara gaduh.&lt;br /&gt;Keenam, menjaga dan melestarikan arsitektur bangunan yang bernilai budaya dan sejarah. Walau terpacu dengan dengan gaya pembangunan fisik modrenitas, karya seni bangunan budaya dan bersejarah diharapkan tetap terjaga agar keutuhan fisik tetap terwarisi bagi generasi mendatang. Selain itu, pelestarian ini juga menjadi bagian dari situs sejarah yang tidak bisa kita abaikan, apalagi bagi bangunan yang ada telah memiliki usia puluhan dan ratusan tahun. Sekalipun termakan umur yang cukup renta dengan kondisi bangunan yang sedikit mengkhawatirkan daya tahannya, renovasi bangunan yang dilakukan hendaknya tetap mengikuti bentuk aslinya sekalipun komponen materialnya telah diremajakan. Bagi kawasan atau bangunan lama yang kurang tidak termanfaatkan dapat diupayakan melalui revitalisasi dan rekonstruksi fisik dengan pengalihfungsian yang strategis guna mendukung pertumbuhan budaya, sosial dan ekonomi kota. Mungkin kita bisa meniru Singapura melakukan pelestarian kawasan dan bangunan lama dengan pola modrenisasi kota sehingga mendatangkan kegiatan dan keuntungan sektor pariwisata.&lt;br /&gt;Sekedar berilustrasi, mewujudkan kecantikan diri bukan sekedar merias atau memoles wajah dengan sejumlah alat kosmetik yang serba lengkap, mahal dan import. Kecantikan abadi adalah merias wajah hati yang tumbuh dari dalam dengan membuka diri berkomunikasi, berjiwa besar, berfikiran jernih, menjauhi prasangka, gemar menghargai dan tulus berteman. Begitu pula merias kota ini tidak cukup dengan tampilan lahiriah dengan membangun seluruh sarana fisik, tetapi membangun sara fisikis dengan berdialog secara intesif agar kita dapat lebih serius menata Medan kota peradaban. Amiin yaa rabbal alamin..!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-578370311084090818?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/578370311084090818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=578370311084090818' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/578370311084090818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/578370311084090818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/04/menata-medan-kota-peradaban_17.html' title='Menata Medan Kota Peradaban'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-3248021546491931283</id><published>2008-04-15T00:07:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T09:41:48.006-08:00</updated><title type='text'>Tuhan pun Menyuruh Memilih</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SARY0tef3NI/AAAAAAAAACw/2wL03t9ogEE/s1600-h/foto+pakai+peci.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189370333221608658" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 220px; TEXT-ALIGN: center" height="191" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SARY0tef3NI/AAAAAAAAACw/2wL03t9ogEE/s320/foto+pakai+peci.jpg" width="320" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span &gt;                                                     Tuhan pun Menyuruh Memilih&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; !!&lt;br /&gt;                                         (Pendekatan Paradigma Al Qur’an Tentang Pilkada)&lt;br /&gt;                                                       Kompol Drs Safwan Khayat M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah ; Akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang melakukan perbuatan yang sia-sia&lt;br /&gt;dalam kehidupan ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka&lt;br /&gt;telah berbuat sebaik-baiknya. (QS. Al Kahfi 103-104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya penulis mengajak kita semua untuk membuka ruang diskusi ke arah yang lebih substantif bahwa manusia diutus di muka bumi di daulat menjadi pemimpin (khalifah). Al Qur’an (baca Al Baqarah 30-39) menerangkan bahwa kepemimpinan manusia di muka bumi melalui simbolistik figuritas Nabi Adam memiliki psikososial yang paling tepat dalam mengemban amanat kepemimpinan. Diciptakannya gunung, laut, sungai, pohon dan seluruh isi alam jagat raya ini guna mengatur irama sujud melalui manajerial kepemiminan tidak mampu diembannya dengan sempurna. Dijadikannya hewan dan makhluk bangsa Jin dalam mengatur lintasan dinamika waktu yang telah dibentangkan Tuhan, ternyata manusia jauh lebih berkemampuan untuk menjalankan tugas kekhalifahan di muka bumi. Dasar ini pula menjadi deskripsi sosial bahwa setiap pemimpin (khalifah) ada yang memilih dan ada pula yang dipilih agar tercipta suatu keteraturan dalam menjalankan sistem kepemimpinan.&lt;br /&gt;Di dalam sistem kepemimpinan tentulah dibangun suatu struktur organisasi atau pemerintahan yang biasanya dipimpin oleh seorang pimpinan atau kepala. Agar tidak keluar meluas dari target diskusi kita, konteks tulisan ini hanya menyentuh substansi manusia agar tidak sia-sia dalam menjalankan amanat-Nya bahwa Tuhan pun menyuruh memilih seorang pemimpin. Tentu saja tulisan ini mencari korelasi atas sebuah agenda politik terhadap pemilihan pimpinan pemerintahan (Kepala Daerah/Wakil) yang saat ini sedang berjalan di beberapa daerah, khususnya Sumatera Utara.&lt;br /&gt;Di awal tulisan ini, penulis sengaja menampilkan Kalam Ilahi yang menjelaskan bahwa perilaku merugi adalah perbuatan yang sia-sia yang pernah dilakukan dalam kehidupan sosial. Bahkan yang lebih meruginya lagi, seseorang merasakan perbuatannya telah bertindak benar, padahal perbuatannya justru membohongi diri, keluarga dan orang lain. Bisa jadi dirinya berbuat pada kepentingan yang semu tidak menyentuh kemaslahatan, kebenaran dan keadilan. Sebagai warga apakah kita sia-siakan kesempatan dan potensi diri untuk melepaskan keadaan yang sepatutnya kita sendiri yang menentukan (berhak) ? Sebagai pemimpin adakah telah kita perbuat sebuah kebijakan dan peraturan yang tidak menyiakan rakyat ? Sebagai calon pemimpin mendatang betulkah niat diri memimpin daerahnya hanya bukan karena perilaku yang sia-sia saja ?&lt;br /&gt;Bayangkan, berapa banyak waktu, fikiran, harta dan tenaga yang dikeluarkan untuk meraih jabatan pimpinan bila hanya untuk perbuatan yang sia-sia ? Berapa lagi keseluruhan yang telah dikeluarkan tadi harus tergantikan demi menjaga perbuatan sia-sia tersebut ? Sungguh suatu kenistaan bila ditemukan kesia-siaan perilaku itu menjadi “terlembaga” bila kita tidak menyadari, sementara mereka merasa perbuatannya itu benar.&lt;br /&gt;Dalam Surat Al Ashr ayat 1-3 Allah SWT bersumpah ;&lt;br /&gt;“Demi Masa. Sesungguhnya semua manusia tetap berada dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang beriman dan selalu melakukan perbuatan yang tidak sia-sia lagi baik, selalu memberikan saran (nasehat) yang konstruktif (benar-membangun), dan selalu pula memberikan saran (nasehat) yang bernafas keagamaan (kesabaran)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah Allah SWT ini adalah Sumpah Yang Maha Paling Benar, suatu sumpah di atas sumpah yang tidak ada lagi tertinggi selain Sumpah yang disampaikan melalui pesan ayat tersebut. Jaminan yang Allah berikan dari tafsir ayat di atas terkandung 3 (tiga) makna penting bahwa manusia yang beruntung di sisi Allah adalah; 1) melakukan perbuatan yang tidak sia-sia (diri, keluarga dan orang lain), 2) selalu memberikan saran yang konstruktif, dan 3) selalu memberikan saran yang bernafas keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam Harus Memilih&lt;br /&gt;Mungkin sebagian orang menilai, tidak menyalurkan pilihan terhadap salah satu kandidat adalah juga bagian dari sikap pilihan politiknya. Walaupun sebagian lain tetap bertahan bahwa memilih dengan tidak memilih adalah dualisme sikap diri yang ambiguitas (berlawanan) yang nilainya pasti berbeda. Sebagai umat Islam yang meyakini bahwa Al Qur’an sebagai pedoman hidup (way of life) yang berisikan firman Tuhan dengan penuh kebenaran, maka sepatutnyalah kita harus meneladaninya sebagai doktrin perintah Allah SWT.&lt;br /&gt;Dasar pertama mengapa umat Islam harus memilih adalah rujukan Surat Al Baqarah ayat 30 yaitu :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Aku menjadikan umat manusia (Islam) sebagai seorang pemimpin (khalifah) di muka bumi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan ayat ini menjadi dasar bagi umat manusia (khususnya Islam) dijadikan sebagai pemimpin dan harus tampil sebagai pemimpin. Terkait dengan diskusi kita yang telah penulis batasi, konteks tulisan ini menelaah paradigma Al Qur’an tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bahwa Tuhan pun menyuruh umat Islam untuk menentukan pilihannya.&lt;br /&gt;Paradigma Al Qur’an mendeskripsikan bahwa umat Islam harus menentukan sikap politiknya dalam menyampaikan amanat kepemimpinan kepada seseorang. Allah melalui Al Qur’an menyuruh umat Islam agar segera menyampaikan amanatnya (memilih pemimpin) kepada orang yang berhak menerima amanat itu.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu (umat Islam) menyampaikan amanat (sikap politik) kepada figur yang berhak menerimanya (calon pimpinan), dan tetapkanlah pilihan mu itu dengan ketetapan hukum yang adil. Sesungguhnya Allah memberikan pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. An Nisaa’ 58).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Tuhan menyuruh umat Islam untuk memilih adalah perintah yang tidak bisa ditawar lagi. Bagi siapa saja yang mengekang atau meniadakan perintah Allah sebagaimana yang kita yakini sama halnya kita telah mengingkari-Nya.&lt;br /&gt;Dalam ayat lain Allah juga menyerukan kepada kita agar mempersiapkan diri untuk tampil mengarungi bahtera perpolitikan guna mempertahankan eksistensi dan marwah Islam khususnya memimpin pemerintahan.&lt;br /&gt;“Duhai orang yang beriman, bersiap siagalah selalu kamu dalam setiap waktu, dan majulah ke pentas pertarungan (raih kepemimpinan) dengan kekuatan yang berkelompok atau majulah bersama-sama. Sesungguhnya di antara kamu ada orang yang keberatan untuk mendukung perjuangan mu. Jika kamu mengalami kekalahan (musibah) mereka berkata : Tuhan berada dipihak ku, karena aku tidak ikut mendukung mu. (QS. An Nisaa’ 71-72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ayat ini telah pula menjadi tampilan sosial bahwa tetap saja sikap politik dalam memilih atau tidak memilih menjadi diskursus sosial. Tetapi sebagai komunitas Islam yang meyakini Al Qur’an bahwa Tuhan pun menyuruh memilih selalu terjaga jika perilaku politik tetap dalam kerangka (framework) perbuatan tidak sia-sia secara komprehensif dan selalu berpegang teguh pada jalan Allah dengan memberikan saran (nasehat) yang konstruktif dan saran (nasehat) yang bernafas keagamaan. (QS.Al Ashr 1-3).&lt;br /&gt;Jika kita tidak menentukan sikap pilihan kepada seorang kandidat, sekalipun telah terjadi keraguan, kegalauan dan mungkin kekhawatiran atas calon pilihan kita, penulis berkeyakinan bahwa hak-hak kita sebagaimana yang perintah Allah dalam surat An Nisaa’ 58 telah sia-sia. Lantas bagaimana sikap kita dalam memilih jika tidak sia-sia dalam menentukan hak tersebut, Al Qur’an mengajarkan kepada kita pilihlah yang Amanah dan Adil. Amanah dan adil yang dimaksud adalah amanah dan adil dalam bertindak, melahirkan keputusan dan berbicara.&lt;br /&gt;“Dan janganlah sekalipun kebencianmu terhadap suatu kelompok yang akhirnya mendorong kamu untuk tidak berlaku adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat dengan Taqwa” (QS. Al Maaidah 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Pilkada sebagai sebuah fenomenum telah banyak menghabiskan energi cukup besar. Bukan saja energi material yang kelihatan dalam setiap peristiwa politik, tetapi juga telah mengeluarkan energi kemanusiaan yang sesungguhnya telah dimaktub di dalam Al Qur’an. Pilkada mampu menembus kekuatan demokrasi yang didambakan manusia, tetapi Pilkada juga mampu meluluhlantakkan bangunan ukhuwah sosial. Oleh karenanya, hasil Pilkada dalam paradigma Al Qur’an hendaklah dipatuhi sebagaimana perintah Allah dalam surat An Nisaa’ 59 ;&lt;br /&gt;“Hai orang yang beriman, taatilah Allah, Rasul(Nya) dan pemimpin di antara kamu. Jika kamu berselisih pendapat (visi) tentang sesuatu (konsep/arah kebijakan pembangunan daerah), maka cobalah rujuk Al Qur’an (Allah) dan Sunnah (Rasul). Jika kamu meyakini agama mu (beriman), sikap seperti itu lebih baik manfaat dan akibatnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artifisialis dari paradigma ayat ini mengajarkan sebuah pesan bahwa ajaran Islam menghargai perbedaan, menjauhi permusuhan yang menjurus kerusuhan sosial dan menjunjung tinggi emosi rasionalitas dengan merujuk dasar-dasar keagamaan manusia yang meyakini mengambil manfaat daripada akibat. Mudah-mudahan Pilkada di Sumatera Utara berjalan dengan santun, tertib, religius dan beradab. Semoga...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENULIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompol Drs Safwan Khayat M.Hum*&lt;br /&gt;* Penulis mantan Kasatlantas Poltabes MS dan sekarang Wakapolresta Pematang Siantar &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-3248021546491931283?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/3248021546491931283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=3248021546491931283' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/3248021546491931283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/3248021546491931283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/04/tuhan-pun-menyuruh-memilih.html' title='Tuhan pun Menyuruh Memilih'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/SARY0tef3NI/AAAAAAAAACw/2wL03t9ogEE/s72-c/foto+pakai+peci.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-1846400435985580654</id><published>2008-04-10T01:13:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T09:41:48.154-08:00</updated><title type='text'>Tembakau Citra Popilaritas Kota Medan di Mata Dunia</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/R_3MYlHuvRI/AAAAAAAAACI/oU5kOZcAzH0/s1600-h/safwan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187527068454141202" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/R_3MYlHuvRI/AAAAAAAAACI/oU5kOZcAzH0/s320/safwan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                      Kompol Drs.Safwan Khayat M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;                        Tembakau” Citra Popularitas Kota Medan di Mata Dunia "&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah terlalu berlebihan bila penulis katakan bahwa kota Medan yang dulunya disebut Deli telah melangkah jauh menapaki ruang perubahan menuju peradaban kota yang modern, religius dan madani. Tulisan ini setidaknya mengajak warga kota Medan membuka ruang diskusi atas fenomena yang terjadi di kota bersejarah ini bahwa daerah ini pernah menjadi buah bibir populasi dunia karena kualitas cita rasa tembakaunya. Artinya, kualitas tembakau yang berhasil menembus pasar perdagangan dunia merupakan citra popularitas kota ini di belahan dunia.&lt;br /&gt;Seiring guliran perputaran waktu melalui derap perputaran roda pembangunan, kota Medan yang dulunya masih dikelilingi kawasan perkebunan tembakau, kini telah merubah tatanan wajahnya seperti kota yang tidak pernah “tidur” dari pembangunan. Sekalipun tulisan ini sedikit bernostalgia atas kebesaran Tanah Deli yang pernah merajai pedagangan tembakau di mata dunia, tetapi kita harus menyadari bahwa kota kita ini harus tetap dijaga popularitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal-Usul Medan &amp;amp; Tembakaunya&lt;br /&gt;Secara geografis kota Medan berada pada posisi 3° 30’- 3° 43’ lintang utara dan 98° 35’- 98° 44; bujur timur dengan permukaan tanah cendrung miring ke utara dan tepatnya berada pada ketinggian 2,5 – 37,5 m di atas permukaan laut. Luas kota Medan yang berjumlah ± 265,10 km2 berbatasan dengan Selat Malaka di sebelah utara, sedangkan di sebelah barat, selatan dan timur berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang. Jumlah populasi penduduk kota Medan pada sensus terakhir tahun 2005 saat ini mencapai ± 2.036.018 jiwa yang di dominasi beberapa suku seperti Melayu, Jawa, Batak, Mandailing, Tionghoa, Minang dan suku lainnya.&lt;br /&gt;Secara histories, sekitar tahun 1918 tercatat penduduk yang menghuni kota Medan 43.826 jiwa dengan klasifikasi jumlah 35.009 orang berketurunan Indonesia, 8.269 orang keturunan Tionghoa, 409 orang bangsa Eropa dan 139 lainnya berasal dari ras Timur lainnya. Bermula dari sebuah perkampungan yang disinggung dalam literatur sejarah bernama Kampung Medan Putri, kota ini didirikan oleh Guru Patimpus seorang putra Karo bermarga Sembiring Pelawi sekitar tahun 1950-an. Guru Patimpus adalah seorang tabib yang tersohor memiliki kepandaian menyembuhkan segala macam penyakit. Sebagai seorang tabib, beliau sering dimohonkan bantuannya menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang di derita seseorang. Ketinggian ilmunya khusus dalam hal pengobatan justru membuat dirinya tetap merendahkan diri terus menolong orang lain. Kebiasaan beliau hampir setiap hari berjalan dengan membawa bekal obat-obatan dimasukkan ke dalam kain diselempangkan di badan.&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1860-an ketika Kampung Medan masih dalam jajahan Belanda, Kampung Medan dahulunya masih bernama Deli atau sering disebut Tanah Deli. Lokasi Kampung Medan tepat berada di antara dua pertemuan Sungai Deli dengan Sungai Babura.&lt;br /&gt;Para pakar dan ahli sejarah di beberapa literature berkaitan dengan Historical of Medan City beragam menjelaskan tentang asal-usul kota Medan. Darwin Prinst SH ; 2002 dalam Kamus Karo-Indonesia menerangkan bahwa kota Medan berarti menjadi sehat ataupun lebih baik. Dasar penulisan Darwin adalah kronologis sejarah yang dilekatkan dengan kebesaran nama Guru Patimpus seorang tabib yang memiliki keahlian dalam pengobatan tradisional Karo pada masanya. Menurutnya kota Medan pertama sekali ditempati orang Suku Karo yang terletak antara pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura yang dirintis Guru Patimpus sekitar tahun 1950-an.&lt;br /&gt;Seorang penulis bangsa Portugis di awal abad ke-16 Masehi mencatat bahwa kota Medan berasal dari nama Medina atau dalam bahasa India Meiden. Adapula yang memberi asal-usul nama kota ini dari bahasa Arab dengan sebutan Median yang berarti datar atau rata. Memang kenyataannya kondisi kontur tanah yang rata kelihatan jelas dimulai dari pantai Belawan hingga ke Pancur batu yang kelihatannya seperti hamparan tanah yang datar.&lt;br /&gt;Jhon Anderson seorang pegawai Kerajaan Inggris dari Penang dalam lawatannya ke daerah ini tahun 1823 menemukan kota Medan masih merupakan sebuah kampung kecil dengan kepadatan penduduk berkisar 200 orang saja. Sejak Belanda menguasai Tanah Deli melalui expansi politiknya tahun 1858 berhasil meraih seluruh daerah territorial Sultan Ismail penguasa Kerajaan Siak Sri Indrapura di sekitar wilayah Deli, Langkat dan Serdang.&lt;br /&gt;Udaranya yang sejuk dan asri ditambah lagi suburnya bumi Deli, mendorong pemerintah kolonialis untuk membuka lahan perkebunan tembakau dengan terlebih dahulu membebaskan sejumlah luas area lahan tanah milik warga pribumi.&lt;br /&gt;Berawal dari ajakan saudagar Arab yang menetap di Surabaya bernama Said Abdullah Bilsagih yang juga masih garis keluarga saudara ipar dari Sultan Deli Mahmud Perkasa Alam Deli, seorang pengusaha kebangsaan Belanda bernama Jacob Nienhuys datang ke Tanah Deli membuka lahan perkebunan dengan menanam budidaya tembakau. Nienhuys yang awalnya membuka lahan perkebunan tembakau di Jawa sangat tertarik dengan potensi sumber daya alam Tanah Deli yang subur. Tepatnya di bulan Maret tahun 1864 melalui dukungan pemerintahan Belanda, Nienhuys membuka perkebunan tembakau di atas tanah milik Sultan Deli seluas 4000 Ha di Tanjung Spassi dekat Labuhan.&lt;br /&gt;Ketika panen pertama, Nienhuys mengirim sample tambakau hasil kebunnya ke Rotterdam Belanda untuk di uji kualitasnya. Hasil uji laboratorium menujukkan hasil bahwa kualitas tembakau Deli memiliki mutu kualitas tinggi dengan cita rasa cerutu terbaik.&lt;br /&gt;Tingginya permintaan pasar berdampak melambungnya nilai profit penjualan tembakau Deli bagi bangsa Eropa, mendorong pemerintah Belanda membangun kesepakatan kerjasama dengan Sultan Deli pada tahun 1865. Hanya dalam kurun waktu 24 bulan saja tepatnya tahun 1867 Nienhuys bersama rekan bisnisnya Jannsen, P.W. Clemen, dan Cremer mendirikan perusahaan De Deli Maatschappij yang disingkat Deli Mij di Labuhan. Aktifitas yang cukup tinggi dengan permintaan tembakau untuk kebutuhan bangsa di dunia meningkat, Nienhuys memindahkan kantor Deli Mij dari Labuhan ke Kampung Medan (sekarang kantor PTPN II ex PTPN IX).&lt;br /&gt;Sejak beroperasinya kantor di Kampung Medan, hasil tembakau Deli semakin melejit sehingga membuat mata dunia tertuju pada tembakau Deli. Tanah Deli menjadi buah bibir bangsa dunia terutama kualitas tembakaunya dan membuat Deli menjadi salah satu pusat perdagangan termasyhur di dunia. Karena kemasyhurannya, Tanah Deli mendapat julukan het dollar land alias tanah uang oleh bangsa-bangsa di dunia khususnya Eropa. Pesatnya pertumbuhan perdagangan di Kampung Medan mendorong Nienhuys dengan rekannya membuka lahan baru dengan jenis tanaman yang sama di daerah Martubung, Sunggal dan Klumpang Hamparan Perak sekitar tahun 1869 -1875.&lt;br /&gt;Kampung Medan saat ini penuh dengan aktifitas perdagangan yang ramai dikunjungi berbagai bangsa asing. Kesultanan Deli akhirnya memindahkan pusat pemerintahan sejalan dengan selesainya pembangunan Istana Maimun tanggal 18 Mei 1891, melalui Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah memindahkan istananya dari Kampung Bahari Labuhan ke Kampung Medan. Kampung Medan menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan dunia yang kian pesat. Atas dasar ini pula, tepatnya tahun 1907 berdirilah sebuah lembaga perbankan di Medan yaitu De Javasche Bank (kini Bank Indonesia). Berawal dari sini pula tepatnya tahun 1915, Medan secara resmi menjadi ibu kota provinsi Sumatera Utara dan tahun 1918 resmi pula menjadi Kotapraja.&lt;br /&gt;Ketika bala tentara Jepang berhasil menguasai wilayah jajahan Belanda, dampak expansi politik ini kuat sekali pengaruhnya terhadap maju mundurnya perekonomian rakyat Deli. Jepang yang masuk melalui pelabuhan Tanjung Tiram tahun 1942 meluluh lantahkan kekuatan bala tentara Belanda yang saat itu sangat kuat berkuasa. Luluh lantahnya juga berbias tajam terhadap situasi ekonomi rakyat yang semakin carut-marut. Perekonomian rakyat yang makmur dan sejahtera berakhir dengan kehancuran dieksploitasi oleh pemerintah Jepang. Hingga kini sekalipun bangsa Indonesia telah merdeka dari penjajahan bangsa Belanda dan Jepang, tembakau Deli yang merajai pusat lelang tembakau dunia di Bremen Jerman, kini tidak terdengar lagi keharumannya.&lt;br /&gt;Wajah Kota Medan Kini&lt;br /&gt;Wajah Kota Medan kini sejak dipimpin Walikota Abdillah selama dua masa periode hidup dalam kondisi yang tertib, rukun dan damai. Keaneka ragaman etnis di Medan hidup rukun berdampingan yang tersebar di 151 kelurahan yang keseluruhannya berada di wilayah 21 kecamatan yakni ; Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Amplas, Medan Denai, Medan Area, Medan Kota, Medan Maimun, Medan Polonia, Medan baru, Medan Selayang, Medan Sunggal, Medan Helvetia, Medan Petisah, Medan Barat, Medan Timur, Medan Perjuangan, Medan Tembung, Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan dan Medan Belawan. Dari seluruh kecamatan tersebut, kota Medan juga dikelilingi 8 sungai yang melintasi kota diantaranya Sungai Belawan, Sungai Badra, Sungai Sikambing, Sungai Pulih, Sungai Babura, Sungai Deli, Sungai Sulang-Saling dan Sungai Kera.&lt;br /&gt;Laju pertumbuhan pembangunan kota juga menunjukkan grafik yang produktif dan meningkat. Berbagai gedung mencakar langit yang dijadikan sebagai basis pusat kegiatan perkantoran, bisnis, perhotelan, pendidikan dan lokasi pusat hiburan cukup meramaikan dinamika laju pertumbuhan perekonomian warga kota Medan. Sejumlah bangunan yang telah berdiri seperti Brastagi Plaza (sebelumnya dikenal dengan sebutan Mall The Club Store atau PriceSmart), Deli Plaza, Sinar Plaza, Menara Plaza, Grand Palladium, Hongkong Plaza, Macan Group, Plaza Medan Fair, Medan Mall, Medan Plaza, Millenium Plaza, Perisai Plaza, Sun Plaza, Thamrin Plaza, Yuki Pasar Raya, Suki Simpang Raya, Yanglim Plaza dan Olimpia Plaza.&lt;br /&gt;Namun demikian, sejumlah bangunan yang menjadi bagian situs sejarah tetap saja dipertahankan eksistensi kesejarahannya seperti Gedung Balai Kota lama, Kantor Pos Medan, Menara Air Tirtanadi, Titi Gantung (jembatan di atas rel ketera api), Istana Maimun, Mesjid Raya Medan, rumah Tjong A Fie di Kesawan, gedung PT. London Sumatera dan sejumlah ruko-ruko tua yang bernilai sejarah.&lt;br /&gt;Sejumlah pasar yang menjadi karakteristik pertumbuhan ekonomi kota Medan saat ini juga masih beroperasi seperti Pusat Pasar (salah satu pasar tradisional tertua di Medan yang sudah ada beroperasi sejak zaman colonial), Pasar Petisah, Pasar Beruang, Pasar Simpang Limun dan pasar lainnya.&lt;br /&gt;Tingginya volume pertumbuhan ekonomi kota juga diimbanginya bertambahnya volume kenderaan sebagai bentuk jenis angkutan dalam menjalankan roda perdagangan. Berbagai jenis kenderaan mulai dari produk dalam dan luar negeri merajai setiap lintasan juga ditemukan di kota ini. Sekalipun demikian, keunikan kota Medan yang telah tumbuh menjadi kota Metropolitan, jenis keunikan kenderaan Becak Bermotor juga masih cukup banyak ditemukan dijalanan. Sikap pemerintah kota yang mempertahankan kenderaan bersejarah ini dinilai cukup positif sekalipun telah dilakukan penataan bentuk yang lebih proporsional dan penentuan trayek yang disesuai dengan wajah area pembangunan kota.&lt;br /&gt;Kita menyadari laju pertumbuhan volume kenderaan yang cukup signifikan juga berbias pada bentuk akumulasi kemacetan lalu lintas yang menjadi bagian dari agenda penataan wajah kota. Dengan kerja keras dan dibantu semua pihak, hal ini telah banyak dilakukan dengan melakukan penataan yang proporsional dan professional dari setiap petugas Polisi Lalu Lintas Poltabes Medan Sekitarnya bersama Dinas Perhubungan Kota Medan. Kerjasama ini menjadi semangat bersama sebagaimana motto Pemerintah Kota yang dipimpin Walikota Abdillah yakni Bekerjasama dan Sama-sama Bekerja Menuju Medan Kota Metropolitan Yang Modern, Religius dan Madani.&lt;br /&gt;Kota Medan juga telah memiliki sarana jalan tol Belmera yang menghubungkan antara Medan, Belawan dan Tanjung Morawa. Jalan tol Belmera adalah lintasan bebas hambatan guna memperkecil jarak tempuh pengendara yang datang dari luar kota menuju Pelabuhan Belawan yang terletak sekitar 20 KM di utara kota. Selain itu, juga mempercepat waktu perjalanan menuju inti kota khususnya bagi pengguna jalan raya menuju Bandara Internasional Polonia yang menghubungkan Medan dengan kota-kota di belahan dunia. Selain itu, pengangkutan alternatif lain juga ditemukan khususnya bagi penumpang kereta api yang telah dibukanya trayek kota Medan menuju Tanjung Pura, Belawan, Binjai, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Kisaran dan Rantau Prapat.&lt;br /&gt;Dalam mendorong kerjasama internasional khusus dalan bidang ekonomi, sosial dan pendidikan, kota Medan ikut menggagas pembentukan Persatuan Kota Kembar dengan negara tetangga seperti Penang Malaysia, Ichikawa Jepang, Kwangju Korea Selatan dan Chengdu Republik Rakyat Tiongkok. Jalinan kerjasama sampai saat ini terus terjalin bahkan terus berkembang ke arah kerjasama pembentukan sumber daya manusia yang terampil dan professional khususnya melalui magang/pelatihan serta pertukaran antar pelajar serta melakukan tukar informasi melalui program pameran perdagangan di antara kedua belah pihak.&lt;br /&gt;Menariknya lagi, guna menyuguhkan berbagai rangkaian aneka informasi dan hiburan dalam dan luar negeri, pemerintah kota Medan bersama elemen pengusaha telah membuka akses telekomunikasi dengan menggunakan kecanggihan teknologi modern. Kota Medan telah memiliki 5 stasiun televisi yakni TVRI Medan, Deli TV, Space Toon, DAAI TV dan Bahana TV (telah mengudara masa percobaan.). Selain stasiun televise lokal, seluruh staisun TV swasta nasional telah pula memiliki korespondensi yang menjadi biro di kota Medan sehingga system informasi yang dibutuhkan dalam kerangka percepatan pembangunan kota telah banyak membantu pertumbuhan ekonomi kota Medan.&lt;br /&gt;Kini kota yang kita cintai ini telah tumbuh menjadi sebuah kota yang terus berbenah menata perekonomiannya. Sekalipun kota ini telah tumbuh menjadi kota yang modren, tetapi cerita kota ini tidaklah seindah citranya ketika dunia terguncang oleh kehebatan produktifitas dan kualitas tembakaunya. Mari kita jaga dan bangkitkan citra kota Medan menuju peradaban kota yang Modern, Religius, Madani dan Disiplin agar popularitas kota ini tetap diperhitungkan di mata populasi dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan, Maret 2008&lt;br /&gt;P E N U L I S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompol Drs. Safwan Khayat. M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Mantan Kasat Lantas Poltabes MS,dan saat ini Wakapolresta Pematang Siantar&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-1846400435985580654?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/1846400435985580654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=1846400435985580654' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/1846400435985580654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/1846400435985580654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/04/tembakau-citra-popilaritas-kota-medan.html' title='Tembakau Citra Popilaritas Kota Medan di Mata Dunia'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/R_3MYlHuvRI/AAAAAAAAACI/oU5kOZcAzH0/s72-c/safwan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-5068904576164266659</id><published>2008-04-10T00:54:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T09:41:48.319-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/R_3H9VHuvQI/AAAAAAAAACA/y2lHCZYTsro/s1600-h/safwan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187522202256194818" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/R_3H9VHuvQI/AAAAAAAAACA/y2lHCZYTsro/s320/safwan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kompol Drs.Safwan Khayat M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selasa, 2008 April 01&lt;br /&gt;&lt;a name="8339772088566701599"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MANAJEMEN ISLAMI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Manajemen IslamiManajemen modern yang berasal dari Barat cenderung mengasingkan manusia dari manusia di sekitarnya. Manajemen Barat juga menganggap tenaga kerja merupakan faktor produksi belaka sehingga menciptakan manusia-manusia yang semakin hari semakin terasing dari kodratnya sebagai manusia sosial. Manajemen modern ala Barat menghasilkan manusia-manusia yang bekerja sampai larut malam tanpa ada lagi kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga atau melaksanakan kehidupan sosial dengan masyarakat di sekitarnya.Dalam Islam, manajemen dipandang sebagai perwujudan amal sholeh yang harus bertitik tolak dari niat baik. Niat baik tersebut akan memunculkan motivasi aktivitas untuk mencapai hasil yang bagus demi kesejahteraan bersama.Ada empat landasan untuk mengembangkan manajemen menurut pandangan Islam, yaitu kebenaran, kejujuran, keterbukaan, dan keahlian. Seorang manajer harus memiliki empat sifat utama itu agar manajemen yang dijalankannya mendapatkan hasil yang maksimal.Yang paling penting dalam manajemen berdasarkan pandangan Islam adalah harus ada sifat ri'ayah atau jiwa kepemimpinan. Kepemimpinan menurut Islam merupakan faktor utama dalam konsep manajemen.Manajemen menurut pandangan Islam merupakan manajemen yang adil. Batasan adil adalah pimpinan tak ''menganiaya'' bawahan dan bawahan tak merugikan perusahaan. Bentuk penganiayaan yang dimaksudkan adalah mengurangi atau tak memberikan hak bawahan dan memaksa bawahan untuk bekerja melebihi ketentuan. Jika seorang manajer mengharuskan bawahannya bekerja melampaui waktu kerja yang ditentukan, maka sebenarnya manajer itu telah mendzalimi bawahannya. Dan ini sangat ditentang oleh Islam.Seyogianya kesepakatan kerja dibuat untuk kepentingan bersama antara pimpinan dan bawahan.Islam juga menekankan pentingnya unsur kejujuran dan kepercayaan dalam manajemen. Nabi Muhammad saww adalah seorang yang sangat terpercaya dalam menjalankan manajemen bisnisnya. Manajemen yang dicontohkan Nabi Muhammad saww menempatkan manusia sebagai postulatnya atau sebagai fokusnya, bukan hanya sebagai faktor produksi yang semata diperas tenaganya untuk mengejar target produksi.Nabi Muhammad saww mengelola (manage) dan mempertahankan (mantain) kerjasama dengan stafnya dalam waktu yang lama dan bukan hanya hubungan sesaat. Salah satu kebiasaan Nabi adalah memberikan reward atas kreativitas dan prestasi yang ditunjukkan stafnya. Manajemen Islam pun tak mengenal perbedaan perlakuan (diskriminasi).Ada empat pilar etika manajemen bisnis menurut Islam seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad saww. Pertama, 'tauhid' yang berarti memandang bahwa segala aset dari transaksi bisnis yang terjadi di dunia adalah milik Allah, manusia hanya mendapatkan amanah untuk mengelolanya.Kedua, 'adil', artinya segala keputusan menyangkut transaksi dengan lawan bisnis atau kesepakatan kerja harus dilandasi dengan ''akad saling setuju'' dengan sistem profit and lost sharing.Pilar ketiga adalah 'kehendak bebas.' Manajemen Islam mempersilakan umatnya untuk menumpahkan kreativitas dalam melakukan transaksi bisnisnya sepanjang memenuhi asas hukum ekonomi Islam, yaitu halal.Dan keempat adalah 'pertanggungjawaban.' Semua keputusan seorang pimpinan harus dipertanggungjawabkan oleh yang bersangkutan.Keempat pilar tersebut akan membentuk konsep etika manajemen yang fair ketika melakukan kontrak-kontrak kerja dengan perusahaan lain atau pun antara pimpinan dengan bawahan.Ciri manajemen Islami adalah amanah. Jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah. Seorang manajer harus memberikan hak-hak orang lain, baik mitra bisnisnya ataupun karyawannya. Pimpinan harus memberikan hak untuk beristirahat dan hak untuk berkumpul dengan keluarganya kepada bawahannya. Ini merupakan nilai-nilai yang diajarkan manajemen Islam.Ciri lain manajemen Islami yang membedakannya dari manajemen ala Barat adalah seorang pimpinan dalam manajemen Islami harus bersikap lemah lembut terhadap bawahan. Contoh kecil seorang manajer yang menerapkan kelembutan dalam hubungan kerja adalah selalu memberikan senyum ketika berpapasan dengan karyawan dan mengucapkan terima kasih ketika pekerjaannya sudah selesai.Bukankah memberikan senyum salah satu bentuk ibadah dalam Islam. Namun, kelembutan tersebut tak lantas menghilangkan ketegasan dan disiplin. Jika karyawan tersebut melakukan kesalahan, tegakkan aturan. Penegakkan aturan harus konsisten dan tak pilih kasih.Untuk aspek keadilannya, Islam menekankan pentingnya reward control dalam suatu hubungan kerja. Islam mengajarkan kita harus bersyukur kepada manusia sebelum bersyukur kepada Allah. Artinya, seorang karyawan yang berprestasi tinggi mendapat penghargaan khusus. Bentuk penghargaan bukan hanya berupa materi, tapi juga berupa perhatian. Berapa di antara manajer yang ada di Indonesia yang mengetahui tanggal lahir karyawannya terdekatnya?Selain itu, setiap pekerjaan harus dilandasi dengan niat yang baik. Karena, niat baik akan menuntun kita melakukan pekerjaan dengan baik untuk hasil yang baik pula. Islam mengajarkan sesuatu harus diawali dengan niat baik.Menjadi Manajer yang Ri'ayahBila Anda ingin menjadi manajer yang ri'ayah (berjiwa pemimpin):&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;1. Berikan perhatian atau kepedulian kepada bawahan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;2. Buat perencanaan kerja yang baik.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;3. Bersungguh-sungguh dan teliti dalam melaksanakan rencana kerja.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;4. Lakukan pengawasan secara terus-menerus.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;5. Lakukan evaluasi hasil secara berkala.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;6. Tegakkan disiplin dalam waktu kerja.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;7. Memikul tanggung jawab terhadap hasil akhir.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-5068904576164266659?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/5068904576164266659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=5068904576164266659' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/5068904576164266659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/5068904576164266659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/04/kompol-drs.html' title=''/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/R_3H9VHuvQI/AAAAAAAAACA/y2lHCZYTsro/s72-c/safwan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167752937466140029.post-5546755934918650059</id><published>2008-03-31T01:19:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T09:41:48.624-08:00</updated><title type='text'>MEDAN SUDAH BUTUH ANGKUTAN MASSAL</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/R_CfnwJ-_xI/AAAAAAAAAAc/-nrRd8jDVvE/s1600-h/safwan+foto.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183818676393934610" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/R_CfnwJ-_xI/AAAAAAAAAAc/-nrRd8jDVvE/s320/safwan+foto.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;KOMPOL DRS SAFWAN KHAYAT,M.Hum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kota Medan akan menjadi kota Metro Politan dengan jumlah perpindahan penduduk antar daerah yang cukup besar, Kota Medan membutuhkan angkutan umum massal terpadu. Sarana angkutan massal tersebut harus mampu memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat dengan tetap memperhatikan sistem hierarki jalan yang ada. penataan angkutan umum di Kota Medan perlu dilakukan secara terintegrasi antarmoda angkutan yang ada secara berkesinambungan.&lt;br /&gt;Terintegrasinya sistem angkutan umum tersebut bukan hanya dalam proses pengangkutan atau perpindahan penumpang antarmoda, tetapi juga sarana dan fasilitas penunjang lainnya, seperti halte dan trotoar bagi pejalan kaki. Angkutan umum tersebut juga harus mudah dicapai dan melayani seluruh kebutuhan masyarakat. Untuk itu perlu disiapkan sarana angkutan umum yang terdiri atas berbagai kelas, seperti kelas argo, eksekutif, bisnis, maupun ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alat transportasi umum yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar dalam waktu hampir bersamaan adalah sistem angkutan umum massal (SAUM).. Bentuk SAUM tersebut dapat berupa kereta rel tunggal (monorel), transportasi angkutan massal (mass rapid tranport/ MRT), maupun angkutan ringan massal (light rapid transport/LRT), tergantung pada jumlah kapasitas angkut penumpang yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai alat transpor penghubung, , dapat digunakan bus, minibus, angkot, maupun becak. "Penggunaan kendaraan tersebut harus dilakukan berdasarkan hierarki jalan yang ada,". Dapat kita mencontohkan, jika suatu jalan arteri di bangun SAUM, pada jalan kolektor atau jalan arteri yang tidak dibangun SAUM dapat digunakan bus untuk jalan yang lebar dan panjang. Selain itu, dapat pula digunakan minibus atau angkot untuk jalan yang lebih sempit dan banyak persimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan berbagai jenis angkutan di Medan tersebut untuk mengatasi keterbatasan kondisi jalan yang ada. Jalan di Kota Medan umumnya pendek dan banyak persimpangan. Di samping itu, struktur jaringan jalan di Medan juga tidak berbentuk "Jalan arteri yang searah juga memiliki banyak perpotongan dengan jalan-jalan kolektor. Karena itu, pertemuan jalan kolektor ke dan dari jalan searah harus ditutup”&lt;br /&gt;Kendaraan tradisional seperti becak dapat tetap dipertahankan. Becak dapat beroperasi di jalan kecil atau gang-gang sempit. Penggunaan kendaraan pribadi juga perlu dibatasi, dengan catatan disediakan angkutan umum yang sebanding sebagai kendaraan alternatif secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembatasan kendaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain yang dapat dilakukan adalah melalui pengaturan transportasi, yaitu kendaraan yang lewat di jalan-jalan tertentu dibatasi, terutama pada jam-jam sibuk. Pengaturan jalan satu arah, , seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Medan saat ini, tetap diperlukan. Tetapi penerapan jalan searah tersebut perlu memperhitungkan sistem tata kota secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penerapan jalan searah perlu memperhatikan sistem keseluruhan, seperti tata guna lahan sekitar agar tidak mati, rute angkot melewati jalan tersebut, serta jembatan penyeberangan,". Bila pada jalan searah dilarang parkir di pinggir jalan, pusat kegiatan ekonomi sepanjang jalan searah tersebut yang tidak memiliki fasilitas parkir akan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan jalan searah juga perlu ditunjang oleh sosialisasi dan infrastruktur pendukung yang ada. Salah satu sarana pendukung tersebut adalah jembatan penyeberangan jalan mengingat kendaraan yang melaju pada jalan searah cenderung berkecepatan tinggi. Bagi para pejalan kaki juga perlu disediakan trotoar yang menjamin keamanan dan kenyamanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus angkutan umum pada jalan searah juga perlu diperhatikan. "Bila dimungkinkan, dapat diadakan contra-lane atau jalur dengan arah yang berlawanan pada jalan searah khusus untuk angkot dengan diberi rambu khusus," .&lt;br /&gt;Perubahan arus lalu lintas tersebut merupakan bagian dari rencana untuk menata lalu lintas di Kota Medan yang saat ini sudah semakin semrawut., &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167752937466140029-5546755934918650059?l=selalukuingat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selalukuingat.blogspot.com/feeds/5546755934918650059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5167752937466140029&amp;postID=5546755934918650059' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/5546755934918650059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167752937466140029/posts/default/5546755934918650059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selalukuingat.blogspot.com/2008/03/medan-sudah-butuh-angkutan-massal.html' title='MEDAN SUDAH BUTUH ANGKUTAN MASSAL'/><author><name>Drs.Safwan Khayat M.Hum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07850369883690888335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xo7AbW4RRtc/SAcJ8def3OI/AAAAAAAAAC4/rK2RK1oXyew/S220/safwan+foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xo7AbW4RRtc/R_CfnwJ-_xI/AAAAAAAAAAc/-nrRd8jDVvE/s72-c/safwan+foto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
